Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Bukan Smartphone: Proyek Rahasia Jony Ive dan OpenAI Akhirnya Terkuak

2026-01-05 | 00:20 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-04T17:20:35Z
Ruang Iklan

Bukan Smartphone: Proyek Rahasia Jony Ive dan OpenAI Akhirnya Terkuak

SAN FRANCISCO — OpenAI, perusahaan di balik kecerdasan buatan generatif ChatGPT, bersama dengan mantan kepala desain Apple Jony Ive, sedang mengembangkan perangkat keras berbasis AI yang dikabarkan bukan berbentuk ponsel pintar, melainkan sebuah pena cerdas berkode nama "Gumdrop" dan serangkaian perangkat audio portabel. Proyek ambisius ini, yang telah melalui fase prototipe dan diperkirakan meluncur pada tahun 2026 atau 2027, menandai langkah signifikan OpenAI untuk merambah pasar perangkat keras konsumen dengan visi menciptakan interaksi AI yang lebih tenang dan intuitif, jauh dari dominasi layar ponsel yang ada saat ini.

Pengungkapan mengenai perangkat ini muncul setelah OpenAI mengakuisisi startup "io Products Inc." milik Jony Ive pada Mei 2025 senilai 6,4 hingga 6,5 miliar dolar AS dalam bentuk saham, membawa serta tim veteran perangkat keras Apple ke dalam struktur OpenAI. Kolaborasi ini berakar dari keyakinan bersama antara Ive dan CEO OpenAI Sam Altman bahwa perangkat komputasi yang ada saat ini tidak dioptimalkan untuk era kecerdasan buatan. Ive, yang dikenal karena filosofi desain minimalis dan fokus pada pengalaman pengguna, telah menyuarakan kekhawatiran tentang "hubungan yang tidak nyaman" manusia dengan teknologi modern dan "konsekuensi yang tidak disengaja" dari perangkat yang didominasi layar.

Pena "Gumdrop" dirancang untuk mengintegrasikan tulisan tangan, input suara, dan kemampuan ChatGPT ke dalam satu alat. Pengguna dapat menulis catatan secara fisik, yang kemudian secara instan akan ditranskripsi menjadi teks digital dan disinkronkan dengan ChatGPT untuk ringkasan, terjemahan, atau tindak lanjut. Perangkat ini juga diharapkan dilengkapi mikrofon untuk merekam memo suara dan umpan balik haptik diskrit, bertujuan menjadikan AI sebagai pendamping yang lebih kontekstual dan adaptif dalam kehidupan sehari-hari. Altman menyebut perangkat ini sebagai "perangkat inti ketiga," yang melengkapi fungsi ponsel pintar dan laptop, bukan menggantikannya.

Visi di balik proyek ini adalah untuk menciptakan "keluarga perangkat" yang lebih menenangkan, memuaskan, damai, mengurangi kecemasan, dan konektivitas yang lebih baik. Ive menekankan pentingnya desain yang "tampak hampir naif dalam kesederhanaannya" dan menciptakan produk yang "ingin Anda sentuh" dan gunakan "hampir tanpa pikir panjang". Altman bahkan menggambarkan prototipe saat ini sebagai "bagian teknologi paling keren yang pernah dilihat dunia" dan mencapai apa yang ia sebut sebagai "uji jilat," di mana pengguna merasakan dorongan kekanak-kanakan untuk "mengambilnya dan menggigitnya" karena desainnya yang sangat menarik.

Dari sisi manufaktur, produksi perangkat ini, yang awalnya direncanakan dengan Luxshare asal Tiongkok, dilaporkan telah dialihkan ke Foxconn. Pergeseran ini terjadi karena keengganan OpenAI untuk memproduksi perangkat kerasnya di Tiongkok, dengan pertimbangan lokasi produksi di Vietnam dan potensi situs di Amerika Serikat. Namun, perjalanan proyek ini tidak tanpa hambatan. Pada Juni 2025, OpenAI menghadapi sengketa merek dagang atas nama "io" dengan startup lain bernama IYO, yang menghasilkan perintah pengadilan untuk sementara waktu menghapus konten yang berkaitan dengan kemitraan tersebut dari situs web OpenAI.

Meskipun terdapat tantangan, pasar perangkat keras AI global diperkirakan akan melonjak dari 47,5 miliar dolar AS pada tahun 2024 menjadi 231,8 miliar dolar AS pada tahun 2035, dengan CAGR lebih dari 23 persen. Dalam konteks ini, langkah OpenAI ke ranah perangkat keras menegaskan ambisinya untuk menjadi platform teknologi yang komprehensif, tidak hanya penyedia perangkat lunak. Namun, keberhasilan proyek ini akan sangat bergantung pada kemampuan OpenAI dan LoveFrom untuk mengatasi tantangan dalam menciptakan utilitas nyata dan membedakan produk mereka dari upaya perangkat keras AI sebelumnya yang kurang berhasil, seperti Rabbit R1 dan Humane AI Pin. Investasi besar dan keterlibatan desainer kaliber Ive menunjukkan keyakinan bahwa desain yang berpusat pada manusia, dipadukan dengan AI canggih, dapat membentuk paradigma komputasi berikutnya.