Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Satria & Starlink Akselerasi Pemulihan Internet Darurat Sumatera

2025-12-03 | 15:55 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-03T08:55:39Z
Ruang Iklan

Satria & Starlink Akselerasi Pemulihan Internet Darurat Sumatera

Pemerintah Indonesia tengah berupaya keras mempercepat pemulihan akses internet di sejumlah wilayah di Sumatera yang terdampak parah oleh bencana banjir bandang dan tanah longsor. Dalam upaya darurat ini, layanan internet berbasis satelit seperti Satria-1 dan Starlink dikerahkan untuk memastikan konektivitas tetap tersedia bagi masyarakat dan tim penanganan bencana.

Bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) sejak 26-27 November 2025 telah menyebabkan gangguan signifikan pada infrastruktur telekomunikasi. Ribuan menara Base Transceiver Station (BTS) mengalami kelumpuhan, jalur kabel serat optik terputus, dan pasokan listrik padam, membuat akses komunikasi menjadi terhambat. Per 1 Desember 2025, tercatat 2.804 BTS di tiga provinsi tersebut terdampak gangguan, dengan Aceh menjadi wilayah yang paling parah dengan 1.969 menara telekomunikasi lumpuh.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bergerak cepat dengan mengerahkan Satelit Republik Indonesia (Satria-1), yang memang dirancang untuk menjangkau wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) dan daerah sulit diakses, terutama saat terjadi bencana. Hingga Senin, 2 Desember 2025, Komdigi telah menambah titik akses internet berbasis Satria-1 menjadi 14 lokasi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dari sebelumnya 10 titik. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa penyediaan layanan satelit ini menjadi prioritas untuk memastikan masyarakat tetap bisa terhubung dan mengakses informasi resmi pemerintah.

Selain itu, layanan internet satelit Starlink milik SpaceX juga turut berperan aktif dalam pemulihan konektivitas. Starlink telah menyediakan 32 unit perangkat, termasuk dukungan genset, dan beberapa di antaranya sudah mulai beroperasi di berbagai lokasi, seperti di Tapanuli Tengah dan posko-posko BNPB. Sebagai bentuk dukungan kemanusiaan, Starlink juga menggratiskan layanan internet bagi pelanggan baru maupun lama di wilayah terdampak banjir hingga akhir Desember 2025. Elon Musk, CEO SpaceX, menyatakan bahwa kebijakan ini adalah standar yang diterapkan Starlink di seluruh dunia setiap kali terjadi bencana alam.

Hingga saat ini, upaya pemulihan menunjukkan hasil yang positif. Operator seluler melaporkan bahwa di Sumatera Barat, sinyal telekomunikasi telah pulih 95 persen, dan di Sumatera Utara mencapai 90 persen. Sementara itu, Aceh masih menghadapi tantangan pasokan listrik yang menyebabkan sekitar 60 persen menara telekomunikasi belum beroperasi, meskipun pemerintah bersama operator dan PLN terus bekerja keras untuk normalisasi layanan. Telkomsel melaporkan pemulihan layanan seluler mencapai 76,5% dan layanan IndiHome 79,7% di ketiga wilayah tersebut, didukung oleh mobilisasi personel teknis, penempatan genset tambahan, pengalihan rute backbone, dan penggelaran BTS mobile. TelkomGroup juga telah mengaktifkan tambahan unit layanan satelit Mangostar untuk mendukung konektivitas di 6 posko bencana.

Komdigi menargetkan pemulihan sinyal di Aceh akan meningkat signifikan dalam empat hari ke depan seiring dengan perbaikan jaringan listrik oleh PLN. Pemerintah terus memastikan koordinasi intensif dengan BNPB, BPBD, Komdigi, Pemerintah Daerah, serta berbagai instansi terkait untuk mempercepat normalisasi konektivitas di area prioritas, dengan kolaborasi ini menjadi kunci dalam mengembalikan konektivitas di daerah terisolasi.