Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Sorotan Teknologi: Ledakan Penjualan Galaxy Z Trifold dan Daftar Aplikasi iPhone Paling Dicari di Indonesia

2025-12-22 | 17:58 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-22T10:58:06Z
Ruang Iklan

Sorotan Teknologi: Ledakan Penjualan Galaxy Z Trifold dan Daftar Aplikasi iPhone Paling Dicari di Indonesia

Pasar teknologi global dan Indonesia menunjukkan dinamika menarik memasuki akhir 2025, ditandai dengan debut perangkat inovatif seperti ponsel lipat tiga, tren adopsi aplikasi digital yang pesat, serta geliat ekonomi digital nasional. Samsung Electronics baru-baru ini meluncurkan Galaxy Z TriFold, perangkat lipat tiga pertamanya, di pasar Korea Selatan dan Uni Emirat Arab, meskipun penjualan awal dibatasi dan harga premium.

Galaxy Z TriFold, yang secara resmi mulai dijual di Korea Selatan pada 12 Desember 2025, kemudian menyusul di Uni Emirat Arab, segera ludes terjual dalam hitungan menit di pasar-pasar tersebut. Perangkat ini dibanderol dengan harga sekitar 3,59 juta won Korea atau sekitar $2.430, yang disebut oleh Lim Sung-taek, wakil presiden divisi Korea Samsung Electronics, sebagai "harga yang sulit dicapai, dengan memangkas segala kemungkinan." Meskipun demikian, pasokan domestik awal diperkirakan hanya sekitar 3.000 unit, dengan target pengiriman global sekitar 30.000 unit, mengindikasikan strategi Samsung yang lebih fokus pada pameran kemampuan teknologinya dibandingkan volume penjualan masif. Laporan dari Sammy Fans pada 22 Desember 2025, mencatat bahwa Samsung tidak meningkatkan produksi perangkat TriFold, dan perusahaan telah mengonfirmasi tidak memperoleh keuntungan signifikan dari penjualan tersebut, menandakan tujuan utamanya sebagai demonstrasi keunggulan inovasi. Kehadiran Galaxy Z TriFold, yang memiliki layar internal 10 inci saat dibuka penuh dan dua engsel, juga memicu spekulasi mengenai potensi masuknya Apple ke pasar ponsel lipat pada tahun 2026. Para analis percaya bahwa masuknya Apple dapat memicu pertumbuhan pasar perangkat lipat secara keseluruhan.

Di tengah inovasi perangkat keras, perilaku konsumen di Indonesia terus membentuk lanskap aplikasi seluler. Aplikasi pembayaran digital dan media sosial mendominasi daftar terpopuler di kalangan pengguna iPhone sepanjang 2025. Data dari BeritaSatu.com dan VOI pada Desember 2025 menunjukkan bahwa aplikasi gratis yang paling banyak diunduh oleh pengguna iPhone di Indonesia mencakup TikTok, WhatsApp Messenger, Instagram, CapCut, Shopee Indonesia, YouTube, Google Maps, ChatGPT, Facebook, dan DANA Dompet Digital Indonesia. Secara spesifik, ShopeePay menempati peringkat pertama untuk aplikasi gratis yang paling banyak diunduh di pasar Indonesia pada iPhone, mengungguli aplikasi jejaring sosial atau chatbot populer seperti Gemini. Aplikasi e-commerce Shopee berada di posisi kedua, diikuti oleh Google Maps, GoPay, dan DANA. Dominasi aplikasi keuangan digital ini, bersama dengan platform komunikasi dan hiburan, menunjukkan semakin terintegrasinya perangkat iOS ke dalam aktivitas harian masyarakat Indonesia, mulai dari transaksi hingga konsumsi konten. Tren ini juga menggarisbawahi perubahan preferensi pengguna yang tidak lagi terbatas pada hiburan semata, tetapi juga mencari efisiensi dan nilai guna jangka panjang.

Secara lebih luas, ekonomi digital Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan signifikan, didorong oleh adopsi teknologi 5G dan kecerdasan buatan (AI). Proyeksi menunjukkan ekonomi digital Indonesia akan melampaui $130 miliar pada tahun 2025, menjadikannya salah satu yang tumbuh tercepat di Asia Tenggara. Peningkatan penetrasi internet, yang mencapai 79,5% dengan lebih dari 221 juta pengguna internet pada awal 2024, telah memperluas peluang bagi bisnis untuk mengembangkan pasar mereka dan mendorong adopsi teknologi. Sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) nasional diperkirakan tumbuh sekitar 7% pada tahun 2025, didukung oleh implementasi luas AI, Internet of Things (IoT), dan jaringan 5G. International Data Corporation (IDC) memprediksi adopsi AI di Indonesia akan tumbuh sebesar 35% pada tahun 2025, didorong oleh permintaan solusi bisnis yang lebih cerdas. Meskipun pasar smartphone Indonesia menghadapi tantangan seperti ketidakpastian ekonomi global dan penurunan pengiriman sebesar 7% secara tahunan pada kuartal kedua 2025, segmen 5G justru mencapai rekor tertinggi, menyumbang 35% dari total pengiriman, didorong oleh model-model yang lebih terjangkau. Vanessa Aurelia, analis riset di IDC Indonesia, menyatakan bahwa pertumbuhan pasar smartphone diperkirakan berada dalam "digit tunggal yang lebih rendah untuk 2025," namun sektor ini tetap krusial sebagai fondasi ekonomi digital yang berkembang pesat.