Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Sektor Telekomunikasi Perkuat Infrastruktur Digital Jelang Puncak Trafik Nataru

2025-12-31 | 15:39 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-31T08:39:56Z
Ruang Iklan

Sektor Telekomunikasi Perkuat Infrastruktur Digital Jelang Puncak Trafik Nataru

Perusahaan telekomunikasi dan regulator di Indonesia menghadapi lonjakan trafik data yang signifikan selama periode libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru), dengan proyeksi peningkatan antara 7% hingga 20% dibandingkan hari normal. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah berkoordinasi erat dengan operator seluler utama seperti Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), dan XL Axiata untuk memastikan stabilitas jaringan di tengah mobilitas masyarakat yang diperkirakan mencapai 110,67 juta orang berdasarkan survei Kementerian Perhubungan.

Komdigi, melalui Wakil Menteri Nezar Patria, pada November 2024 telah menegaskan bahwa pihaknya bekerja sama dengan operator seluler untuk meningkatkan kapasitas internet guna mengantisipasi lonjakan trafik. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, secara konsisten menjamin kelancaran layanan telekomunikasi selama Nataru 2024/2025, bahkan membuka layanan aduan melalui media sosial untuk penanganan gangguan cepat.

Telkomsel, sebagai salah satu operator terbesar, memproyeksikan peningkatan trafik data mencapai 14,8% secara nasional, dengan puncak beban data (payload) diperkirakan menyentuh 1.981 petabyte. Perusahaan ini fokus pada penguatan jaringan 4G dan 5G di 409 titik keramaian, termasuk pusat perbelanjaan, tempat ibadah, area residensial, jalur mudik, bandara, pelabuhan, dan stasiun, dengan dukungan teknologi Autonomous Network berbasis kecerdasan buatan untuk deteksi dan penanganan gangguan otomatis. Di wilayah Papua, Maluku, Kalimantan, dan Sulawesi (PAMASUKA), Telkomsel bahkan memprediksi lonjakan trafik broadband hingga 22,5%, didorong oleh peningkatan akses media sosial, video streaming, layanan komunikasi, gaming online, hingga e-commerce. Telkomsel juga telah menyiagakan lebih dari 5.000 BTS 5G di 79 kota dan kabupaten, serta 38 Compact Mobile BTS (COMBAT) untuk mendukung kapasitas.

Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) melaporkan telah mengoptimalkan jaringan di lebih dari 15.731 lokasi prioritas dan meningkatkan kapasitas di 415 titik strategis, seperti tempat ibadah, bandara, stasiun, dan destinasi wisata. Indosat memproyeksikan lonjakan trafik data sekitar 16,58% dibandingkan rata-rata harian, dengan peningkatan kapasitas jaringan hingga 33% dari rata-rata harian. Pengelolaan jaringan Indosat dipantau secara real-time melalui Digital Intelligence Operations Center (DIOC), yang berfungsi 24 jam untuk menjaga performa jaringan. Wilayah dengan potensi kenaikan trafik terbesar Indosat meliputi Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Jabodetabek, Jawa non-Jabodetabek, serta Bali dan Nusra. Di Jawa Tengah dan DIY sendiri, trafik data diperkirakan meningkat 13%, dengan Indosat mengoperasikan lebih dari 27.300 BTS.

Sementara itu, XL Axiata memprediksi peningkatan trafik mencapai 10% hingga 20% dibandingkan hari normal, bahkan menyiapkan kapasitas jaringan dua kali lipat lebih besar. Lonjakan trafik ini didorong intensitas pelanggan menggunakan layanan digital berkapasitas besar seperti pengiriman konten video atau foto, streaming, gim, dan media sosial. XL Axiata memonitoring lonjakan trafik antara 24 Desember 2024 hingga 2 Januari 2025, dengan rata-rata trafik layanan meningkat 19% dibandingkan hari normal. Puncak kenaikan trafik terjadi pada malam tahun baru di lokasi wisata Sarangan yang mencapai 208%. XL Axiata juga telah mengoptimasi jaringan di area tujuan wisata dan sepanjang jalur transportasi darat di Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi, serta menyiagakan 127 Mobile BTS.

Prediksi lonjakan trafik data telekomunikasi secara nasional selama Nataru 2025/2026 bahkan diperkirakan mencapai 30% oleh Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, yang menyoroti perlunya operator seluler meningkatkan kapasitas BTS mereka. Kesiapan jaringan di 255 posko bersama, termasuk 35 posko pengawasan spektrum frekuensi radio di bandara, menunjukkan skala koordinasi yang dilakukan Komdigi dengan operator. Peningkatan signifikan dalam pergerakan masyarakat, seperti tercatat 10,11 juta orang menggunakan angkutan umum selama Nataru 2025/2026, yang naik 4,85% dari periode 2024/2025, secara langsung berkorelasi dengan kebutuhan jaringan telekomunikasi yang prima.

Implikasi dari peningkatan trafik yang masif ini bukan hanya pada ketersediaan bandwidth, melainkan juga pada kualitas pengalaman pengguna. Dengan dominasi layanan streaming, media sosial, dan gaming online, operator harus menjaga latensi rendah dan stabilitas koneksi. Komdigi dan operator terus berinvestasi pada modernisasi jaringan, termasuk pengembangan infrastruktur 5G dan pemanfaatan kecerdasan buatan, bukan hanya untuk mengatasi lonjakan musiman, tetapi juga sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi digital jangka panjang Indonesia. Ke depan, tantangan akan semakin kompleks dengan adopsi teknologi yang lebih canggih dan peningkatan ekspektasi pelanggan, menuntut inovasi berkelanjutan dalam pengelolaan kapasitas dan kualitas layanan.