:strip_icc()/kly-media-production/medias/5436472/original/002419500_1765175172-samsung-galaxy-s26-ultra.jpg)
Samsung Electronics dikabarkan bersiap melakukan perombakan signifikan pada sistem kamera unggulannya, Galaxy S27 Ultra, yang diperkirakan meluncur pada awal 2027, setelah beberapa generasi mengandalkan perangkat keras serupa. Bocoran dari tipster terkemuka, Ice Universe, mengindikasikan bahwa model tersebut akan menghadirkan sensor baru untuk kamera utama, lensa ultra-lebar, dan kamera swafoto, sebuah langkah yang berpotensi menjawab kritik pengguna dan persaingan ketat di pasar ponsel cerdas.
Langkah ini menandai perubahan strategis bagi Samsung, yang sejak Galaxy S23 Ultra, cenderung mempertahankan sensor utama 200 megapiksel ISOCELL HP2 dan lebih fokus pada penyempurnaan perangkat lunak. Konservatisme ini menyebabkan seri Ultra secara bertahap kehilangan reputasi sebagai perangkat pencitraan terdepan di hadapan pesaing Tiongkok seperti Vivo X300 Pro yang agresif dalam inovasi perangkat keras kamera. Penurunan kinerja dalam kondisi cahaya rendah dan kualitas kamera depan menjadi area yang sering dikeluhkan, di mana peningkatan Samsung cenderung inkremental.
Potensi penggantian sensor utama Galaxy S27 Ultra membuka spekulasi penggunaan sensor 200 megapiksel kelas 1 inci dari Sony atau pengembangan sensor ISOCELL generasi berikutnya milik Samsung, seperti ISOCELL HP5 yang telah diakui di CES 2026 berkat piksel 0,5μm terkecil di industri. Sensor yang lebih besar secara fisik dapat secara fundamental meningkatkan kemampuan penyerapan cahaya dan detail gambar, khususnya dalam kondisi minim cahaya, suatu kelemahan yang perlu diatasi Samsung.
Di samping pembaruan sensor, industri juga mengamati tren teknologi kunci lain yang mungkin diintegrasikan. Salah satunya adalah teknologi rana global (global shutter) yang dilaporkan telah dikembangkan Samsung untuk ponsel Galaxy masa depan. Teknologi ini mampu menangkap seluruh bingkai gambar secara simultan, mengatasi distorsi pada objek bergerak cepat yang kerap terjadi pada rana gulir (rolling shutter) konvensional. Penerapan teknologi ini pada seri Galaxy S27 dapat secara drastis meningkatkan kualitas fotografi dan videografi aksi cepat.
Meskipun laporan awal menunjukkan bahwa konfigurasi telephoto S27 Ultra akan dipertahankan dari S26 Ultra, evolusi teknologi zoom terus berlangsung. Samsung sebelumnya telah memamerkan konsep "All Lenses on Prism (ALoP)" di CES 2025 yang bertujuan meningkatkan kualitas zoom dan mengurangi ketebalan modul. Lebih jauh, lensa periskop cair (liquid-lens periscope) diprediksi menjadi revolusi pada tahun 2026 untuk ponsel lipat, menawarkan kemampuan zoom optik berkelanjutan yang sebenarnya. Teknologi ini dapat memengaruhi desain ponsel flagship konvensional di masa depan.
Peningkatan ini datang pada saat permintaan konsumen terhadap kualitas kamera ponsel mencapai puncaknya. Lebih dari 85% pengguna ponsel cerdas saat ini menganggap kualitas kamera sebagai faktor krusial saat membeli perangkat baru. Pasar kamera ponsel global menunjukkan pertumbuhan yang kuat, dengan produsen berlomba menghadirkan sistem multi-lensa canggih dan fitur fotografi komputasional. Peran kecerdasan buatan (AI) juga semakin mendalam, dengan ekspektasi adanya fitur AI yang lebih canggih untuk stabilisasi video, pengeditan real-time, dan peningkatan kinerja dalam cahaya rendah melalui perangkat keras dan perangkat lunak. Samsung sendiri agresif mengintegrasikan AI Gemini, menargetkan 800 juta perangkat pada tahun 2026.
Namun, tantangan tetap ada. Sensor resolusi tinggi menuntut daya dan penyimpanan yang lebih besar, sementara kenaikan harga komponen DRAM dan NAND flash, yang didorong oleh tingginya permintaan untuk AI, dapat memengaruhi biaya produksi dan harga jual akhir perangkat. Di tengah tekanan pasar dan ekspektasi pengguna, strategi Samsung untuk Galaxy S27 Ultra akan menjadi indikator penting arah inovasi fotografi ponsel cerdas di tahun-tahun mendatang.