Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Pengamanan Jaringan Nataru 2025-2026: Komdigi Aktifkan Posko Telekomunikasi Hadapi Trafik & Cuaca Ekstrem

2025-12-19 | 19:51 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-19T12:51:14Z
Ruang Iklan

Pengamanan Jaringan Nataru 2025-2026: Komdigi Aktifkan Posko Telekomunikasi Hadapi Trafik & Cuaca Ekstrem

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah menyiagakan posko telekomunikasi untuk periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025–2026) guna mengantisipasi lonjakan trafik komunikasi dan potensi cuaca ekstrem. Apel bersama penyediaan Posko Siaga Kualitas Layanan Telekomunikasi ini dipimpin langsung oleh Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, serta dihadiri Direktur Jenderal Infrastruktur Digital, Wayan Toni Supriyanto, beserta jajaran pimpinan Komdigi dan perwakilan operator seluler nasional.

Langkah ini diambil untuk menjaga kelancaran konektivitas nasional, memastikan kualitas layanan tetap optimal di tengah prediksi peningkatan trafik telekomunikasi yang mencapai sekitar 30 persen dibandingkan hari biasa. Peningkatan trafik ini sejalan dengan perkiraan lonjakan mobilitas masyarakat untuk berwisata dan mudik yang diproyeksikan mencapai 119,5 juta orang selama periode Nataru 2025-2026.

Untuk mengantisipasi kenaikan trafik tersebut, Komdigi bersama operator seluler telah melakukan berbagai langkah mitigasi, termasuk optimalisasi jaringan di berbagai point of interest (POI) dan penyiapan infrastruktur tambahan di jalur-jalur strategis. Operator seluler juga telah meningkatkan kapasitas jaringan di lokasi prioritas seperti kawasan wisata, pusat transportasi, dan jalur tol utama. Selain itu, Mobile Base Transceiver Station (BTS) juga disiapkan di sepanjang jalur mudik dan titik-titik strategis untuk menjaga kualitas sinyal tetap stabil.

Komdigi membentuk Satuan Tugas Posko Bersama yang tersebar di 255 titik di seluruh Indonesia. Posko-posko ini berfungsi sebagai pusat pemantauan kualitas layanan telekomunikasi sekaligus menjaga keamanan spektrum frekuensi radio selama masa libur Natal dan Tahun Baru. Posko siaga tersebut ditempatkan di lokasi strategis, antara lain Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Pelabuhan Merak Banten, Rest Area KM 57, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, dan Pelabuhan Tanjung Pinang Kabupaten Bintan. Di sektor pariwisata, posko ditempatkan di Pantai Kuta Bali, Art Center Rantepao Toraja, dan Manado Town Square. Posko pusat koordinasi utama berada di Pusat Monitoring Telekomunikasi (PMT) Gedung Komdigi Jakarta, dengan dukungan posko pemantauan di 35 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Monitoring Spektrum Frekuensi Radio (Balmon SFR) di daerah. Posko-posko ini beroperasi mulai tanggal 19 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.

Menteri Meutya Hafid juga menekankan pentingnya operator seluler untuk memperhatikan ketersediaan cadangan energi pada infrastruktur yang dimiliki, terutama di tengah meningkatnya risiko bencana akibat tingginya curah hujan. Operator diminta memastikan cadangan energi seperti genset dan baterai cadangan dalam kapasitas penuh di daerah-daerah kritis. Komdigi juga bekerja sama dengan operator seluler dalam menyediakan paket komunikasi khusus dan diskon selama periode Nataru untuk memastikan masyarakat tetap terhubung dengan biaya yang terjangkau.

Beberapa operator seperti Telkomsel turut mengadopsi teknologi kecerdasan buatan (AI) melalui kerangka kerja Autonomous Network untuk mendeteksi dini, mendiagnosis, dan menyelesaikan gangguan secara otomatis, termasuk saat terjadi bencana alam, guna mengantisipasi lonjakan trafik. Upaya sinergis lintas sektor ini bertujuan untuk memastikan masyarakat dapat berkomunikasi, mengakses informasi, dan menghubungi layanan darurat dengan lancar di tengah tingginya mobilitas dan potensi tantangan cuaca ekstrem.