Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Fitur Terbaru One UI 8.5: Pengingat Cerdas untuk Menelepon Ibu

2026-01-07 | 21:18 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-07T14:18:45Z
Ruang Iklan

Fitur Terbaru One UI 8.5: Pengingat Cerdas untuk Menelepon Ibu

Samsung, raksasa teknologi asal Korea Selatan, telah memperkenalkan fitur pengingat berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam pembaruan antarmuka One UI 8.5 yang sedang dalam tahap beta, memicu perdebatan mengenai batas antara inovasi yang mendukung kesejahteraan dan potensi intrusi privasi. Fitur ini dirancang untuk mengingatkan pengguna agar menghubungi anggota keluarga, terutama orang tua, setelah periode tanpa interaksi yang ditentukan.

Pembaruan One UI 8.5 sendiri telah diluncurkan dalam program beta untuk pengguna seri Galaxy S25 sejak Desember 2025, dengan peluncuran stabil diperkirakan bersamaan dengan seri Galaxy S26 pada akhir Januari atau Februari 2026, atau antara Maret hingga Juni 2026. Fitur pengingat komunikasi keluarga ini terintegrasi ke dalam antarmuka Now Brief atau Now Bar Samsung, melacak pola panggilan dan pesan dalam aplikasi asli ponsel. Didukung oleh Galaxy AI, sistem ini menganalisis data pengguna untuk menentukan kapan pengingat yang tepat diperlukan, bahkan mampu menampilkan berapa hari telah berlalu sejak kontak terakhir dengan anggota keluarga tertentu. Pengguna beta seperti leaker terkenal Ice Universe melaporkan bahwa perangkatnya mengingatkan akan jeda 22 hari tanpa menghubungi ibunya, sementara pengguna lain, NirmalSri, membagikan tangkapan layar pengingat serupa setelah 26 hari.

Fitur ini muncul di tengah dorongan Samsung yang lebih luas menuju personalisasi berbasis AI, sejalan dengan integrasi AI canggih dalam seri Galaxy S25 untuk berbagai fungsi mulai dari pengeditan foto hingga terjemahan waktu nyata. Motivasi di balik fitur ini adalah untuk mendorong koneksi interpersonal dan memadukan teknologi dengan kecerdasan emosional, sebuah upaya untuk mengatasi isolasi modern. Kemampuan untuk menyesuaikan ambang batas pengingat atau bahkan memilih untuk tidak menggunakannya juga tersedia, menunjukkan upaya Samsung untuk menyeimbangkan kegunaan dengan kontrol pengguna.

Namun, reaksi terhadap fitur ini beragam. Sementara beberapa pihak memuji sebagai tambahan yang bijaksana untuk membina ikatan keluarga yang lebih baik di era gangguan digital, yang lain menyatakan kekhawatiran tentang potensi "perasaan bersalah" atau intrusi privasi. Analis industri menyarankan Samsung mungkin menargetkan demografi di wilayah seperti Asia, di mana penghormatan terhadap orang tua memiliki makna budaya yang signifikan, berpotensi meningkatkan loyalitas merek di pasar tersebut.

Secara lebih luas, pengembangan ini mencerminkan tren industri teknologi yang berupaya mengatasi dampak ganda dari perangkat pintar terhadap hubungan manusia. Studi menunjukkan bahwa teknologi dapat menjadi katalisator kuat dalam membentuk interaksi antar generasi, dengan 73% orang dewasa berusia 65 tahun ke atas menggunakan internet, meningkat tajam dari 14% pada tahun 2000. Video call, misalnya, digunakan oleh 85% orang dewasa yang lebih tua untuk menjaga hubungan dengan anggota keluarga. Namun, penggunaan teknologi yang berlebihan juga dikaitkan dengan penurunan aktivitas fisik dan gangguan tidur, serta berpotensi mengganggu interaksi tatap muka. Para ahli menekankan pentingnya menjaga keseimbangan digital dan mendorong aktivitas di luar layar untuk memperkuat ikatan keluarga.

Para pengamat teknologi mengamati bahwa fitur seperti pengingat keluarga Samsung menyoroti garis yang semakin kabur antara utilitas dan intrusi pada perangkat pintar. Dengan memanfaatkan AI untuk mendorong koneksi manusia, Samsung mencoba menjawab paradoks modern: teknologi yang terkadang mengisolasi kita, kini berusaha menghubungkan kita kembali. Masa depan adopsi fitur semacam ini akan bergantung pada bagaimana pengguna menyeimbangkan manfaat mendorong hubungan dengan kekhawatiran atas pengawasan digital yang semakin mendalam.