Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Galaxy S26 dan S26 Plus Siap Rilis Setelah Lolos TKDN, S26 Ultra Masih Tertahan

2026-01-12 | 23:31 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-12T16:31:59Z
Ruang Iklan

Galaxy S26 dan S26 Plus Siap Rilis Setelah Lolos TKDN, S26 Ultra Masih Tertahan

Ponsel pintar Samsung Galaxy S26 dan Galaxy S26 Plus telah secara resmi mendapatkan sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin), menandakan kesiapan kedua model tersebut untuk masuk pasar Indonesia. Namun, varian premium, Galaxy S26 Ultra, masih belum terdaftar di situs Kemenperin, memicu spekulasi mengenai waktu peluncurannya di tengah penguatan regulasi TKDN. Kedua model yang telah lulus sertifikasi ini tercatat memiliki nilai TKDN sebesar 37,50%, memenuhi ambang batas minimal yang ditetapkan pemerintah untuk perangkat telekomunikasi.

Kebijakan TKDN, yang diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian dan Komunikasi dan Informatika, mewajibkan produk Handphone, Komputer Genggam, dan Tablet (HKT) yang beredar di Indonesia untuk memiliki kandungan lokal minimal 35%. Aturan ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan industri manufaktur dalam negeri, mengurangi ketergantungan impor, serta menciptakan lapangan kerja. Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, pada Desember 2024 menegaskan bahwa produk HKT yang tidak memenuhi nilai TKDN 35% tidak diizinkan beredar di Indonesia. Kemenperin bahkan berencana menaikkan ambang batas TKDN menjadi 40% pada tahun ini, sebuah langkah yang telah disepakati oleh Kementerian Komunikasi dan Digital, menurut Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Setia Diarta, pada Januari 2025.

Samsung Electronics Indonesia (SEIN) secara konsisten menunjukkan komitmennya terhadap regulasi ini. Model-model sebelumnya, seperti Galaxy S25 Series, juga telah memenuhi TKDN sebesar 37,5% pada peluncurannya awal tahun 2025. Bahkan, seri Galaxy S23 pada Februari 2023 diklaim mencapai TKDN hingga 43%, sebagian melalui kontribusi aplikasi lokal seperti Samsung S Lime. Keberhasilan Samsung dalam memenuhi persyaratan TKDN ini tidak terlepas dari investasi jangka panjang perusahaan di Indonesia, termasuk pembangunan pabrik smartphone di Cikarang, Jawa Barat, sejak tahun 2015. Pabrik ini tidak hanya melayani pasar domestik, tetapi juga telah mengekspor 1,56 juta unit smartphone ke negara-negara ASEAN sepanjang tahun 2024.

Absennya Galaxy S26 Ultra dari daftar sertifikasi TKDN yang telah didapatkan oleh S26 dan S26 Plus menimbulkan beberapa pertanyaan. Dalam skema sertifikasi produk elektronik, proses pengujian dan verifikasi untuk setiap varian dapat memerlukan waktu yang berbeda, tergantung pada kompleksitas komponen dan aspek manufakturnya. Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arif, sebelumnya menjelaskan bahwa proses sertifikasi TKDN juga terkait dengan realisasi investasi perusahaan, seperti yang terjadi pada kasus iPhone 16 yang sempat terganjal karena isu komitmen investasi Apple. Namun, dengan rekam jejak Samsung yang kuat dalam memenuhi TKDN melalui skema manufaktur, kemungkinan besar absennya varian Ultra ini lebih disebabkan oleh perbedaan jadwal pengajuan atau proses evaluasi internal.

Implikasi dari kebijakan TKDN ini sangat terasa di pasar smartphone Indonesia. Dengan 94% produk HKT di dalam negeri merupakan hasil produksi lokal pada tahun 2023, kebijakan ini telah berhasil menekan impor secara signifikan dan mendorong pertumbuhan industri domestik. Produksi HKT dalam negeri mencapai 50 juta unit pada 2023, di mana Samsung Electronics Indonesia menyumbang sekitar 14 juta unit atau 28%. Dorongan pemerintah untuk meningkatkan TKDN menjadi 40% pada tahun ini mengindikasikan upaya lebih lanjut untuk mendalami struktur industri, dengan potensi peningkatan nilai TKDN dari komponen seperti PCB Assembly yang sudah diterapkan oleh Samsung. Langkah ini diharapkan tidak hanya memperkuat daya saing produk lokal tetapi juga memastikan transfer teknologi dan penciptaan lapangan kerja yang berkelanjutan di Indonesia. Konsumen dapat berharap ketersediaan model flagship Samsung akan tetap terjamin, meskipun dengan potensi penyesuaian jadwal untuk varian Ultra jika proses sertifikasinya membutuhkan waktu lebih lama.