Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Adopsi iOS 26 Lesu: Mayoritas Pengguna iPhone Masih Bertahan di iOS 18

2026-01-10 | 18:11 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-10T11:11:17Z
Ruang Iklan

Adopsi iOS 26 Lesu: Mayoritas Pengguna iPhone Masih Bertahan di iOS 18

Tingkat adopsi global iOS 26 yang baru diluncurkan Apple menunjukkan perlambatan signifikan, dengan hanya sekitar 16 persen pengguna iPhone yang telah memperbarui sistem operasi mereka, menurut data dari firma analitik web StatCounter per Januari 2026. Angka ini menandai pergeseran drastis dari pola pembaruan iOS sebelumnya, karena lebih dari 60 persen iPhone yang terlacak masih menjalankan iOS 18 yang lebih lama. Kontrasnya, TelemetryDeck, penyedia analitik berbasis aplikasi, melaporkan angka adopsi iOS 26 yang lebih tinggi, mendekati 55-60 persen dalam periode waktu yang sama. Disparitas metodologi ini menggarisbawahi tantangan dalam melacak pembaruan perangkat lunak, namun kedua sumber mengindikasikan resistensi pengguna yang tidak biasa terhadap versi iOS terbaru.

Penurunan adopsi ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah perombakan visual "Liquid Glass" pada iOS 26, yang telah menuai kritik karena masalah keterbacaan dan tampilan yang terlalu ramai. Pengguna juga menyuarakan kekecewaan terhadap perubahan antarmuka pada aplikasi inti seperti Telepon, Kamera, dan Pesan, dengan banyak yang menganggapnya sebagai penurunan daripada peningkatan fungsionalitas. Selain itu, keputusan Apple untuk terus memberikan pembaruan keamanan untuk iOS 18 telah mengurangi urgensi pengguna untuk beralih ke versi yang lebih baru, mendorong mereka untuk memprioritaskan stabilitas dan keakraban daripada fitur-fitur baru. Secara historis, adopsi iOS 18 mencapai sekitar 63 persen empat bulan setelah dirilis, iOS 17 mencapai 54 persen, dan iOS 16 melampaui 60 persen dalam periode yang sama. Perbandingan ini menyoroti bagaimana adopsi iOS 26 berjalan kurang dari seperempat tingkat yang dicapai oleh pendahulunya dalam jendela pasca-rilis yang sama, berdasarkan data StatCounter.

Implikasi dari fragmentasi versi iOS ini meluas ke berbagai aspek ekosistem Apple. Bagi pengembang aplikasi, fragmentasi menciptakan tantangan signifikan dalam memastikan kompatibilitas dan pengalaman pengguna yang konsisten di berbagai versi sistem operasi. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan upaya pengujian dan potensi penundaan dalam siklus pengiriman aplikasi. Dari perspektif keamanan, penggunaan versi iOS yang lebih lama, meskipun menerima pembaruan keamanan, tetap menimbulkan risiko karena celah keamanan yang lebih luas dapat dieksploitasi seiring waktu. Perangkat yang tidak dapat menjalankan versi iOS terbaru akan kehilangan pembaruan keamanan kritis, meningkatkan kerentanan terhadap serangan siber seperti pemerasan dan malware.

Analis pasar tengah mengamati tren ini dengan cermat. Wamsi Mohan, analis dari BofA Securities, pada April 2025 mempertahankan peringkat Beli untuk Apple Inc., memproyeksikan siklus peningkatan iPhone yang kuat pada tahun fiskal 2025 dan 2026 yang didorong oleh kebutuhan perangkat keras terbaru untuk fitur-fitur kecerdasan buatan generatif. Namun, resistensi terhadap iOS 26 mengisyaratkan bahwa fitur-fitur visual semata mungkin tidak cukup memotivasi pengguna untuk meningkatkan sistem operasi mereka. Evercore ISI menemukan bahwa pembeli lebih termotivasi oleh peningkatan fitur perangkat keras yang nyata seperti kamera, baterai, dan layar, dibandingkan dengan fitur kecerdasan buatan. Hal ini menunjukkan bahwa strategi Apple untuk siklus pembaruan di masa depan, termasuk implementasi "Apple Intelligence" yang diharapkan pada iOS 27, perlu secara efektif mengkomunikasikan nilai nyata kepada pengguna agar dapat mengatasi keengganan pembaruan yang terlihat pada iOS 26. Perlambatan adopsi iOS 26 mengirimkan pesan yang jelas kepada Apple untuk mempertimbangkan secara cermat fitur dan desain yang akan disertakan dalam versi iOS berikutnya.