:strip_icc()/kly-media-production/medias/5463365/original/078363900_1767609098-695562013e149a7a32793b8a_clicks_phone_family.png)
Clicks Technology resmi memperkenalkan Clicks Communicator pada Januari 2026, sebuah perangkat Android yang secara terang-terangan meniru desain ikonik BlackBerry dengan keyboard fisik QWERTY dan integrasi teknologi pengisian daya nirkabel Qi2. Perangkat ini diposisikan sebagai "ponsel kedua" yang berfokus pada komunikasi dan produktivitas, menargetkan pengguna yang merindukan pengalaman mengetik taktil dan ingin mengurangi konsumsi konten berlebihan pada perangkat utama mereka.
Peluncuran Clicks Communicator terjadi setelah bertahun-tahun dominasi layar sentuh penuh yang menggeser ponsel dengan keyboard fisik dari pasar arus utama. Era BlackBerry yang pernah berjaya pada awal 2000-an, berakhir seiring dengan adaptasi yang lambat terhadap tren layar sentuh, menyebabkan merek tersebut meredup di pasar global pada tahun 2016. Namun, beberapa tahun terakhir menunjukkan adanya minat kembali pada perangkat dengan keyboard fisik, terutama dari segmen pengguna yang mengutamakan produktivitas dan "detoks digital". Adrian Li Mow Ching, salah satu pendiri Clicks, menyatakan bahwa tim pendiri mereka sangat menyukai keyboard dan banyak yang merupakan mantan pengguna BlackBerry. Sementara itu, Chief Marketing Officer Clicks, Jeff Gadway, menggambarkan Communicator sebagai "Kindle bagi iPad" jika membandingkannya dengan ponsel pintar saat ini, mengindikasikan fokusnya pada fungsi inti daripada hiburan.
Clicks Communicator dirancang sebagai perangkat mandiri yang menjalankan Android 16 dengan jaminan lima tahun pembaruan keamanan dan dua tahun pembaruan sistem operasi. Ini adalah langkah maju dari produk Clicks sebelumnya yang berupa casing keyboard untuk iPhone dan Pixel. Perangkat ini memiliki layar sentuh AMOLED 4,03 inci yang relatif kecil, yang sengaja dirancang untuk membatasi "doomscrolling" atau konsumsi konten pasif. Keyboard fisik QWERTY-nya sentuh-sensitif, memungkinkan pengguna untuk melakukan scrolling berbasis gerakan seperti pada BlackBerry klasik. Sebuah tombol "Prompt Key" khusus menyediakan fungsi pesan suara atau perekaman, dilengkapi dengan "Signal Light" LED yang dapat disesuaikan untuk notifikasi aplikasi tertentu, sebuah fitur yang mengingatkan pada LED notifikasi pada ponsel Android generasi awal.
Dalam aspek teknis, Clicks Communicator dibekali baterai 4.000 mAh berbahan silikon-karbon, kamera belakang 50MP dengan Optical Image Stabilization (OIS), dan kamera depan 24MP. Perangkat ini juga menyertakan fitur-fitur yang semakin langka di ponsel modern, seperti jack headphone 3.5mm dan slot kartu microSD yang dapat diperluas hingga 2TB. Konektivitas 5G didukung oleh chipset MediaTek 4nm yang belum disebutkan namanya. Integrasi teknologi Qi2 menjadi sorotan, dengan magnet bawaan yang memungkinkan pengisian daya nirkabel yang lebih efisien. Standar Qi2, yang dikembangkan oleh Wireless Power Consortium (WPC) bekerja sama dengan Apple, menggunakan Profil Daya Magnetik (MPP) untuk memastikan penempatan perangkat yang tepat pada bantalan pengisian daya, secara signifikan mengurangi kehilangan energi dan mendukung kecepatan pengisian hingga 15W. Versi Qi2 25W juga sedang dalam pengembangan, menjanjikan kecepatan yang lebih tinggi lagi. Fitur ini menjamin efisiensi dan keamanan yang ditingkatkan melalui penjajaran magnetik yang akurat dan kemampuan deteksi benda asing.
Clicks Communicator ditawarkan dengan harga mulai dari USD 499, dengan harga khusus pre-order USD 399 bagi pembeli awal yang melakukan reservasi yang dibuka pada 2 Januari 2026. Meskipun Clicks awalnya menargetkan pasar "casing keyboard" yang sukses menjual lebih dari 100.000 unit, masuknya mereka ke pasar perangkat keras mandiri dengan Communicator menandakan keyakinan kuat pada segmen pengguna yang menghargai input taktil. Fenomena ini mencerminkan "Renaissance QWERTY" yang didorong oleh nostalgia, keinginan untuk teknologi yang lebih intensional, dan manfaat praktis dari keyboard fisik. Perangkat ini tidak berusaha bersaing dengan flagship dalam hal kemampuan kamera atau performa puncak, melainkan menawarkan pengalaman komunikasi yang terfokus, yang dipandang relevan dalam lanskap digital yang semakin penuh gangguan.