Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Baterai iPhone Menggelembung di Udara: Mengapa Terjadi dan Apa Artinya bagi Keamanan Penerbangan?

2026-01-05 | 07:31 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-05T00:31:59Z
Ruang Iklan

Baterai iPhone Menggelembung di Udara: Mengapa Terjadi dan Apa Artinya bagi Keamanan Penerbangan?

Pengguna iPhone 15 dan iPhone 16 Pro Max melaporkan insiden baterai perangkat mereka membengkak secara signifikan saat dalam penerbangan, sebuah fenomena yang kemudian mereda setelah pesawat mendarat. Peristiwa ini, yang didokumentasikan oleh sejumlah pengguna melalui forum daring dan media sosial, menimbulkan kekhawatiran serius mengenai potensi risiko keamanan perangkat elektronik di lingkungan penerbangan yang bertekanan rendah, meskipun Apple belum mengeluarkan pernyataan resmi atau penarikan produk terkait insiden spesifik ini per 3 Januari 2026.

Seorang pemilik iPhone 16 Pro Max memotret perangkatnya menunjukkan panel belakang terlepas akibat pembengkakan baterai saat di udara, yang kemudian kembali normal saat pesawat mendarat. Kasus serupa juga dialami pengguna iPhone 15 dalam dua penerbangan berbeda, dengan baterai kembali ke bentuk semula setelah mendarat, dan masalah teratasi setelah penggantian baterai.

Para ahli dan komentator teknis menduga penyebab utama pembengkakan ini adalah interaksi antara gas yang terperangkap dalam baterai lithium-ion selama proses manufaktur dengan perubahan tekanan udara di kabin pesawat. Kabin pesawat komersial diatur pada tekanan yang setara dengan ketinggian 6.000 hingga 8.000 kaki di atas permukaan laut, lebih rendah dari tekanan atmosfer normal di darat. Pada tekanan yang lebih rendah ini, gas internal dapat mengembang, menyebabkan baterai membengkak sementara. Setelah pesawat mendarat dan tekanan kabin kembali normal, baterai juga kembali ke ukuran semula. Variasi dalam proses manufaktur baterai dapat membuat beberapa unit lebih rentan terhadap fenomena ini.

Pembengkakan baterai lithium-ion merupakan masalah keamanan yang diketahui karena dapat menjadi prekursor thermal runaway, yang berpotensi menyebabkan perangkat terlalu panas, kebocoran, atau bahkan kebakaran. Lingkungan tertutup di dalam pesawat membuat skenario ini sangat serius. Badan penerbangan seperti Federal Aviation Administration (FAA) telah mencatat peningkatan insiden terkait baterai lithium sepanjang tahun. Pada tahun 2024, FAA mencatat 89 insiden yang melibatkan baterai berasap, terbakar, atau menghasilkan panas ekstrem di pesawat, meningkat sekitar 16% dari tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, 77 terjadi pada pesawat penumpang. Insiden terkait telepon seluler menyumbang 16 kasus pada tahun 2024. Data UL Standards & Engagement untuk tahun 2024 menunjukkan rata-rata dua insiden thermal runaway per minggu. Hampir 1 dari 5 insiden menyebabkan gangguan signifikan, seperti pengalihan pendaratan, evakuasi, atau kembali ke gerbang.

Meskipun Apple belum mengeluarkan pernyataan khusus mengenai pembengkakan baterai di pesawat, perusahaan menegaskan bahwa semua baterai iPhone diuji, disertifikasi, dan mematuhi standar keamanan internasional, termasuk UN38.3 untuk keselamatan transportasi udara. Kebijakan maskapai penerbangan dan otoritas seperti FAA dengan tegas melarang membawa baterai lithium yang rusak atau bengkak ke dalam pesawat karena risiko kebakaran. Jika baterai membengkak dalam penerbangan, penumpang diinstruksikan untuk segera memberi tahu awak kabin dan mendokumentasikan kejadian dengan foto. Penggantian baterai disarankan, karena pembengkakan, bahkan jika mereda, dapat merusak integritas perangkat dan meningkatkan risiko thermal runaway di kemudian hari, terutama saat pengisian daya.