Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

10 HP Rp1 Jutaan: Baterai Jumbo Anti Lowbat, Fisik Tangguh Seharian Penuh

2026-01-14 | 05:05 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-13T22:05:16Z
Ruang Iklan

10 HP Rp1 Jutaan: Baterai Jumbo Anti Lowbat, Fisik Tangguh Seharian Penuh

Produsen telepon seluler global kini gencar menyasar pasar Indonesia dengan lini perangkat berharga sekitar satu jutaan rupiah yang menjanjikan daya tahan baterai superior dan ketahanan fisik, sebuah tren yang menguat pada akhir 2025 dan awal 2026 seiring meningkatnya permintaan konsumen akan perangkat yang andal namun terjangkau. Fenomena ini muncul di tengah pergeseran prioritas pembeli di Tanah Air yang mencari nilai lebih dari perangkat entry-level, didorong oleh kebutuhan mobilitas tinggi dan kondisi ekonomi yang memengaruhi keputusan belanja.

Laporan terbaru Counterpoint Research menunjukkan bahwa pasar smartphone Indonesia mencatat pertumbuhan positif sebesar 12 persen pada kuartal ketiga 2025, dengan ponsel murah menjadi penopang utama peningkatan pengapalan. Ridwan Kusuma, Research Analyst Counterpoint, menggarisbawahi bahwa pola konsumsi masyarakat Indonesia cenderung berhati-hati, membuat segmen entry-level dan menengah bawah mendominasi penjualan. Kondisi ini mendorong berbagai merek untuk menghadirkan inovasi yang sebelumnya identik dengan kelas menengah ke segmen harga Rp1 jutaan, termasuk kapasitas baterai jumbo hingga 7.000 mAh dan sertifikasi ketahanan.

Kebutuhan akan ponsel dengan daya tahan baterai ekstrem telah lama menjadi dambaan, terutama bagi pelajar, pekerja lapangan, atau individu yang mengandalkan perangkat untuk komunikasi, hiburan, dan kerja ringan sepanjang hari. Dulu, menemukan ponsel "baterai badak" dengan kapasitas di atas 5.000 mAh pada kisaran harga ini merupakan tantangan besar. Namun, kemajuan teknologi memungkinkan produsen untuk menyematkan baterai berkapasitas masif yang dioptimalkan secara efisien, lengkap dengan teknologi pengisian cepat 18W hingga 33W yang kini menjadi standar minimum di segmen ini. Selain itu, permintaan akan perangkat yang "tahan banting" juga semakin tinggi, memicu beberapa produsen menyertakan sertifikasi ketahanan militer (MIL-STD) atau peringkat IP (Ingress Protection) pada model-model terjangkau mereka.

Berikut adalah sepuluh ponsel pintar di kisaran harga Rp1 jutaan yang menonjol dengan daya tahan baterai luar biasa dan klaim ketahanan fisik, relevan untuk pasar Indonesia saat ini:

