:strip_icc()/kly-media-production/medias/3620641/original/042085600_1635848858-thibault-penin-AWOl7qqsffM-unsplash.jpg)
Netflix, raksasa layanan streaming global, secara resmi mengumumkan kesepakatan definitif untuk mengakuisisi Warner Bros., termasuk studio film dan televisinya, HBO Max, dan HBO, dari Warner Bros. Discovery (WBD). Kesepakatan blockbuster ini diperkirakan bernilai total perusahaan sekitar $82,7 miliar (sekitar Rp 1.282 triliun, dengan asumsi kurs Rp 15.500 per dolar AS), dengan nilai ekuitas mencapai $72,0 miliar, yang setara dengan sekitar Rp 1.147 triliun (dengan asumsi kurs Rp 15.930 per dolar AS). Akuisisi ini diperkirakan akan secara fundamental mengubah lanskap industri hiburan global.
Melalui akuisisi ini, waralaba ikonik seperti "Harry Potter", "Game of Thrones", DC Universe (termasuk Batman dan Superman), "The Big Bang Theory", "The Sopranos", dan "The Wizard of Oz" akan berpindah tangan dan bergabung dengan portofolio konten ekstensif Netflix. Ini berarti jutaan penggemar di seluruh dunia dapat mengharapkan "rumah baru" bagi konten-konten favorit mereka di platform Netflix dalam waktu dekat.
Transaksi ini diharapkan akan ditutup dalam 12 hingga 18 bulan ke depan, menyusul selesainya pemisahan divisi Global Networks WBD, Discovery Global (yang mencakup CNN, TNT Sports, dan Discovery), menjadi perusahaan publik terpisah. Pemisahan ini diperkirakan akan rampung pada kuartal ketiga tahun 2026.
Ted Sarandos, co-CEO Netflix, menyatakan bahwa akuisisi ini akan meningkatkan penawaran Netflix dan mempercepat bisnis perusahaan untuk beberapa dekade mendatang, dengan menggabungkan inovasi dan jangkauan global Netflix dengan warisan penceritaan Warner Bros. yang berusia seabad. David Zaslav, Presiden dan CEO Warner Bros. Discovery, juga menyambut baik kesepakatan tersebut, menekankan bahwa ini akan memastikan cerita-cerita paling mendalam di dunia terus dinikmati oleh generasi mendatang.
Selain studio film dan TV, layanan streaming HBO Max dan HBO juga akan berada di bawah payung Netflix. Akuisisi ini juga mencakup divisi video game Warner Bros., yang berarti studio seperti Rocksteady, NetherRealm, Avalanche, dan TT Games akan menjadi bagian dari Netflix.
Namun, kesepakatan ini tidak lepas dari tantangan. Transaksi ini memerlukan persetujuan regulasi dari berbagai pihak berwenang, serta persetujuan dari para pemegang saham WBD. Analis Wall Street telah menyuarakan keprihatinan tentang potensi dampak terhadap pasar teater dan persaingan di industri, mengingat ukuran transaksi yang bisa menarik pengawasan antimonopoli yang ketat. Meskipun demikian, Netflix berjanji untuk tetap menghormati komitmen Warner Bros. terhadap perilisan film-filmnya di bioskop.