:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/5376982/original/062419800_1760070989-iPhone_17_Pro_Series_01.jpeg)
Rincian spesifikasi kunci untuk iPhone lipat pertama Apple, yang dijuluki "iPhone Fold," serta seri iPhone 18 Pro, mulai terkuak dari berbagai laporan analis dan bocoran rantai pasok. Perangkat-perangkat ini diperkirakan akan diluncurkan pada September 2026, menandai pergeseran signifikan dalam strategi produk Apple, khususnya dengan potensi masuknya ke pasar ponsel lipat yang sedang berkembang.
Analis Jeff Pu dari GF Securities, dalam catatan investor terbarunya, menjadi salah satu sumber utama yang mengungkap rincian ini. iPhone Fold diproyeksikan memiliki layar internal lipat berukuran 7,8 inci dan layar penutup eksternal 5,3 inci. Desainnya diperkirakan menyerupai buku, mirip dengan Google Pixel Fold atau Samsung Galaxy Z Fold. Berbeda dengan iPhone konvensional, iPhone Fold disebut akan mengintegrasikan Touch ID, kemungkinan pada tombol daya, sebagai pengganti Face ID. Bodi perangkat ini dikabarkan menggunakan kombinasi titanium dan aluminium, dengan engsel titanium dan logam cair untuk memastikan kekuatan dan daya tahan saat sering dilipat. Sektor kamera akan dilengkapi pengaturan kamera ganda 48MP di bagian belakang, serta kamera selfie 18MP baik pada layar dalam maupun layar penutup.
Sementara itu, seri iPhone 18 Pro, yang mencakup iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max, juga menunjukkan peningkatan yang substansial. Model Pro diperkirakan mempertahankan ukuran layar 6,3 inci, sementara Pro Max akan memiliki layar 6,9 inci. Perubahan signifikan ada pada desain Dynamic Island, yang pada model Pro mungkin akan digantikan oleh "area potongan di bawah layar" atau bahkan desain lubang punch-hole, dengan komponen Face ID tersembunyi di balik panel OLED. Ini mengindikasikan upaya Apple untuk mencapai tampilan layar penuh yang lebih imersif.
Dapur pacu kedua lini perangkat ini akan ditenagai chip A20 Pro terbaru. Chip ini dilaporkan akan diproduksi menggunakan proses 2nm yang canggih, menjanjikan peningkatan efisiensi daya dan kecepatan yang signifikan. Untuk mendukung kemampuan kecerdasan buatan (AI) yang lebih maju dan tugas multitasking yang berat, Apple diperkirakan akan meningkatkan RAM menjadi 12GB untuk model Pro dan Foldable. Konektivitas juga akan ditingkatkan dengan debut modem 5G "C2" buatan Apple sendiri dan chip nirkabel "N2" untuk Wi-Fi 7 dan Bluetooth 6.
Pada aspek fotografi, iPhone 18 Pro dikabarkan akan memperkenalkan fitur "apertur variabel" untuk kamera utama belakang. Teknologi ini memungkinkan lensa secara fisik membuka dan menutup, memberikan pengguna kontrol lebih besar terhadap cahaya dan kedalaman bidang layaknya kamera DSLR profesional. Model Pro Max juga mungkin sedikit lebih tebal untuk mengakomodasi baterai yang lebih besar. Konfigurasi kamera belakang untuk model Pro dan Pro Max diperkirakan akan menggunakan tiga sensor 48MP, termasuk lensa telefoto periskop dan lensa ultrawide, sementara kamera depan 18MP tetap dipertahankan atau ditingkatkan menjadi 24MP berdasarkan laporan yang berbeda.
Kedatangan iPhone Fold pada 2026 dipandang sebagai "pengubah permainan" untuk pasar ponsel lipat. International Data Corporation (IDC) memproyeksikan pengiriman ponsel lipat di seluruh dunia akan tumbuh 30% dari tahun ke tahun pada 2026, didorong oleh masuknya Apple ke kategori ini. IDC memperkirakan Apple dapat merebut lebih dari 22% pangsa unit dan 34% dari nilai pasar ponsel lipat pada tahun pertamanya, dengan perkiraan harga jual rata-rata sekitar $2.400. Francisco Jeronimo, Wakil Presiden Perangkat Klien di IDC, menyatakan bahwa langkah ini kemungkinan akan meningkatkan kesadaran kategori dan mendorong minat konsumen, karena Apple cenderung menjadi katalis untuk adopsi kategori baru secara mainstream. Meskipun ponsel lipat akan tetap menjadi segmen niche dari perspektif volume, pasar ini akan menjadi pendorong nilai yang relevan bagi sebagian besar vendor yang menawarkannya, karena harga jual rata-rata tiga kali lebih tinggi dari smartphone standar.
Apple telah lama dikenal dengan pendekatan hati-hati dalam memasuki kategori produk baru, menunggu teknologi matang dan rantai pasokan stabil. Penundaan masuknya ke pasar ponsel lipat dibandingkan rival seperti Samsung dan Huawei memungkinkan Apple mempelajari kegagalan awal dan kesalahan desain. Dengan laporan yang menunjukkan fokus pada penyempurnaan desain dan kualitas tampilan, bukan hanya spesifikasi canggih, serta pengembangan varian sistem operasi khusus lipat, Apple kemungkinan bertujuan untuk menghadirkan pengalaman pengguna yang mulus dan terintegrasi, yang menjadi ciri khas produknya. Jika rumor ini terwujud, 2026 akan menjadi tahun krusial bagi Apple dan akan membentuk kembali lanskap pasar smartphone global, mendorong inovasi lebih lanjut di segmen premium dan perangkat lipat.