
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TelkomGroup) tengah mempercepat pemulihan jaringan telekomunikasi yang terdampak parah akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor di sejumlah wilayah Sumatera, meliputi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dampak bencana yang meluas telah mengganggu layanan di berbagai area, mendorong TelkomGroup untuk melakukan penanganan intensif dan mengaktifkan konektivitas darurat guna memastikan masyarakat di kawasan terdampak tetap memperoleh akses komunikasi.
Hingga Selasa, 2 Desember 2025, progres pemulihan menunjukkan angka signifikan. Layanan mobile broadband Telkomsel di ketiga wilayah tersebut telah pulih sebesar 76,5 persen. Sementara itu, untuk layanan fixed broadband IndiHome, tingkat pemulihan mencapai 79,7 persen. Beberapa wilayah bahkan menunjukkan pemulihan yang lebih tinggi, seperti di Sumatera Utara di mana 90 persen situs Telkomsel dan 93,3 persen sambungan IndiHome telah kembali beroperasi. Serupa, di Sumatera Barat, 94 persen situs Telkomsel dan 93,3 persen sambungan IndiHome juga sudah pulih.
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menegaskan bahwa tantangan utama yang dihadapi tim di lapangan adalah akses menuju lokasi bencana yang sulit serta kondisi sumber daya listrik yang tidak stabil. Kerusakan pada jalur transmisi, terutama serat optik, juga menambah kompleksitas dan waktu yang dibutuhkan dalam proses perbaikan. Meskipun demikian, seluruh personel TelkomGroup bekerja maksimal 24/7 dengan fokus pada area yang paling kritis.
Sebagai langkah penguatan layanan darurat, Telkom melalui anak perusahaannya, PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat), telah mengaktifkan tambahan unit cadangan layanan satelit Mangostar. Layanan ini mendukung konektivitas di enam posko bencana yang tersebar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Penguatan layanan satelit difokuskan untuk mendukung aktivitas komunikasi tim teknis TelkomGroup, para relawan, dan warga yang mengungsi di posko-posko tersebut, sekaligus memperkuat penggunaan IP radio cadangan dan jalur alternatif lainnya yang telah lebih dulu diaktifkan sejak bencana terjadi. TelkomGroup juga menyediakan akses WiFi gratis di tujuh kantor Witel (Wilayah Telekomunikasi) dan STO (Sentral Telepon Otomat), seperti di Kantor Witel Sumut, Kantor Witel Banda Aceh, dan Kantor Witel Sumbar, untuk memastikan masyarakat tetap terhubung dan memperoleh informasi penting.
Koordinasi intensif terus dilakukan TelkomGroup bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Pemerintah Daerah, serta berbagai instansi terkait untuk mempercepat normalisasi konektivitas di area prioritas. Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Hafid, mengapresiasi langkah cepat TelkomGroup dan semua pihak dalam memastikan layanan komunikasi tetap tersedia di tengah kondisi darurat. Beliau juga optimistis layanan akan kembali normal dalam lima hari ke depan seiring dengan pemulihan listrik di wilayah terdampak.
Selain upaya pemulihan jaringan, TelkomGroup juga sigap menyalurkan dukungan tanggap darurat dan bantuan kemanusiaan. Bantuan logistik dan sembako berupa bahan makanan, perlengkapan memasak, dan pakaian turut disalurkan, serta pengoperasian dapur umum yang melayani lebih dari 1.300 orang pengungsi. Posko tanggap darurat TelkomGroup didirikan di AKHLAK Hall Witel Sumut, kantor Witel Aceh, dan kantor Witel Sumatera Barat. Telkomsel Emergency Response & Recovery Activity (TERRA) juga dikerahkan untuk menyalurkan kebutuhan mendesak bagi masyarakat terdampak. Di bidang kesehatan, Yakes Telkom hadir sebagai klinik darurat di posko tanggap darurat TelkomGroup.
Sebagai bentuk kepedulian tambahan, Telkomsel juga menghadirkan Paket Siaga Peduli Sumatera bebas biaya melalui UMB 88820#, yang dapat diaktifkan satu kali dengan pilihan 3 GB paket data selama 7 hari atau 300 menit telepon plus 1.000 SMS ke semua operator selama 7 hari. Masyarakat dapat memperoleh informasi terkait pemulihan jaringan, kantor layanan, dan informasi pelanggan melalui hotline tanggap bencana 0800-111-9000 yang beroperasi 24 jam dan bebas tarif pulsa. TelkomGroup menargetkan pemulihan permanen di Sumatera Barat pada akhir November, sementara untuk wilayah Aceh dan Sumatera Utara ditargetkan pada akhir minggu pertama bulan Desember.