Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Saksikan Puncak Cold Moon 4 Desember: Panduan Waktu & Cara Terbaik Melihatnya di Indonesia

2025-12-02 | 14:24 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-02T07:24:48Z
Ruang Iklan

Saksikan Puncak Cold Moon 4 Desember: Panduan Waktu & Cara Terbaik Melihatnya di Indonesia

Fenomena astronomi Cold Moon, atau bulan purnama terakhir di penghujung tahun, akan kembali menyapa langit Indonesia pada 4 Desember 2025. Peristiwa langit ini tidak hanya menjadi penutup siklus purnama tahunan, tetapi juga istimewa karena bertepatan dengan fenomena Supermoon, menjanjikan penampakan bulan yang lebih besar dan terang dari biasanya.

Cold Moon merupakan sebutan tradisional yang digunakan oleh suku asli Amerika, khususnya suku Mohawk, untuk bulan purnama yang terjadi di bulan Desember. Penamaan ini merujuk pada dimulainya musim dingin di Belahan Bumi Utara, di mana suhu udara mulai turun drastis. Selain Cold Moon, fenomena ini juga dikenal dengan nama lain seperti "Long Night Moon" atau "Moon Before Yule", merujuk pada malam yang semakin panjang menjelang titik balik musim dingin.

Menurut perhitungan astronomi, puncak Cold Moon tahun 2025 diperkirakan terjadi pada 4 Desember pukul 14.48 UTC, yang setara dengan pukul 21.48 WIB di Indonesia. Fenomena ini dapat diamati di seluruh wilayah Indonesia. Karena bertepatan dengan Supermoon, Bulan akan berada pada titik terdekatnya dengan Bumi (perigee), menjadikannya terlihat hingga 14 persen lebih besar dan 30-33 persen lebih terang dibandingkan bulan purnama biasa. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahkan menyatakan bahwa Cold Moon 2025 akan "ekstrem" di Indonesia, menjadikannya sempurna untuk pengamatan dari Jakarta hingga Papua, juga berpotensi memicu pasang tinggi di wilayah pesisir.

Untuk mengamati keindahan Cold Moon, masyarakat dapat menyaksikannya dengan mata telanjang jika kondisi cuaca cerah dan tidak terhalang awan. Waktu terbaik untuk memulai pengamatan adalah saat bulan terbit di cakrawala timur setelah matahari terbenam, terutama mulai pukul 21.48 WIB hingga dini hari. Lokasi pengamatan yang direkomendasikan adalah tempat dengan pandangan langit yang luas dan minim polusi cahaya, seperti dataran tinggi, lapangan terbuka, atau garis pantai yang menghadap ke timur.

Selama pengamatan, Cold Moon akan menampilkan formasi langit yang menarik. Bulan diprediksi akan tampak membentuk pola segitiga bersama gugus bintang Pleiades dan bintang Aldebaran yang berada di konstelasi Taurus. Planet Jupiter juga berpotensi terlihat berdekatan dengan Bulan, sementara rasi bintang musim dingin Orion turut menghiasi langit malam.

Bagi para penggiat teknologi dan penggemar astrofotografi, penggunaan alat bantu optik seperti teropong atau teleskop dapat memperjelas detail kawah dan permukaan bulan, memberikan pengalaman pengamatan yang lebih mendalam. Selain itu, kamera profesional atau kamera ponsel canggih dengan mode manual dapat dimanfaatkan untuk mengabadikan momen ini, terutama saat bulan berada di posisi rendah di cakrawala untuk menghindari over-exposure. Fenomena astronomi ini juga menjadi pengingat akan peran teknologi dalam studi dan pemantauan benda-benda langit, seperti yang dilakukan oleh badan antariksa global dalam meneliti fenomena bulan lainnya. Setelah Cold Moon ini, bulan purnama pertama di tahun 2026 yang dikenal sebagai Wolf Moon akan muncul pada 3 Januari 2026.