:strip_icc()/kly-media-production/medias/5401136/original/069644400_1762157936-Samsung_galaxy_s26__Doc.Gizmochina_.jpg)
Penantian terhadap lini ponsel pintar premium Samsung Galaxy S26 Ultra semakin mendekat, dengan bocoran spesifikasi awal mulai terungkap menjelang acara Galaxy Unpacked 2026 yang diperkirakan akan diselenggarakan pada Februari mendatang. Perangkat ini diposisikan sebagai ujung tombak inovasi Samsung, terutama dalam integrasi kecerdasan buatan (AI) dan peningkatan kemampuan fotografi, di tengah persaingan ketat pasar global.
Bocoran yang beredar mengindikasikan Galaxy S26 Ultra akan mempertahankan sensor utama 200MP ISOCELL HP2, namun dengan peningkatan bukaan lensa menjadi f/1.4 dari f/1.7 pada pendahulunya, Galaxy S25 Ultra. Peningkatan ini diharapkan mampu menyerap lebih banyak cahaya, mengurangi noise, dan secara signifikan memperbaiki kualitas gambar di kondisi minim cahaya. Lebih lanjut, Samsung dilaporkan akan mengatasi masalah umum seperti flare lensa dan warna kulit kekuningan melalui penggunaan lapisan lensa baru dan penyesuaian pemrosesan algoritma kamera. Kamera telefoto 3x juga disebut akan mendapatkan sensor 12MP yang lebih tinggi, meski perubahan perangkat keras kamera secara keseluruhan kemungkinan bersifat inkremental dibandingkan revolusioner. Perangkat lunak kamera akan ditingkatkan dengan fitur seperti Video Softening dan kontrol Autofocus yang lebih presisi melalui aplikasi Camera Assistant, memberikan kontrol lebih layaknya kamera profesional.
Di sektor performa, Galaxy S26 Ultra kemungkinan besar akan ditenagai oleh chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 (sebelumnya dikenal sebagai Snapdragon 8 Gen 4) di sebagian besar pasar global, mengingat tantangan produksi yang dialami Samsung untuk chipset Exynos 2600 2nm miliknya. Chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 diperkirakan menawarkan peningkatan performa signifikan, dengan skor multi-core yang melampaui Apple A18 Pro, dan berpotensi mencapai 10.000 poin pada Geekbench 6. Desain CPU baru dengan kecepatan hingga 4.10 GHz atau bahkan 4.47 GHz (untuk varian "for Galaxy") menunjukkan peningkatan daya komputasi yang substansial. RAM 16GB juga dikabarkan akan menjadi standar di seluruh lini Galaxy S26 Ultra, mendukung ambisi AI Samsung.
Desain fisik S26 Ultra diprediksi akan lebih tipis (7.9mm) dan ringan (217 gram) dibandingkan S25 Ultra, dengan dimensi sedikit lebih tinggi (163.6mm) dan lebar (78.1mm), serta sudut yang lebih membulat untuk kenyamanan genggaman. Namun, bocoran render menunjukkan tonjolan kamera yang lebih menonjol di sisi kiri, serupa dengan Galaxy Z Fold 7, yang berpotensi menyebabkan perangkat bergoyang saat diletakkan di permukaan datar.
Meskipun laporan awal mengindikasikan Samsung mungkin akan mempertahankan kapasitas baterai 5.000mAh, beberapa bocoran juga menyebutkan kemungkinan peningkatan kapasitas hingga 5.400mAh atau bahkan 5.500mAh melalui teknologi baterai bertumpuk (stacked battery technology) yang dikembangkan oleh Samsung SDI. Peningkatan kecepatan pengisian daya menjadi 60W dari 45W juga diperkirakan. Diskusi mengenai teknologi baterai berbasis silikon-karbon atau bahkan solid-state yang dapat mencapai kapasitas 6.000-7.000mAh, bahkan hingga 8.500mAh untuk ponsel pintar generasi mendatang di tahun 2026, mencerminkan upaya industri dalam mengatasi keterbatasan daya tahan baterai.
Fokus utama Samsung untuk tahun 2026 adalah transisi menjadi "perusahaan berbasis AI," dengan seri Galaxy S26 sebagai inti strategi mobile. Integrasi AI pada perangkat diharapkan mencakup kemampuan generatif seperti ringkasan teks, pembuatan gambar, dan asisten offline. CEO Samsung JB Park menekankan komitmen Samsung terhadap privasi individu dalam layanan AI-nya. Selain itu, teknologi layar AMOLED 2X 6.9 inci pada S26 Ultra diperkirakan mengalami perubahan internal signifikan, termasuk penggunaan lapisan depolarizer Color Filter on Encapsulation (CoE) baru untuk meningkatkan pengalaman visual.
Peluncuran Galaxy S26 Ultra diperkirakan pada Februari 2026, dengan penjualan ritel dimulai pada Maret 2026. Harga diperkirakan akan lebih tinggi dari pendahulunya, dengan perkiraan harga awal di India sekitar Rs 1,29,999 untuk varian Ultra dasar. Kenaikan harga ini sejalan dengan tren industri yang memproyeksikan kenaikan harga ponsel pintar secara keseluruhan sekitar 6-8% pada tahun 2026, didorong oleh biaya komponen yang meningkat, khususnya untuk memori.