Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Cara Aman Cuci Mobil Listrik Sendiri di Rumah: Lindungi Komponen Vital

2026-01-04 | 16:31 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-04T09:31:56Z
Ruang Iklan

Cara Aman Cuci Mobil Listrik Sendiri di Rumah: Lindungi Komponen Vital

Jumlah kendaraan listrik di Indonesia terus melonjak signifikan, mencapai 68.695 unit pada Agustus 2024 dan diproyeksikan menembus 98.764 unit pada tahun 2025. Tren adopsi yang cepat ini menuntut pemilik untuk memahami metode perawatan yang berbeda dari kendaraan konvensional, terutama saat mencuci di rumah, demi menjaga keamanan komponen bertegangan tinggi dan elektronik yang sensitif terhadap air. Banyak pemilik mobil listrik (EV) masih menyamakan perlakuan perawatannya dengan mobil bermesin bensin, sebuah kekeliruan yang berpotensi merusak sistem vital kendaraan.

Peningkatan populasi EV yang drastis, dengan kenaikan mencapai 54.856% dalam lima tahun terakhir, dari 125 unit pada 2020 menjadi puluhan ribu unit saat ini, menjadikan panduan pencucian yang tepat sangat krusial. Berbeda dengan kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE), mobil listrik mengintegrasikan sistem kelistrikan tegangan tinggi, baterai lithium-ion, dan berbagai modul elektronik yang memerlukan perlindungan ekstra dari paparan air berlebihan dan tekanan tinggi. Risiko kerusakan serius, seperti korsleting listrik pada soket atau konektor serta kerusakan Unit Kontrol Elektronik (ECU) akibat air, sangat nyata jika prosedur pencucian dilakukan secara sembarangan.

Para ahli otomotif dan produsen EV merekomendasikan pendekatan yang cermat. Sebelum memulai pencucian, pemilik wajib memastikan mobil dalam keadaan mati total dan menunggu setidaknya 15-30 menit agar mesin dingin. Perbedaan suhu yang drastis antara komponen yang panas dan air dingin dapat menyebabkan kontraksi dan ekspansi mendadak, memicu keretakan atau korosi pada komponen. Gunakan sabun mobil dengan pH seimbang untuk mencegah kerusakan lapisan cat dan wax. Kain mikrofiber menjadi pilihan optimal karena tidak menyebabkan goresan dan memiliki daya serap tinggi.

Area-area sensitif pada mobil listrik harus dihindari dari semprotan air bertekanan tinggi. Kompartemen mesin atau engine bay pada EV mengandung komponen elektronik vital seperti ECU, converter, dan inverter yang sangat rentan terhadap air. Meskipun telah dilengkapi lapisan kedap air, penggunaan air berlebihan dapat merusak lapisan pelindung tersebut dalam jangka panjang. Untuk membersihkan area ini, disarankan menggunakan kain mikrofiber lembut yang telah disemprot cairan pembersih khusus mesin, bukan menyemprotkan cairan langsung ke komponen.

Port pengisian daya (charging port) merupakan titik krusial lain yang memerlukan perhatian. Meskipun dirancang dengan perlindungan kedap air, penting untuk selalu menutup rapat port pengisian daya sebelum mencuci dan menghindari penyemprotan air langsung ke area tersebut. Jika kotoran menumpuk, bersihkan dengan kain lembap atau cotton bud kering, dan jika diperlukan, gunakan pembersih kontak listrik. Bagian kolong mobil, tempat baterai dan sistem pengontrol seringkali berada, juga memerlukan perlakuan hati-hati. Hindari menyemprotkan air bertekanan tinggi langsung ke bagian bawah mobil untuk mencegah air meresap ke dalam sistem baterai.

Secara umum, pencucian harus dimulai dari atas ke bawah dengan bilasan awal menggunakan selang air bertekanan rendah untuk menghilangkan kotoran yang menempel. Metode dua ember (satu untuk air sabun, satu untuk bilas) dapat meminimalkan risiko goresan. Setelah pencucian, pengeringan menyeluruh menjadi langkah yang tidak boleh diabaikan. Air yang dibiarkan mengering sendiri dapat meninggalkan noda air pada cat atau bahkan merembes ke sela-sela kelistrikan atau bagian karet pintu, memicu jamur. Penggunaan kain mikrofiber bersih dan kering secara merata, termasuk pada lipatan pintu dan sekitar port pengisian daya, sangat direkomendasikan.

Pentingnya edukasi ini menjadi semakin relevan mengingat pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia yang melampaui rata-rata ASEAN. Dengan populasi kendaraan listrik roda empat yang mencapai 77.277 unit hingga Juni 2025, kesadaran akan praktik perawatan yang benar bukan hanya tentang estetika, tetapi juga tentang menjaga kinerja optimal, keamanan, dan masa pakai kendaraan, serta menghindari biaya perbaikan yang substansial. Produsen seperti Wuling bahkan secara eksplisit menyarankan pemilik untuk selalu memperhatikan petunjuk dari produsen mobil listrik masing-masing guna memastikan kondisi mobil tetap optimal. Mengabaikan panduan ini dapat memengaruhi fungsi mobil listrik secara jangka panjang.