:strip_icc()/kly-media-production/medias/5449862/original/070854900_1766117379-iPhone_Fold.jpg)
Silakan temukan di bawah ini artikel berita mendalam yang Anda minta:
Bocoran terbaru mengenai iPhone Fold, perangkat lipat pertama Apple yang sangat diantisipasi, telah mengungkap dimensi layar internal dan eksternal yang signifikan, mengindikasikan pergeseran strategis dalam desain dan orientasi penggunaan dibandingkan dengan model lipat yang ada di pasar. Apple dilaporkan menargetkan peluncuran pada September 2026, menandai masuknya mereka ke segmen yang telah didominasi oleh Samsung dan Google selama bertahun-tahun.
Menurut laporan dari The Information pada Desember 2025, yang juga dikuatkan oleh sumber rantai pasokan lainnya, iPhone Fold akan dilengkapi dengan layar internal berukuran 7,7 inci dan layar eksternal 5,3 inci. Perkiraan lain dari analis Ming-Chi Kuo sebelumnya menyebutkan layar internal 7,8 inci dan eksternal 5,5 inci, sementara leaker "Digital Chat Station" pada Juni 2025 mengindikasikan layar internal 7,58 inci. Terlepas dari sedikit variasi dalam angka, konsensus menunjukkan bahwa layar internal, saat dibuka, akan memiliki rasio aspek yang lebih lebar daripada tinggi, menyerupai orientasi lanskap iPad, berbeda dengan desain "lebih tinggi daripada lebar" yang umum pada Samsung Galaxy Z Fold dan Google Pixel Fold. Resolusi layar internal diperkirakan sekitar 2713 x 1920 piksel, sedikit lebih kecil dari iPad Mini saat ini namun dengan rasio aspek yang sebanding. Layar eksternal 5,3 inci juga dilaporkan memiliki rasio aspek 3:2 yang sangat lebar.
Pilihan rasio aspek ini mencerminkan pendekatan Apple yang cermat terhadap kategori produk baru. Alih-alih mengikuti format buku yang lebih tinggi seperti pesaing, Apple tampaknya berfokus pada pengalaman yang lebih mirip tablet untuk konsumsi media, pengeditan dokumen, dan multitasking dalam tata letak horizontal. Hal ini sejalan dengan strategi ekosistem Apple yang kuat dalam kontinuitas lintas perangkat dengan iPad dan Mac.
Sejarah pengembangan perangkat lipat Apple telah panjang dan penuh tantangan. Perusahaan telah mengajukan paten terkait teknologi layar lipat sejak 2011, dengan fokus signifikan pada mekanisme engsel yang kompleks untuk mencegah lipatan layar yang terlihat dan meningkatkan durabilitas. Sumber rantai pasokan menunjukkan bahwa Apple telah berinvestasi dalam teknik manufaktur yang lebih mahal untuk menghilangkan lipatan sepenuhnya, bekerja sama dengan Samsung Display, pemasok utama panel OLED, untuk mengembangkan metode yang dapat mengubah konstruksi layar lipat secara fundamental. Solusi ini kabarnya melibatkan penggunaan logam cair untuk komponen engsel yang dikombinasikan dengan rangka tengah kaca struktural.
Langkah Apple ke pasar ponsel lipat yang diperkirakan pada 2026, tujuh tahun setelah Samsung meluncurkan perangkat lipat pertamanya, dipandang sebagai "keuntungan terlambat" (late-mover advantage). Pendekatan ini memungkinkan Apple untuk belajar dari kesalahan para pesaing dan menghadirkan produk yang lebih matang dan ramah pengguna. Analis pasar IDC memprediksi masuknya iPhone Fold bisa menjadi "pengubah permainan" pada tahun 2026, mendorong pertumbuhan pasar ponsel lipat sebesar 30% dari tahun ke tahun. IDC memperkirakan iPhone Fold dapat menguasai 22% pangsa unit dan 34% nilai pasar pada tahun pertama peluncurannya, dengan harga premium sekitar 2.400 dolar AS.
Di tengah laporan mengenai pengembangan iPhone Fold, analis Ming-Chi Kuo mencatat bahwa Apple juga mengalihkan fokus strategisnya dari iPhone Air ke perangkat lipat, dengan tujuan mengkompensasi keterlambatan mereka dalam perlombaan AI melalui inovasi perangkat keras. Konsekuensi dari dimensi layar ini terhadap ekosistem aplikasi dan kebiasaan pengguna akan menjadi perhatian utama saat perangkat ini mendekati peluncuran. Jika Apple berhasil menghadirkan perangkat lipat bebas lipatan yang dijanjikan, hal ini dapat membentuk kembali ekspektasi konsumen dan menetapkan standar baru di pasar ponsel lipat yang sedang berkembang.