Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Samsung Integrasikan Perplexity AI ke Bixby 4.0, Strategi Gempur Dominasi Gemini

2025-12-31 | 07:47 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-31T00:47:59Z
Ruang Iklan

Samsung Integrasikan Perplexity AI ke Bixby 4.0, Strategi Gempur Dominasi Gemini

Samsung Electronics mengintegrasikan Perplexity AI ke dalam asisten virtual Bixby versi 4.0, menandai upaya signifikan untuk meningkatkan kapabilitasnya dan menantang dominasi Google Gemini di pasar asisten AI. Integrasi ini telah mulai terlihat dalam fase beta One UI 8.5 pada perangkat Galaxy S25, dengan peluncuran yang lebih luas diperkirakan bertepatan dengan seri Galaxy S26 pada awal 2026. Langkah strategis ini menargetkan peningkatan Bixby dalam menangani pertanyaan kompleks berbasis web dan menyediakan hasil pencarian real-time dengan kutipan, yang secara historis menjadi kelemahan asisten buatan Samsung.

Selama bertahun-tahun, Bixby menghadapi kritik karena keterbatasan fungsionalitasnya dibandingkan pesaing seperti Google Assistant dan, belakangan, Google Gemini. Sementara Bixby unggul dalam kontrol perangkat internal dan penyesuaian ekosistem Samsung, kemampuannya untuk pencarian informasi umum dan pemahaman konteks yang mendalam tertinggal. Google Gemini, dengan integrasi ekosistem Google yang luas, kemampuan multimodal yang canggih, dan model bahasa besar (LLM) mutakhir, telah menetapkan standar tinggi untuk asisten AI, mampu memproses teks, audio, gambar, dan video secara simultan.

Kemitraan dengan Perplexity AI, yang dikenal dengan pendekatan berbasis riset yang menyediakan jawaban didukung sumber, memungkinkan Samsung menerapkan strategi "hibrida". Bixby akan terus mengelola perintah dasar pada perangkat seperti mengubah pengaturan atau membuka aplikasi, sementara Perplexity AI akan mengambil alih untuk kueri yang lebih rumit yang membutuhkan penelusuran web dan penalaran canggih. Pendekatan ini mencerminkan strategi Apple yang mengintegrasikan ChatGPT ke dalam Siri untuk menangani permintaan lanjutan, memungkinkan Apple dan Samsung untuk mempertahankan kontrol atas asisten internal mereka sambil memanfaatkan kekuatan AI pihak ketiga.

Integrasi Perplexity ke Bixby juga menegaskan kembali komitmen Samsung terhadap strategi AI yang berpusat pada pengalaman pengguna, yang melibatkan kolaborasi dengan mitra sekaligus pengembangan model AI internal seperti Samsung Gauss2. Selain itu, Samsung telah menyatakan bahwa fitur-fitur Galaxy AI penting akan tetap tersedia secara gratis, meredakan kekhawatiran tentang biaya berlangganan untuk kemampuan AI di masa depan.

Implikasi jangka panjang dari langkah ini berpotensi mengubah lanskap asisten AI yang sangat kompetitif. Dengan memperkuat Bixby, Samsung berupaya mengurangi ketergantungannya pada Google untuk fungsionalitas AI tingkat lanjut dan menawarkan pengalaman AI yang lebih diferensiasi di seluruh jajaran produk Galaxy-nya. Kehadiran Bixby yang didukung Perplexity AI pada perangkat Galaxy S26 diharapkan memberikan pengguna Samsung alternatif yang kuat terhadap Gemini, terutama dalam hal kueri berbasis informasi yang relevan dan akurat. Hal ini juga dapat mendorong inovasi lebih lanjut di seluruh industri, karena produsen perangkat lainnya mungkin mencari kemitraan serupa untuk meningkatkan kapabilitas AI mereka dan menghindari monopoli ekosistem. Dengan demikian, integrasi ini bukan hanya peningkatan fitur, tetapi pergeseran strategis dalam perang AI yang lebih besar.