:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/5360077/original/083163800_1758698606-FullSizeRender.jpeg)
Samsung Electronics secara aktif melakukan pengujian internal untuk One UI 8.5 pada sejumlah model tablet Galaxy Tab andalannya, dengan rilis publik yang diperkirakan akan berlangsung pada awal tahun 2026. Langkah ini menegaskan komitmen Samsung dalam meningkatkan pengalaman pengguna dan memperkuat ekosistem perangkatnya melalui pembaruan perangkat lunak signifikan, menempatkan seri Galaxy Tab S11, Galaxy Tab S10, Galaxy Tab S9, dan Galaxy Tab S8 dalam jalur pembaruan versi antarmuka yang lebih baru.
Pengujian ini, yang telah terlacak di server internal Samsung di berbagai wilayah termasuk India, Eropa, Korea, Turki, Amerika Serikat, Jerman, dan Inggris, menunjukkan kemajuan yang stabil dalam pengembangan One UI 8.5. Versi perangkat lunak ini diharapkan akan diluncurkan secara publik bersamaan dengan seri Galaxy S26, sebuah pola distribusi yang konsisten dengan strategi Samsung di masa lalu. Meskipun program beta One UI 8.5 telah dibuka untuk seri Galaxy S25 pada awal Desember 2025, pengguna tablet diperkirakan akan langsung menerima versi stabil tanpa melalui fase beta publik.
One UI 8.5, yang dibangun di atas Android 16 QPR2, menjanjikan peningkatan kinerja, fitur berbasis kecerdasan buatan (AI) baru, dan penyempurnaan antarmuka pengguna. Salah satu fitur menonjol yang dikabarkan adalah "Now Nudges", yang secara otomatis menampilkan informasi relevan dalam aplikasi, kemungkinan besar didasarkan pada fitur "Contextual Suggestions" dari Google. Fitur "Storage Share" juga akan diperkenalkan, memungkinkan tablet untuk mengakses file dari perangkat Galaxy lain seperti ponsel dan PC secara langsung melalui aplikasi My Files, menghilangkan kebutuhan transfer manual atau melalui cloud yang lambat.
Untuk pengguna yang berfokus pada kreasi konten, One UI 8.5 akan menyertakan "Continuous Image Generation" dalam fitur Photo Assist. Ini memungkinkan pengguna untuk terus memodifikasi karya seni AI tanpa perlu menyimpan setiap draf, menyederhanakan alur kerja kreatif. Quick Share juga akan ditingkatkan, dengan kemampuan untuk mengenali orang dalam foto dan secara proaktif menyarankan untuk membagikannya langsung kepada kontak terkait. Di samping itu, "Audio Broadcast" akan memungkinkan komunikasi tanpa hambatan dengan perangkat berkemampuan LE Audio melalui Auracast, termasuk kemampuan menyiarkan suara pengguna melalui mikrofon ponsel, yang sangat berguna dalam situasi grup seperti tur atau acara. Perubahan desain antarmuka juga mencakup sentuhan "Liquid Glass", yang menambahkan kedalaman dan transparansi pada tampilan, serta panel cepat yang sepenuhnya dapat disesuaikan dan peningkatan pada keamanan perangkat melalui fitur Theft Protection.
Keputusan Samsung untuk menyertakan berbagai seri tablet premiumnya dalam siklus pengujian awal ini mencerminkan strategi yang lebih luas untuk menjaga relevansi dan nilai perangkat kerasnya. Dengan menawarkan pembaruan perangkat lunak yang substansial dan tepat waktu, Samsung bertujuan untuk mempertahankan kepuasan pengguna dan memperpanjang masa pakai perangkat, sebuah faktor kunci dalam pasar tablet yang kompetitif. Prioritas pada stabilitas dan kecepatan pembaruan, bahkan pada perangkat menengah, menempatkan Samsung dalam posisi yang kuat dibandingkan beberapa pesaingnya. Namun, perlu dicatat bahwa beberapa fitur yang diperkenalkan mungkin disesuaikan atau tidak sepenuhnya tersedia pada model tablet yang lebih lama untuk menjaga stabilitas dan kinerja.