Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Cek Mobil Usai Perjalanan Jauh: Komponen Krusial Demi Keselamatan Anda

2026-01-07 | 21:05 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-07T14:05:16Z
Ruang Iklan

Cek Mobil Usai Perjalanan Jauh: Komponen Krusial Demi Keselamatan Anda

Pemeriksaan kendaraan secara menyeluruh setelah menempuh perjalanan jauh bukan sekadar rekomendasi, melainkan langkah krusial untuk mencegah insiden lalu lintas dan potensi kerugian finansial yang signifikan. Data Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mencatat, faktor kondisi kendaraan menyumbang sekitar 9% dari total penyebab kecelakaan di Indonesia, dengan total 150.906 kasus kecelakaan dan 26.839 korban meninggal dunia pada tahun 2024. Kecerobohan dalam memeriksa komponen vital pasca-perjalanan panjang dapat berakibat fatal, mulai dari kegagalan fungsi rem hingga pecah ban di kecepatan tinggi.

Perjalanan menempuh jarak ratusan hingga ribuan kilometer, terlebih dengan kondisi jalan yang bervariasi dan beban muatan ekstra, memberikan tekanan luar biasa pada berbagai sistem mobil. Suhu ekstrem, gesekan konstan, dan guncangan jalanan berkontribusi pada percepatan keausan komponen, yang seringkali tidak terdeteksi selama perjalanan berlangsung. Deteksi dini potensi kerusakan tidak hanya menjamin keselamatan pengendara dan penumpang, tetapi juga mempertahankan performa optimal kendaraan dan menghindari biaya perbaikan yang jauh lebih besar di kemudian hari. Misalnya, perbaikan mesin overhaul dapat menghabiskan biaya antara Rp 10 juta hingga Rp 20 juta, sementara transmisi matik bisa mencapai Rp 7 juta hingga Rp 25 juta, jika diabaikan hingga rusak parah tanpa garansi.

Komponen-komponen kritis yang wajib diperiksa usai menempuh perjalanan jauh meliputi:

Ban
Ban merupakan satu-satunya bagian mobil yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan, memikul seluruh beban kendaraan dan menjadi elemen vital dalam keselamatan berkendara. Setelah perjalanan panjang, ban cenderung mengalami perubahan tekanan angin akibat panas dan gesekan, serta keausan yang tidak merata. Fisa Rizqiano, Deputy Head of Original Equipment (OE) Bridgestone Indonesia, menegaskan bahwa pemeriksaan ban pasca-liburan adalah penting untuk menjaga keselamatan pengendara dan penumpang. Pengemudi harus memeriksa tekanan angin setiap ban, termasuk ban cadangan, memastikan sesuai dengan rekomendasi pabrikan. Selain itu, inspeksi visual terhadap fisik ban untuk mendeteksi benjolan, sobekan, retakan, atau benda asing yang menancap sangat penting, karena kerusakan kecil dapat berkembang menjadi masalah serius. Indikator keausan tapak ban (Tread Wear Indicator/TWI) juga perlu diperhatikan; jika kembangan ban sudah sejajar dengan TWI (sekitar 1,6 mm), ban harus segera diganti untuk menghindari risiko hydroplaning saat hujan.

Sistem Pengereman
Sistem rem bekerja ekstra keras selama perjalanan jauh, terutama saat melintasi turunan panjang atau terjebak kemacetan, sehingga rentan mengalami keausan. William Kurniawan dari bengkel One Second Faster, Jakarta Barat, menjelaskan bahwa bunyi decit pada rem bisa menjadi indikasi kampas rem menipis atau adanya masalah pada master rem yang menyebabkan rem kurang pakem. Pengemudi perlu memastikan ketebalan kampas rem, kondisi piringan rem, dan kepakeman rem. Selain itu, kualitas dan volume minyak rem harus diperiksa; volume yang berkurang atau warna minyak rem yang keruh dan gelap menandakan penurunan kualitas atau adanya kontaminasi air, yang dapat menyebabkan rem blong. Kebocoran pada selang dan seal rem juga dapat membuat pedal rem terasa dalam atau "ngempos", mengurangi efektivitas pengereman.

Cairan Kendaraan
Berbagai cairan dalam mobil memiliki peran vital dalam menjaga performa dan mencegah kerusakan mesin. Oli mesin, sebagai pelumas utama, cenderung lebih cepat kotor dan berkurang volumenya setelah perjalanan jauh. Pemeriksaan level oli melalui dipstick dan kondisi fisiknya (warna dan kekentalan) sangat diperlukan. Oli yang kotor atau encer dapat menyebabkan gesekan berlebih dan overheating pada mesin, berujung pada kerusakan serius. Pergantian oli mesin direkomendasikan setiap 7.500 hingga 10.000 kilometer atau setiap enam bulan, tergantung kondisi penggunaan. Cairan radiator juga krusial untuk menjaga suhu mesin tetap stabil. Level air radiator di tangki cadangan harus dipastikan mencukupi dan tidak ada kebocoran pada selang atau rumah radiator. Cairan lain seperti minyak rem, oli transmisi, dan cairan power steering juga memerlukan pemeriksaan volume dan kualitasnya.

Sistem Kelistrikan dan Aki
Sistem kelistrikan, terutama aki, bekerja lebih keras selama perjalanan jauh, terutama dengan penggunaan AC, lampu, dan sistem audio secara terus-menerus. Kondisi aki harus diperiksa, termasuk volume cairannya (untuk aki basah), tegangan, dan kebersihan terminal dari kerak. Kabel-kabel kelistrikan dan grounding juga perlu dipastikan dalam kondisi baik, karena overheat mesin dapat memengaruhi kondisi kabel. Fungsi semua lampu (utama, rem, sein, kabin), klakson, AC, dan wiper juga wajib dipastikan bekerja normal.

Kaki-kaki dan Suspensi
Komponen kaki-kaki mobil, termasuk suspensi, menopang beban kendaraan dan menyerap guncangan dari jalan. Perjalanan jauh, terutama di medan jalan yang rusak, dapat membebani komponen ini. Pemeriksaan visual terhadap kebocoran oli pada shock absorber atau tanda-tanda kerusakan lainnya adalah penting. Rembesan oli mengindikasikan perlunya penggantian suspensi. Keausan pada sistem kaki-kaki dapat memengaruhi stabilitas dan kenyamanan berkendara.

Sistem Pendingin
Selain air radiator, pemeriksaan menyeluruh pada sistem pendingin juga mencakup kondisi kipas pendingin dan selang-selangnya. Pastikan tidak ada sumbatan atau kebocoran yang dapat menyebabkan mesin overheat.

Mematuhi jadwal servis berkala dan melakukan inspeksi mandiri pasca-perjalanan jauh adalah investasi jangka panjang untuk keselamatan dan efisiensi kendaraan. Mengabaikan perawatan ini bukan hanya meningkatkan risiko kecelakaan, tetapi juga berujung pada pengeluaran besar untuk perbaikan darurat dan penurunan nilai jual kendaraan di masa depan. Kesadaran akan pemeliharaan preventif menjadi kunci dalam menjaga kendaraan tetap prima dan aman untuk mobilitas harian.