Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Sinergi Telkomsel-Komdigi Gencarkan Bantuan Kemanusiaan untuk Aceh

2025-12-29 | 17:32 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-29T10:32:35Z
Ruang Iklan

Sinergi Telkomsel-Komdigi Gencarkan Bantuan Kemanusiaan untuk Aceh

Telkomsel bersama Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia memperkuat penyaluran bantuan kemanusiaan serta memulihkan infrastruktur telekomunikasi di Aceh, khususnya di wilayah terdampak bencana seperti Kabupaten Aceh Tamiang, untuk mempercepat proses pemulihan pascabencana yang melanda provinsi tersebut. Kolaborasi strategis ini, yang ditegaskan melalui penyerahan bantuan di Kantor Samsat Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, pada akhir Desember 2025, mencerminkan komitmen sektor telekomunikasi dan pemerintah dalam mendukung masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit.

Bantuan yang disalurkan meliputi 30 unit tenda darurat, 20 unit MCK portabel, ratusan unit telepon seluler, ratusan Al-Qur'an, mukena, dan jilbab, serta dukungan penyewaan alat berat beserta operatornya untuk mempercepat upaya pembersihan dan rekonstruksi. Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari rangkaian dukungan berkelanjutan Telkomsel di wilayah terdampak bencana. "Pemulihan pascabencana membutuhkan kerja bersama dan kepedulian lintas pihak. Melalui kolaborasi dengan Kementerian Komdigi, Telkomsel berupaya memastikan masyarakat Aceh mendapatkan dukungan yang menyeluruh—baik dari sisi kemanusiaan maupun kebutuhan dasar—agar dapat kembali beraktivitas secara bertahap," ujar Nugroho dalam keterangan resminya. Sebelumnya, Telkomsel juga telah menyalurkan bantuan air bersih, ratusan unit genset, dan berbagai logistik kebutuhan dasar, dengan Komdigi dan Telkomsel mengirimkan 100 genset dan 500 unit ponsel untuk Sumatra dan Aceh, fokus pada Aceh Tamiang, Gayo Luwes, dan Bener Meriah.

Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Hafid, mengapresiasi langkah Telkomsel, menekankan bahwa kolaborasi ini "bukti nyata bahwa negara hadir bersama BUMN untuk memberikan perlindungan dan dukungan bagi masyarakat terdampak." Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, juga menyoroti peran strategis pemulihan jaringan telekomunikasi dalam mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat.

Di samping bantuan fisik, Telkomsel memprioritaskan pemulihan infrastruktur jaringan komunikasi sebagai tulang punggung tanggap darurat. Jaringan telekomunikasi dianggap faktor kritis untuk koordinasi evakuasi, pendataan korban, dan distribusi bantuan. Hingga 27 Desember 2025, Telkomsel mengklaim telah menuntaskan pemulihan jaringan di seluruh 289 kecamatan di Aceh, termasuk Kecamatan Syiah Utama di Kabupaten Bener Meriah yang menjadi wilayah terakhir yang berhasil dipulihkan. Sebelumnya, pada 22 Desember 2025, progres pemulihan jaringan di Aceh telah mencapai 80,63 persen, dan pada 26 Desember 2025, lebih dari 90 persen jaringan telekomunikasi di Aceh telah pulih, dengan 91 persen dari 88 situs di Aceh Tamiang telah kembali aktif. Telkomsel juga menyediakan akses WiFi gratis di 97 titik dan layanan penggantian kartu gratis di GraPARI bagi pelanggan yang terdampak.

Upaya sinergis antara entitas negara dan swasta ini menggarisbawahi evolusi pendekatan penanggulangan bencana di Indonesia, di mana konektivitas digital kini menjadi elemen esensial dalam keberlangsungan hidup dan pemulihan pascakrisis. Kolaborasi Telkomsel dan Komdigi diharapkan tidak hanya mempercepat pemulihan fisik dan psikis korban, tetapi juga memperkuat ketahanan digital daerah terhadap potensi bencana di masa mendatang, memastikan bahwa masyarakat tetap terhubung dan memiliki akses informasi yang vital selama masa-masa kritis.