Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Telkom Ungkap Tantangan di Balik Percepatan Pemulihan Jaringan Sumatera

2025-12-02 | 20:41 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-02T13:41:10Z
Ruang Iklan

Telkom Ungkap Tantangan di Balik Percepatan Pemulihan Jaringan Sumatera

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) tengah mempercepat upaya pemulihan jaringan telekomunikasi di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat menyusul bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejak 24 November 2025. Bencana alam ini, yang dipicu oleh intensitas curah hujan tinggi serta kerusakan lingkungan akibat alih fungsi lahan dan deforestasi, telah menyebabkan gangguan signifikan pada infrastruktur darat telekomunikasi.

Untuk memastikan kebutuhan komunikasi masyarakat tetap terpenuhi di tengah kondisi infrastruktur darat yang belum sepenuhnya pulih, TelkomGroup telah memperluas langkah tanggap daruratnya. EVP Telkom Regional 1 (Sumatra), Dwi Pratomo Juniarto, menyatakan bahwa Telkom melalui PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) menyalurkan layanan satelit Mangostar ke enam posko bencana yang tersebar di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh. Layanan ini bertujuan mendukung aktivitas komunikasi petugas, relawan, dan warga yang mengungsi, serta memperkuat penggunaan cadangan satelit dan IP radio yang telah diaktifkan sebelumnya. Selain itu, TelkomGroup juga menyediakan akses WiFi gratis di tujuh kantor Witel (Kantor Wilayah Telekomunikasi) dan STO (Sentral Telepon Otomat), termasuk di Witel Sumut dan lokasi posko, Witel Banda Aceh, STO Sigli, Witel Sibolga, Witel Sumbar, dan STO Talu, agar masyarakat dapat tetap terhubung dan memperoleh informasi penting selama masa pemulihan.

Anak usaha TelkomGroup, Telkomsel, melaporkan bahwa gangguan signifikan masih terjadi di beberapa area. Di Aceh, lebih dari 1.430 situs, 2.400 BTS (Base Transceiver Station), dan 15 STO terdampak akibat pemadaman listrik, robohnya menara SUTET, serta terputusnya akses jalan. Sementara itu, di Sumatra Utara, sekitar 1.100 situs, 1.900 BTS, dan 10 STO terganggu, terutama di area Gunung Sitoli, Teluk Dalam, dan Sibolga, yang disebabkan oleh putusnya jaringan fiber optik (FO) jalur Sibolga. Di Sumatra Barat, lebih dari 190 situs, 360 BTS, dan 1 STO mengalami gangguan dengan kerusakan pada infrastruktur dan jalur backbone di beberapa titik.

Tim teknis TelkomGroup terus berupaya melakukan perbaikan. Beberapa ruas jaringan fiber optik dan titik STO dilaporkan telah pulih dan aktif kembali. TelkomGroup menargetkan pemulihan permanen di Sumatra Barat dapat tuntas pada akhir November, sementara untuk wilayah Aceh dan Sumatra Utara diharapkan pulih sepenuhnya pada akhir minggu pertama bulan Desember.

Namun, TelkomGroup menghadapi sejumlah tantangan dalam proses pemulihan. Kondisi lapangan yang masih cukup menantang menjadi kendala utama bagi tim teknis TelkomGroup untuk melakukan pemulihan. Infrastruktur darat yang belum sepenuhnya pulih, akses jalan yang terputus, serta pemadaman listrik dan robohnya menara SUTET mempersulit proses perbaikan. Keterputusan akses jalan bahkan memerlukan dukungan khusus berupa perahu karet dan perangkat satelit untuk mencapai lokasi terdampak.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak, TelkomGroup juga telah menyalurkan bantuan sosial berupa sembako di berbagai titik bencana. Distribusi bantuan dilakukan pada 28-29 November 2025 di sejumlah posko bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, dengan nilai bantuan mencapai Rp10 juta di beberapa posko. TelkomGroup menegaskan komitmennya untuk mempercepat pemulihan konektivitas di seluruh wilayah terdampak, dengan tetap menjadikan aspek keselamatan kerja personel teknis sebagai prioritas utama.