:strip_icc()/kly-media-production/medias/5466250/original/028926200_1767840659-realme_16_Pro_Series__Oppo_Reno15_Pro__dan_Poco_X8_Pro..png)
Jakarta, 8 Januari 2026 – Persaingan pasar ponsel pintar di Indonesia memanas di awal tahun ini dengan debut serentak jajaran perangkat baru dari realme, Oppo, dan Poco. Ketiga merek yang agresif di segmen menengah hingga premium ini meluncurkan seri-seri unggulan mereka pada pekan pertama Januari 2026, menandai dimulainya pertempuran inovasi dan pangsa pasar di tengah pertumbuhan industri yang signifikan. Peluncuran ini mencerminkan strategi produsen untuk mengamankan posisi di pasar yang terus berkembang, didorong oleh peningkatan adopsi teknologi 5G dan permintaan perangkat dengan fitur canggih.
realme memulai tahun ini dengan memperkenalkan realme 16 Pro Series pada 6 Januari 2026, yang terdiri dari realme 16 Pro dan realme 16 Pro+. realme 16 Pro dilengkapi chipset MediaTek Dimensity 7300 Max, mencetak skor AnTuTu 971.000, dan diklaim mengungguli Dimensity 7360. Perangkat ini memiliki kamera utama 200MP, baterai 7.000mAh dengan pengisian cepat 80W, serta layar AMOLED 1,5K 144Hz dengan kecerahan puncak hingga 6.500 nits. realme 16 Pro+ ditenagai prosesor Snapdragon 7 Gen 4 dan memiliki konfigurasi kamera belakang 200MP utama dan 50MP telefoto periskop. Kedua model ini mengusung "Urban Wild Design" hasil kolaborasi dengan desainer Naoto Fukasawa, menonjolkan estetika yang memadukan tekstur alami dengan sentuhan urban modern, serta teknologi "200MP Portrait Master" untuk fotografi potret berdefinisi tinggi. Harga realme 16 Pro ditaksir mulai dari Rp 3.199.000 untuk varian 8GB/128GB, sementara realme 16 Pro+ diperkirakan mulai dari Rp 3.999.000 untuk konfigurasi serupa.
Di sisi lain, Oppo meluncurkan seri Reno 15 di India pada 8 Januari, menghadirkan tiga varian: Reno 15, Reno 15 Pro, dan Reno 15 Pro Mini. Seri ini memperkenalkan teknologi "HoloFusion" yang menciptakan efek visual 3D pada panel kaca belakang, serta desain "Armour Body" dengan rating IP66, IP68, dan IP69 untuk ketahanan air dan debu. Oppo Reno 15 Pro memiliki layar AMOLED 6,78 inci dengan perlindungan Corning Gorilla Glass Victus 2, refresh rate 120Hz, dan kecerahan puncak 3.600 nits. Sistem kameranya mencakup kamera utama 200MP, telefoto 50MP dengan zoom optik 3,5x, dan ultrawide 50MP, didukung OIS pada kamera utama dan telefoto, serta mampu merekam video 4K HDR pada 60fps. Baterai 6.500mAh dengan pengisian cepat 80W juga menjadi sorotan. Reno 15 Pro Mini, yang menjadi varian ringkas dengan layar AMOLED 6,32 inci, ditenagai MediaTek Dimensity 8450, memiliki baterai 6.200mAh dengan pengisian 80W, dan turut dibekali kamera utama 200MP. Reno 15 standar hadir dengan layar AMOLED 6,59 inci, prosesor Snapdragon 7 Gen 4, dan baterai 6.500mAh dengan pengisian 80W.
Poco, sub-merek Xiaomi yang dikenal dengan performa terjangkau, turut merilis seri Poco M8 di India pada 8 Januari, yang meliputi Poco M8 5G dan Poco M8 Pro 5G. Poco M8 5G ditenagai chipset Snapdragon 6 Gen 3 dengan skor AnTuTu V11 lebih dari 825.000, menampilkan kamera belakang ganda AI 50MP dengan 2x in-sensor zoom dan perekaman video 4K, serta kamera depan 20MP. Perangkat ini menjanjikan empat tahun pembaruan OS dan enam tahun pembaruan keamanan, meskipun masih berbasis Android 15 dengan HyperOS 2. Baterai 5.520mAh dengan pengisian cepat 45W melengkapi spesifikasi dasar, dilengkapi panel OLED melengkung 3D dan fitur AI seperti Magic Eraser Pro. Sementara itu, Poco M8 Pro 5G dilaporkan menggunakan chipset Snapdragon 7s Gen 2 atau Gen 4, memiliki kamera belakang 50MP + 8MP, kamera depan 32MP, dan baterai besar 6.500mAh dengan pengisian cepat 100W.
Peluncuran gencar ini berlangsung di tengah pasar ponsel pintar Indonesia yang menunjukkan pertumbuhan kuat. Pada kuartal pertama 2024, pengiriman ponsel pintar di Indonesia melonjak 27,4% secara tahunan, mencapai 10 juta unit, melampaui rata-rata global. Segmen menengah (USD 200-600) mencatat pertumbuhan paling signifikan, dengan peningkatan 74% secara tahunan di periode yang sama. Pangsa pengiriman ponsel pintar 5G juga naik dari 17,6% pada Q1 2023 menjadi 28,8% pada Q1 2024. Oppo, bersama Samsung, Transsion, Vivo, dan Xiaomi, menjadi lima merek teratas di Indonesia pada Q1 2024, masing-masing memegang pangsa pasar antara 15% hingga 20%, mengindikasikan persaingan yang ketat.
Strategi realme dengan fokus pada desain premium dan kemampuan fotografi canggih, Oppo dengan inovasi desain dan ketahanan, serta Poco dengan penekanan pada performa dan fitur AI di segmen harga kompetitif, mencerminkan upaya merek-merek ini untuk menarik konsumen di segmen menengah yang paling cepat tumbuh. Komitmen terhadap pembaruan perangkat lunak, seperti yang ditawarkan Poco, juga menjadi faktor penting bagi konsumen yang menginginkan dukungan jangka panjang. Persaingan ini diproyeksikan akan semakin intensif sepanjang 2026, mengingat pasar ponsel pintar Indonesia diperkirakan tumbuh pada CAGR 7,6% antara 2020-2026, didorong oleh peningkatan pendapatan masyarakat dan jangkauan internet yang meluas. Langkah-langkah awal tahun ini akan menjadi indikator penting bagi dinamika pasar di sisa tahun.