1. Tecno POVA Neo 3 menempati posisi terdepan dengan baterai 7.000 mAh, menjadikannya salah satu yang terbesar di kelasnya. Perangkat ini didukung chipset MediaTek Helio G85 dan layar IPS LCD 6,82 inci, menawarkan daya tahan hingga dua hari untuk penggunaan normal. Harga Tecno POVA Neo 3 dimulai dari sekitar Rp1.599.000.
2. Motorola G06 Power juga hadir dengan baterai 7.000 mAh, sangat ideal bagi pengguna yang sering bepergian atau jarang mengisi daya. Ponsel ini dibekali Helio G81 Extreme dan layar 120 Hz yang responsif.
3. Infinix Hot 60i menawarkan baterai 6.000 mAh dan chipset MediaTek Helio G81 Ultra, dengan layar IPS LCD HD+ 6,75 inci ber-refresh rate 120Hz. Keunggulan tambahannya adalah sertifikasi IP64 untuk ketahanan debu dan percikan air, serta pemindai sidik jari samping. Harganya di kisaran Rp1 jutaan.
4. itel A100C 4G menonjol dengan sertifikasi MIL-STD-810H, menjamin ketahanan terhadap jatuh dari ketinggian 1,22 meter, uji suhu ekstrem, dan kelembapan. Perangkat ini memiliki baterai 5.000 mAh dan ditenagai chipset UNISOC T7100. Harga itel A100C mulai dari Rp987.000.
5. OPPO A3x 4G turut mengusung sertifikasi ketahanan bodi MIL-STD 810H dan sertifikasi SGS, serta IP54 untuk ketahanan debu dan percikan air. Dilengkapi baterai 5.100 mAh dan chipset Qualcomm Snapdragon 6s 4G Gen1, OPPO A3x 4G dibanderol mulai Rp1.399.000.
6. Redmi 13C menjadi pilihan solid dari Xiaomi dengan baterai 5.000 mAh dan pengisian cepat 18W. Ponsel ini memiliki layar IPS LCD 6,74 inci dengan refresh rate 90Hz dan ditenagai chipset MediaTek Helio G85, dengan harga mulai Rp1.299.000.
7. Samsung Galaxy A07, yang diperkenalkan dengan harga mulai Rp1.399.000, menawarkan kombinasi performa tangguh dengan Helio G99, baterai 5.000 mAh dengan pengisian cepat 25W, serta perlindungan IP54. Samsung juga menjanjikan pembaruan perangkat lunak hingga enam tahun, memberikan ketenangan pikiran jangka panjang bagi pengguna.
8. realme C53 menonjol dengan desain premium dan teknologi pengisian daya cepat 33W SUPERVOOC untuk baterai 5.000 mAh, memungkinkan pengisian daya yang sangat singkat. Layarnya IPS LCD 6,74 inci FHD+ dengan refresh rate 90Hz, didukung chipset Unisoc T612.
9. Tecno Spark 20C dibekali baterai 5.000 mAh dengan pengisian cepat 18W, menjamin penggunaan seharian penuh. Ditenagai chipset MediaTek Helio G36, ponsel ini memiliki layar IPS LCD 6,78 inci. Harga Tecno Spark 20C mulai dari Rp1.299.000.
10. Infinix Hot 40i hadir dengan baterai 5.000 mAh dan pengisian cepat 18W, dilengkapi chipset MediaTek Helio G88, RAM hingga 8GB, dan ROM hingga 256GB. Layarnya IPS LCD 6,56 inci HD+ dengan refresh rate 90Hz. Harga Infinix Hot 40i dimulai dari Rp1.499.000.

Persaingan pasar smartphone di segmen entry-level Indonesia semakin "brutal", dengan para produsen berlomba menghadirkan spesifikasi yang dulunya hanya ada di kelas menengah. Tren ini menandakan demokratisasi teknologi, di mana fitur-fitur penting seperti kapasitas baterai besar, pengisian daya cepat, layar dengan refresh rate tinggi, dan bahkan elemen ketahanan fisik, kini menjadi lebih mudah diakses oleh spektrum konsumen yang lebih luas. Infinix, misalnya, mencatat pertumbuhan tahunan tertinggi sebesar 45 persen pada Q3-2025, didorong oleh strategi pemasaran agresif dan popularitas seri Hot dan Note di kalangan pengguna muda.

Implikasinya, konsumen tidak lagi harus merogoh kocek dalam untuk mendapatkan perangkat yang tahan lama dan sanggup menemani aktivitas padat. Lonjakan performa dan fitur di segmen Rp1 jutaan ini juga memberi tekanan pada segmen harga di atasnya, mendorong inovasi lebih lanjut di seluruh spektrum pasar. Ke depan, kecerdasan buatan (AI) diprediksi akan semakin merata di berbagai fitur, mulai dari pengeditan foto hingga asisten virtual, bahkan pada ponsel dengan harga lebih terjangkau, menegaskan bahwa nilai dan fungsionalitas kini menjadi pendorong utama dalam industri ponsel pintar.