:strip_icc()/kly-media-production/medias/5180347/original/010441400_1743753926-POCO_M7_Pro_5G.jpg)
Poco M8 Series, lini ponsel pintar kelas menengah terbaru dari Xiaomi, diperkirakan akan meluncur secara global pada Januari 2026, dengan fokus signifikan pada peningkatan kapabilitas kamera yang telah menjadi sorotan utama dalam berbagai bocoran. Rangkaian ini, yang mencakup Poco M8 dan Poco M8 Pro, menandai pergeseran strategis Poco untuk memperkuat posisi seri M sebagai tulang punggung portofolio mereka di segmen menengah, di tengah tekanan ekonomi yang memengaruhi pasar Android berbiaya rendah.
Bocoran spesifikasi mengindikasikan bahwa Poco M8 Pro akan dilengkapi dengan konfigurasi kamera belakang ganda, menampilkan sensor utama 50 megapiksel (MP) yang dipasangkan dengan lensa ultrawide 8 MP, serta kamera depan 32 MP untuk swafoto. Angka ini menjadi poin menarik mengingat spekulasi bahwa Poco M8 Pro merupakan versi rebranding dari Redmi Note 15 Pro+, yang di pasar lain dikabarkan membawa sensor utama 200 MP. Keputusan Poco untuk menggunakan sensor 50 MP, alih-alih 200 MP, pada M8 Pro diperkirakan merupakan strategi untuk mengontrol harga, sejalan dengan posisi seri M yang menargetkan konsumen sensitif harga. Sementara itu, Poco M8 standar diproyeksikan memiliki kamera belakang 50 MP dan kamera depan 20 MP.
Di luar kemampuan fotografi, Poco M8 Pro juga dirumorkan akan ditenagai oleh chipset Snapdragon 7s Gen 4, menampilkan layar OLED 1.5K berukuran 6.83 inci dengan kecepatan refresh 120Hz, dan didukung baterai 6.500 mAh dengan kemampuan pengisian daya cepat 100W. Fitur tambahan mencakup RAM LPDDR4X, penyimpanan UFS 2.2, pemindai sidik jari dalam layar, Wi-Fi 6E, Bluetooth 5.4, IR blaster, NFC, serta peringkat IP68 untuk ketahanan terhadap debu dan air. Poco M8 akan menggunakan chipset Snapdragon 6 Gen 3, layar OLED Full HD 6.7 inci 120Hz, dan baterai 5.520 mAh dengan pengisian daya 45W. Kedua perangkat ini diharapkan menjalankan Android 15 dengan HyperOS 2 atau 2.2.
Strategi rebranding perangkat Redmi menjadi Poco bukanlah hal baru, namun dengan seri M8, Poco memperluas jangkauan dan menekankan segmen menengah mereka. Analis industri mencatat bahwa pasar ponsel pintar global mengalami peningkatan tipis sebesar 1% pada kuartal kedua 2025, namun segmen Android berbiaya rendah menghadapi tekanan ekonomi yang signifikan. Di sisi lain, pasar ponsel pintar kelas menengah menunjukkan pertumbuhan yang kuat, didorong oleh perangkat yang menawarkan nilai sepadan dengan fitur-fitur yang dulunya eksklusif untuk model kelas atas.
Perkembangan teknologi kamera ponsel pintar pada tahun 2025 didominasi oleh pendekatan "kualitas di atas kuantitas", dengan fokus pada sensor yang lebih besar, fotografi komputasi bertenaga AI, dan rekayasa lensa yang canggih untuk meningkatkan kualitas gambar secara keseluruhan. Integrasi AI menjadi kunci untuk menyempurnakan foto dan video, bahkan pada pilihan ponsel dengan anggaran terbatas. Dengan mengadopsi sensor 50 MP pada M8 Pro, Poco berupaya menyeimbangkan biaya produksi dengan ekspektasi konsumen terhadap kualitas gambar yang ditingkatkan melalui pemrosesan AI, alih-alih hanya mengejar angka megapiksel yang tinggi. Langkah ini menempatkan seri Poco M8 sebagai pemain penting dalam persaingan ketat di segmen menengah, di mana inovasi kamera dan penawaran nilai menjadi faktor penentu.