Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Xiaomi 17 Ultra Leica Edition vs Vivo X300 Pro: Adu Kualitas Kamera

2025-12-31 | 11:54 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-31T04:54:18Z
Ruang Iklan

Xiaomi 17 Ultra Leica Edition vs Vivo X300 Pro: Adu Kualitas Kamera

Perdebatan sengit mengenai superioritas sistem kamera antara Xiaomi 17 Ultra Leica Edition dan Vivo X300 Pro kini menjadi pusat perhatian para pengamat teknologi, menandai evolusi krusial dalam persaingan fotografi mobile ultra-premium. Kedua perangkat, yang baru saja diluncurkan pada akhir tahun 2025, masing-masing membawa inovasi signifikan yang didukung oleh kolaborasi strategis dengan merek optik legendaris, Leica dan ZEISS, mendorong batas-batas kemampuan fotografi smartphone ke level yang belum pernah ada sebelumnya.

Xiaomi 17 Ultra Leica Edition, yang resmi diluncurkan pada 25 Desember 2025, segera menarik perhatian dengan sistem tiga kamera yang dikembangkan bersama Leica. Sensor utama perangkat ini menggunakan kamera 'Leica 1-inci ultra dinamis' beresolusi 50MP dengan teknologi Light Fusion 1050L yang mengintegrasikan LOFIC HDR, menjanjikan kapasitas full well 6,3 kali lebih besar dibandingkan sensor 1-inci generasi sebelumnya. Hal ini bertujuan untuk menghasilkan detail sorotan dan bayangan yang lebih baik di berbagai kondisi pencahayaan, termasuk situasi backlit dan malam hari. Fitur menonjol lainnya adalah kamera telefoto Leica 200MP dengan panjang fokus optik 75-100mm yang mampu melakukan optical zoom tanpa digital cropping di sepanjang rentang tersebut. Lensa telefoto ini juga mengadopsi desain optik Leica APO yang diklaim mengurangi chromatic aberration secara signifikan, bahkan menjadi flagship Xiaomi pertama yang menerima sertifikasi Leica APO. Selain itu, Xiaomi 17 Ultra hadir dengan kamera ultra-lebar 50MP 14mm dengan bidang pandang 115 derajat. Xiaomi juga memperkenalkan "Leica Camera Ring" yang berfungsi ganda sebagai cincin zoom manual dan kontrol kompensasi eksposur, meniru pengalaman penggunaan kamera fisik. Perangkat ini ditenagai prosesor Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan baterai 6.800 mAh dengan dukungan pengisian daya cepat 90W berkabel dan 50W nirkabel.

Di sisi lain, Vivo X300 Pro, yang mulai dijual di India pada 2 Desember 2025 dan di Eropa pada 30 Oktober 2025, menegaskan ambisinya di segmen fotografi dengan konfigurasi tiga kamera utama yang didukung optik ZEISS. Model ini menonjolkan sistem kamera utama 200MP, didampingi sensor ultra-lebar 50MP dan lensa telefoto periskop 50MP. Beberapa sumber menyebutkan kamera utama Vivo X300 Pro menggunakan sensor 200MP HPB. Ulasan awal menunjukkan sistem kamera utama X300 Pro, yang didukung optik ZEISS, menghasilkan gambar yang sangat jernih dengan ilmu warna yang indah, detail bayangan yang luar biasa, dan kurva nada yang alami, bahkan dengan fotografi komputasional yang dipoles. Lensa telefoto periskopnya juga menawarkan jangkauan optik yang diperluas dengan stabilisasi dan tuning ZEISS yang menjaga ketajaman bidikan. Hadie Mandala, Product Manager vivo, menyatakan bahwa Vivo X200 Series, termasuk model seperti X200 Pro dengan kamera telefoto ZEISS APO 200MP, "siap mengubah lanskap teknologi smartphone" dan "menjadi senjata pamungkas para kreator". Hu Yifeng, Director Product and New Business, ZEISS Photonics & Optics, menambahkan bahwa kemitraan mereka dengan vivo telah "membawa standar baru dalam fotografi smartphone", memadukan keahlian optik ZEISS dengan teknologi smartphone vivo. Vivo X300 Pro ditenagai chipset MediaTek Dimensity 9500 dengan RAM 16GB dan penyimpanan hingga 1TB.

Kolaborasi antara produsen smartphone dan perusahaan optik tradisional seperti Leica dan ZEISS telah menjadi tren yang mendefinisikan ulang batas-batas fotografi mobile sejak 2022. Xiaomi dan Leica telah memperdalam kerja sama mereka ke model co-creation, di mana kedua belah pihak terlibat sejak tahap awal pengembangan sistem kamera, dari perancangan optik hingga integrasi hardware dan software. Demikian pula, kemitraan jangka panjang Vivo dan ZEISS telah menghasilkan ZEISS Imaging Lab, sebuah investasi dalam program R&D untuk mendorong inovasi mobile imaging. Kemitraan ini tidak hanya menghasilkan peningkatan kualitas gambar, tetapi juga menghadirkan fitur-fitur khas seperti "ZEISS Style Portrait" yang meniru efek bokeh lensa klasik ZEISS.

Tren fotografi smartphone di tahun 2025 dan 2026 diproyeksikan akan semakin fokus pada penguatan kecerdasan buatan (AI) di tingkat perangkat, pengembangan kamera berbasis AI, serta sensor yang lebih besar untuk fotografi minim cahaya dan peningkatan zoom optik melalui lensa teleskopik. Kamera telefoto 200MP diprediksi akan menjadi standar baru di smartphone flagship pada tahun 2026. Daniel Desjarlais, Director Communication Xiaomi International, dalam wawancara di MWC 2025, menekankan proses intens di balik kolaborasi Xiaomi-Leica untuk menciptakan produk berkualitas, dengan Leica terlibat sejak awal menentukan pengembangan teknologi secara utuh. Daniel juga menambahkan bahwa kemajuan besar dari Xiaomi 14 ke Xiaomi 15, termasuk telefoto dengan resolusi lebih tinggi, menjadi cerminan usaha ini.

Meskipun data spesifik perbandingan langsung antara Xiaomi 17 Ultra Leica Edition dan Vivo X300 Pro masih dalam tahap awal pasca-peluncuran, adopsi sensor 200MP dan optik bersertifikasi APO menunjukkan kedua raksasa teknologi ini berinvestasi besar pada resolusi, jangkauan zoom, dan akurasi warna. Implikasi jangka panjang dari persaingan ini adalah mendorong inovasi lebih lanjut dalam fotografi komputasional, di mana perangkat lunak dan chip pencitraan khusus akan memainkan peran yang semakin dominan dalam mengoptimalkan kualitas gambar dan video. Vivo, misalnya, telah mengembangkan chip imaging kustomnya, V3+, yang meningkatkan pemrosesan citra dengan efisiensi daya superior. Dengan kemampuan sensor 1-inci dan zoom optik kontinu dari Xiaomi, serta telefoto 200MP dan efek bokeh gaya ZEISS dari Vivo, konsumen akan menjadi penerima manfaat utama dari perlombaan inovasi yang intens ini, mendekatkan kualitas gambar smartphone ke tingkat kamera profesional. Perangkat ini tidak hanya bersaing dalam spesifikasi hardware, tetapi juga dalam kemampuan AI dan integrasi ekosistem yang akan mendefinisikan pengalaman fotografi mobile di tahun-tahun mendatang.