:strip_icc()/kly-media-production/medias/5467024/original/042802100_1767860375-Predator_Helios_Neo_16S.jpg)
Rangkaian laptop gaming Predator Helios Neo 16S AI dan Nitro V AI terbaru dari Acer, yang diperkenalkan pada pameran teknologi CES 2026 di Las Vegas, menandai pergeseran strategis dalam pasar laptop gaming dengan mengintegrasikan prosesor Intel Core Ultra Series 3 terbaru dan GPU laptop NVIDIA GeForce RTX 50 Series. Peluncuran ini menyoroti fokus industri pada konvergensi kinerja gaming superior dengan kapabilitas kecerdasan buatan (AI) terintegrasi, yang dirancang untuk memperluas daya tarik perangkat melampaui gamer inti menuju segmen pengguna hibrida yang juga membutuhkan fitur produktivitas AI.
Predator Helios Neo 16S AI memimpin lini premium dengan opsi hingga prosesor Intel Core Ultra 9 386H dan GPU laptop NVIDIA GeForce RTX 5070, dikemas dalam sasis logam ramping berukuran 18,9 mm. Laptop ini dilengkapi layar OLED WQXGA 16 inci dengan refresh rate 165 Hz dan dukungan HDR, menjanjikan visual yang tajam dan warna yang hidup untuk pengalaman gaming dan kreasi konten. Untuk menjaga kinerja termal, Predator Helios Neo 16S AI mengadopsi sistem pendingin canggih yang mencakup Kipas Logam 3D AeroBlade Generasi ke-5 dan pasta termal logam cair. Model ini mendukung RAM DDR5 hingga 64GB dan penyimpanan SSD PCIe hingga 2TB.
Sementara itu, seri Nitro V AI ditujukan untuk gamer yang lebih kasual dan sadar nilai, memperkenalkan Nitro V 16 AI dan Nitro V 16S AI yang lebih ramping. Kedua model Nitro ini ditenagai hingga prosesor Intel Core Ultra 7 355 dan GPU laptop NVIDIA GeForce RTX 5070, dengan RAM DDR5 hingga 32GB dan penyimpanan SSD hingga 2TB. Nitro V 16S AI menawarkan sasis yang lebih tipis, kurang dari 17,9 mm, menjadikannya pilihan portabel tanpa mengorbankan performa. Semua laptop gaming Predator dan Nitro baru ini hadir sebagai PC Copilot+ yang didukung Windows 11, memanfaatkan NPU (Neural Processing Unit) untuk fitur AI on-device seperti Live Captions dan Image Creator, yang diklaim dapat mempercepat tugas-tugas AI dengan kinerja lebih dari 45 AI TOPS.
Integrasi prosesor Intel Core Ultra Series 3, yang juga dikenal dengan kode nama "Panther Lake", merupakan sorotan utama. Intel mengklaim bahwa chip-chip ini, yang merupakan platform AI PC pertama yang dibangun di atas teknologi proses Intel 18A, menawarkan peningkatan kinerja gaming hingga 77% lebih cepat dan kinerja multithread hingga 60% lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya, dengan efisiensi daya yang diklaim mencapai hingga 27 jam masa pakai baterai dalam skenario tertentu. Jim Johnson, Wakil Presiden Senior dan General Manager Client Computing Group di Intel, menyatakan bahwa pengembangan Core Ultra Series 3 berfokus pada "peningkatan efisiensi daya, penambahan lebih banyak kinerja CPU, GPU yang lebih besar dalam kelasnya sendiri, lebih banyak komputasi AI, dan kompatibilitas aplikasi yang dapat diandalkan dengan x86". Klaim Intel menunjukkan bahwa bahkan grafis terintegrasi pada chip Core Ultra X9 dan X7 dapat menyamai atau melampaui kinerja GPU diskrit kelas menengah sebelumnya, seperti NVIDIA GeForce RTX 4060, dalam beberapa skenario gaming.
Pasar laptop gaming global diperkirakan akan mencapai nilai US$19,3 miliar pada tahun 2026 dan diproyeksikan tumbuh menjadi US$29,4 miliar pada tahun 2033, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 6,2% antara tahun 2026 dan 2033. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya permintaan akan perangkat gaming portabel berperforma tinggi di tengah proliferasi esports dan inovasi perangkat keras. Dengan audiens esports global yang mencapai lebih dari 500 juta pada tahun 2024, kebutuhan akan laptop yang kuat untuk gaming kompetitif dan pembuatan konten terus meningkat. Selain itu, kemajuan dalam teknologi tampilan seperti panel OLED dan refresh rate tinggi, dikombinasikan dengan kemampuan AI untuk optimasi kinerja, menarik baik gamer kasual maupun streamer profesional.
Rencana rilis Acer menunjukkan Nitro V 16 AI akan tersedia di Amerika Utara, EMEA, dan Australia pada Q2 2026, diikuti oleh Nitro V 16S AI di Amerika Utara pada Q3 2026 dan EMEA pada Q2 2026, serta Predator Helios Neo 16S AI di Amerika Utara pada Q3 2026, EMEA pada Q2 2026, dan Australia pada Q1 2026. Harga untuk laptop-laptop ini belum diumumkan, karena produsen peralatan asli (OEM) seperti Acer menavigasi krisis harga RAM yang sedang berlangsung. Selain laptop, Acer juga memperkenalkan periferal gaming baru, termasuk headset gaming Predator Galea 570 seharga $149 dan mouse gaming Predator Cestus 530 seharga $109, yang dijadwalkan rilis pada Q1 2026.
Langkah Acer di CES 2026 menunjukkan komitmen perusahaan untuk memenuhi permintaan pasar yang berkembang untuk laptop yang tidak hanya unggul dalam gaming tetapi juga menyediakan kemampuan AI yang kuat, selaras dengan tren yang lebih luas dalam industri komputasi pribadi. Konvergensi ini berpotensi mendefinisikan ulang ekspektasi konsumen terhadap laptop gaming, mendorong inovasi lebih lanjut dalam desain, efisiensi daya, dan pengalaman pengguna secara keseluruhan.