Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Perang Kualitas & Harga: Internet Rumah Biznet vs XL Home vs Telkomsel

2025-12-04 | 10:14 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-04T03:14:27Z
Ruang Iklan

Perang Kualitas & Harga: Internet Rumah Biznet vs XL Home vs Telkomsel

Persaingan di segmen internet rumah tangga di Indonesia semakin memanas, dengan tiga pemain utama, Biznet, XL Home, dan IndiHome (bagian dari Telkomsel), berlomba menawarkan layanan terbaik. Masing-masing operator membawa keunggulan uniknya, mulai dari kecepatan, harga, cakupan jaringan, hingga bundling layanan tambahan, untuk merebut hati konsumen.

IndiHome (Telkomsel): Dominasi Jaringan Terluas dan Integrasi Layanan

IndiHome, di bawah naungan Telkomsel, memimpin pasar internet tetap di Indonesia. Menurut Survei Internet Indonesia 2025 oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), IndiHome menguasai 43,96% pangsa pasar pengguna internet tetap di tahun 2025, jauh di atas para pesaingnya. Keunggulan utama IndiHome terletak pada cakupan jaringannya yang luas, diklaim "tersebar di seluruh negeri" dan "tersedia hingga pelosok negeri", berkat infrastruktur serat optik yang ekstensif.

IndiHome menawarkan beragam paket internet dengan kecepatan mulai dari 30 Mbps hingga 300 Mbps. Sebagai contoh, paket 50 Mbps tersedia mulai dari Rp 230.000 per bulan, sementara paket 75 Mbps dimulai dari Rp 250.000 per bulan. Untuk kecepatan lebih tinggi, ada paket 150 Mbps mulai dari Rp 325.000 dan 200 Mbps mulai dari Rp 490.000. IndiHome juga menyediakan paket Internet Only, serta bundling dengan layanan telepon rumah (bebas telepon hingga 100 menit) dan ratusan saluran TV interaktif. Beberapa paket sudah termasuk akses layanan streaming seperti Disney+ Hotstar, Prime Video, dan Netflix. Harga paket dapat bervariasi berdasarkan zona lokasi. Telkomsel juga menghadirkan Telkomsel One yang mengintegrasikan layanan internet rumah dan kuota seluler.

Biznet: Fokus pada Kecepatan Symmetrical dan Kestabilan

Biznet menargetkan segmen yang mengutamakan kecepatan internet tinggi dan stabil, khususnya dengan penawaran kecepatan unggah dan unduh yang simetris. Biznet Home menawarkan pilihan paket yang beragam, mulai dari Biznet Home Internet 0D dengan kecepatan hingga 60 Mbps seharga Rp 175.000 per bulan di beberapa wilayah, atau Rp 250.000 per bulan di wilayah lain. Untuk kebutuhan yang lebih tinggi, tersedia Biznet Home Internet 1D dengan kecepatan hingga 200 Mbps seharga Rp 375.000 per bulan, dan Biznet Home Internet 2D dengan kecepatan hingga 325 Mbps seharga Rp 575.000 per bulan. Biznet juga memiliki paket khusus gamer, Biznet Home Gamers 3D, dengan kecepatan hingga 300 Mbps dan IP Publik, dibanderol mulai dari Rp 700.000 per bulan.

Biznet juga menerapkan Fair Usage Policy (FUP) pada beberapa paketnya, seperti 1500 GB untuk paket dengan kecepatan 50, 150, dan 250 Mbps, serta 10.000 GB untuk paket Gamers. Cakupan Biznet Home menjangkau kota-kota besar di Pulau Jawa, Bali, Batam, Bangka, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Nusa Tenggara Timur. Dalam upaya meningkatkan kualitas, Biznet konsisten memperluas jaringan fiber optik di kota-kota besar seperti Jakarta, dengan fokus pada kestabilan dan kapasitas lalu lintas data yang besar. Berbagai promo sering ditawarkan, termasuk bonus bandwidth, gratis biaya instalasi, hingga diskon berlangganan dengan pembayaran di muka. Layanan tambahan meliputi Biznet IPTV dengan kualitas 4K dan Smart Internet WiFi untuk jangkauan sinyal yang lebih luas.

XL Home (XL Axiata): Bundling Inovatif dengan Kuota Seluler

XL Home, yang kini banyak dikenal melalui merek XL SATU, menawarkan solusi internet rumah yang sering dibundel dengan kuota data seluler untuk keluarga. Layanan ini menggunakan teknologi fiber optik, namun juga menyediakan solusi Fixed Wireless Access (FWA) melalui XL SATU Lite untuk menjangkau area yang belum tercover fiber.

Paket XL SATU menawarkan berbagai pilihan kecepatan dan kuota data seluler. Paket Value menyediakan kecepatan hingga 75 Mbps (promo dari 30 Mbps) dan kuota HP keluarga 10 GB seharga Rp 249.000 per bulan. Paket Smart menawarkan kecepatan hingga 100 Mbps (promo dari 50 Mbps) dengan 15 GB kuota HP keluarga seharga Rp 269.000 per bulan. Sementara itu, Paket Family memberikan kecepatan hingga 200 Mbps (promo dari 100 Mbps) dengan 25 GB kuota HP keluarga seharga Rp 369.000 per bulan. XL Home juga memiliki paket kecepatan lebih tinggi hingga 1 Gbps, seperti Paket Super Ultimate. Keunggulan lainnya adalah gratis biaya instalasi untuk beberapa paket.

Cakupan jaringan XL Home terus berkembang di kota-kota besar seperti Jabodetabek, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, dan Medan, namun masih perlu pengecekan ketersediaan jaringan secara spesifik di lokasi pelanggan. XL Home juga menyertakan Android TV Box untuk hiburan digital.

Siapa Juara? Tergantung Kebutuhan Konsumen

Tidak ada satu "juara" mutlak dalam pertarungan internet rumah ini, karena pilihan terbaik sangat bergantung pada prioritas dan kebutuhan masing-masing konsumen.

* IndiHome jelas unggul dalam hal cakupan jaringan terluas dan menjadi pilihan utama bagi mereka yang berada di daerah yang mungkin belum terjangkau operator lain. Integrasi dengan ekosistem Telkomsel juga menjadi nilai tambah bagi pengguna Telkomsel.
* Biznet menonjol dengan penawaran kecepatan simetris dan fokus pada performa internet yang stabil, cocok untuk pengguna dengan aktivitas berat seperti gaming online atau pekerjaan yang membutuhkan upload file besar. Pilihan layanan IPTV dan Mesh WiFi juga menambah daya tarik.
* XL Home menarik bagi keluarga yang mencari integrasi antara internet rumah dan kuota seluler, menawarkan solusi praktis dalam satu tagihan. Fleksibilitas dengan teknologi FWA juga memungkinkan jangkauan di area non-fiber.

Konsumen diharapkan untuk mempertimbangkan kecepatan yang dibutuhkan, anggaran bulanan, ketersediaan jaringan di lokasi tempat tinggal, serta layanan tambahan seperti TV kabel atau kuota seluler yang menjadi prioritas. Survei APJII 2025 juga menunjukkan bahwa harga paket yang terjangkau, rekomendasi kerabat, dan promo menarik menjadi faktor kunci dalam memilih operator internet. Dengan demikian, setiap operator memiliki segmen pasarnya sendiri, dan persaingan ketat ini pada akhirnya akan menguntungkan konsumen dengan pilihan layanan yang semakin beragam dan kompetitif.