:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/5377312/original/048394600_1760088267-iPhone_17_Series_01.jpeg)
Apple Inc. dilaporkan memulai produksi uji coba untuk model iPhone 18 Pro pada Februari 2026, langkah krusial yang menargetkan peluncuran resmi pada September tahun yang sama, menurut laporan internal industri dan pembocor informasi dari Tiongkok. Fase awal produksi ini menandai percepatan signifikan dalam jadwal pengembangan perusahaan, mengindikasikan finalisasi desain perangkat keras inti untuk model premium tersebut.
Laporan dari Fixed Focus Digital, seorang pembocor terkemuka di platform Weibo, menyebutkan bahwa jalur produksi untuk varian iPhone 18 Pro telah siap, dengan produksi uji coba skala kecil diperkirakan dimulai segera setelah liburan Tahun Baru Imlek, yang biasanya berakhir pada paruh akhir Februari. Tahap uji coba ini esensial bagi Apple dan mitra manufakturnya, seperti Foxconn, untuk memvalidasi desain, menyempurnakan proses manufaktur, serta mengatasi potensi masalah hasil produksi sebelum produksi massal dimulai. Langkah ini juga memungkinkan pengujian yang lebih ekstensif untuk memastikan kontrol kualitas, terutama setelah masalah perangkat lunak dan perangkat keras yang dilaporkan pada model sebelumnya seperti iPadOS 18 dan iPhone 17 Pro.
Peluncuran September 2026 akan mempertahankan tradisi Apple dalam merilis iPhone premiumnya. Sejak iPhone 5 pada tahun 2012, Apple secara konsisten meluncurkan model iPhone baru pada bulan September. Namun, strategi untuk seri iPhone 18 menunjukkan pergeseran signifikan. Apple dikabarkan berencana untuk mengadopsi siklus peluncuran terpisah (split launch cycle), di mana model iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max akan debut pada September 2026, kemungkinan besar bersamaan dengan iPhone lipat pertama Apple. Varian standar iPhone 18 dan iPhone 18e yang lebih terjangkau, diperkirakan akan menyusul pada musim semi 2027.
Pergeseran strategis ini bertujuan untuk mengurangi hambatan operasional yang sering dihadapi Apple dengan peluncuran simultan, termasuk kemacetan manufaktur dan kekurangan komponen. Dengan memisahkan peluncuran, Apple dapat mengelola alokasi komponen dengan lebih baik, berpotensi menghadirkan fitur-fitur premium ke model tingkat bawah lebih cepat, serta menyebarkan upaya pemasaran sepanjang tahun. Analis Jeff Pu sebelumnya memperkirakan iPhone Fold akan menjadi produk kunci untuk penjualan Apple di tahun 2026, dengan Foxconn sebagai mitra utama dalam realisasinya.
Dari segi spesifikasi, iPhone 18 Pro diharapkan menampilkan chip A20 Pro Apple, yang dibangun di atas proses 2nm TSMC. Chipset ini menjanjikan peningkatan signifikan dalam kinerja dan efisiensi daya. Meskipun demikian, Apple dilaporkan menghadapi masalah kapasitas produksi 2nm dari TSMC, meskipun telah mengamankan hampir setengah dari pasokan awal. Laporan juga menunjukkan bahwa model Pro mungkin akan mengintegrasikan Face ID di bawah layar, hanya menyisakan lubang kecil untuk kamera depan, serta modem C2 khusus Apple. Perubahan desain eksterior pada iPhone 18 Pro diperkirakan akan bersifat sederhana, mempertahankan bahasa desain iPhone 17 Pro, termasuk penataan kamera belakang tiga lensa yang familiar. Samsung diperkirakan akan menjadi pemasok utama chip memori untuk seri iPhone 18, menyediakan 60-70% dari total kebutuhan, di tengah kekurangan LPDDR global.
Paralel dengan percepatan produksi di Tiongkok, Apple juga melanjutkan diversifikasi rantai pasokannya. Foxconn telah merekrut hampir 30.000 pekerja untuk fasilitas perakitan iPhone barunya di dekat Bengaluru, India, dengan produksi uji coba untuk iPhone 16 dan 17 Pro Max sudah berjalan di sana. Lebih dari 80% dari hasil produksi fasilitas India tersebut ditujukan untuk ekspor, menggarisbawahi upaya Apple untuk mengurangi ketergantungan pada Tiongkok dan memperkuat peran India dalam rantai pasokan globalnya. Pada akhir 2024, sekitar 15% iPhone diproduksi di India, meningkat dari 5% dua tahun sebelumnya, dengan komitmen Apple untuk menaikkan angka ini menjadi 25% pada 2027. Langkah-langkah ini, meskipun menghadapi kompleksitas dan biaya, merupakan respons strategis terhadap risiko geopolitik dan tekanan tarif yang berpotensi memengaruhi margin keuntungan Apple.
Jika strategi peluncuran terpisah ini berhasil, hal itu dapat memengaruhi seluruh industri ponsel pintar, menetapkan standar baru bagi produsen lain untuk memikirkan kembali siklus rilis dan posisi pasar mereka. Pasar akan mengamati dengan saksama apakah Apple dapat menyeimbangkan inovasi premium dengan aksesibilitas arus utama melalui pendekatan peluncuran ganda ini.