Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Telkomsel Gemilang: Sabet Triple Award di Global Telecoms Awards 2025

2025-12-25 | 19:57 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-25T12:57:24Z
Ruang Iklan

Telkomsel Gemilang: Sabet Triple Award di Global Telecoms Awards 2025

Jakarta – Telkomsel, operator telekomunikasi digital terdepan di Indonesia, baru-baru ini berhasil meraih tiga penghargaan bergengsi pada ajang Global Telecoms (Glotel) Awards 2025 yang diselenggarakan di Plaisterers' Hall, London, Inggris. Pengakuan global ini menyoroti inovasi perusahaan dalam memperluas konektivitas, mengembangkan solusi Internet of Things (IoT), dan meningkatkan pengalaman pelanggan. Telkomsel dianugerahi penghargaan "Connecting the Unconnected", "IoT Innovation of the Year", dan "Delighting the Customer" dalam upacara yang mempertemukan para pemimpin industri telekomunikasi global tersebut.

Kemenangan ini menandai pencapaian Telkomsel untuk ketiga kalinya secara berturut-turut di Glotel Awards, menegaskan posisi perusahaan sebagai pemain kunci dalam lanskap telekomunikasi global yang terus berkembang. Rico Rustombi, Komisaris Telkomsel, menyatakan bahwa raihan ini memotivasi perusahaan untuk terus berinovasi dan menetapkan standar baru dalam industri. "Meraih kemenangan tiga tahun berturut-turut di Glotel Awards menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus melangkah maju. Kami tidak akan berhenti — kami bertekad untuk terus mencetak pencapaian dan menetapkan standar baru dalam inovasi," ujar Rico Rustombi.

Penghargaan "Connecting the Unconnected" diraih melalui proyek "Nias Digital Inclusion Breakthrough" yang dilaksanakan bersama Ericsson. Inisiatif ini berfokus pada penyediaan akses layanan digital ke komunitas terpencil di Kepulauan Nias, wilayah di mana tantangan geografis dan infrastruktur secara tradisional sulit diatasi. Proyek ini memanfaatkan jaringan microwave jarak jauh hingga 180 km dan teknologi Far Edge Core berbasis cloud-native, yang secara signifikan memangkas latensi hingga 84% dan meningkatkan kecepatan akses jaringan hingga empat kali lipat. Implementasi tersebut mengindikasikan komitmen Telkomsel dalam menutup kesenjangan digital di Indonesia, khususnya di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).

Untuk kategori "IoT Innovation of the Year", Telkomsel meraih penghargaan melalui inovasi "Telkomsel IoT InTANK". Solusi ini mentransformasi proses pemeriksaan tangki manual menjadi sistem cerdas berbasis data menggunakan teknologi IoT. Inisiatif ini berhasil meningkatkan efisiensi operasional hingga 35%, memperkuat kinerja keselamatan sebesar 40%, dan memangkas waktu inspeksi dari 30-60 menit menjadi kurang dari lima menit. Capaian ini menunjukkan Telkomsel tidak hanya fokus pada perluasan konektivitas dasar, tetapi juga berinvestasi dalam solusi canggih yang dapat mendukung infrastruktur, logistik, dan layanan yang lebih cerdas.

Penghargaan ketiga, "Delighting the Customer", didapatkan atas proyek "AI-Augmented Digital Twins" yang dikembangkan bersama Huawei. Proyek ini memungkinkan orkestrasi Operasi dan Sistem Pendukung Bisnis (OSS/BSS) secara real-time dengan fungsi Self-X untuk pemantauan Net Promoter Score (NPS) yang dinamis. Integrasi kembar digital spasial-temporal dan kemampuan Large Language Model (LLM) dalam inisiatif ini menghasilkan peningkatan NPS sebesar 15%, pertumbuhan penggunaan data 22%, dan peningkatan ARPU (Pendapatan Rata-Rata per Pengguna) sebesar 1,5% dalam periode lima bulan. Keberhasilan ini menyoroti upaya Telkomsel dalam memprioritaskan pengalaman pelanggan dan memanfaatkan kecerdasan buatan untuk diferensiasi pasar.

Rangkaian penghargaan ini menggarisbawahi semakin menguatnya posisi Telkomsel di kancah internasional dan menunjukkan bahwa inovasi dalam telekomunikasi tidak lagi didominasi oleh pemain dari negara-negara Barat atau Asia Timur secara tradisional. Bagi Indonesia, pengakuan di kategori "Connecting the Unconnected" secara khusus dapat menjadi indikator upaya berkelanjutan untuk mengatasi kesenjangan digital dan memajukan inklusi sosial melalui akses layanan digital yang lebih luas di daerah-daerah terpencil. Dengan lebih dari 235.000 unit Base Transceiver Station (BTS) 4G yang beroperasi, menjangkau wilayah 3T, Telkomsel terus mempercepat pembangunan infrastruktur digitalnya. Kedepannya, Telkomsel berpotensi untuk semakin membentuk lanskap telekomunikasi digital, baik di tingkat nasional maupun global, melalui komitmen terhadap inovasi dan penyediaan solusi yang memberdayakan masyarakat.