Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Galaxy Z Trifold Ludes Terjual: Harga Rp 40 Juta Bukan Penghalang

2026-01-01 | 23:54 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-01T16:54:46Z
Ruang Iklan

Galaxy Z Trifold Ludes Terjual: Harga Rp 40 Juta Bukan Penghalang

Samsung Electronics menghadapi situasi yang tidak terduga setelah perangkat lipat terbarunya, Galaxy Z Trifold, dilaporkan ludes terjual di pasar-pasar utama, termasuk Indonesia, dalam hitungan jam setelah peluncuran resminya awal pekan ini, meskipun dibanderol dengan harga fantastis mencapai Rp 40 jutaan. Fenomena ini mengejutkan analis industri dan menyoroti permintaan yang kuat untuk inovasi teknologi ekstrem di segmen pasar ultra-premium.

Keberhasilan penjualan Z Trifold, yang secara teknis merupakan ponsel lipat tiga pertama Samsung yang tersedia secara komersial, terjadi di tengah prediksi para ekonom mengenai perlambatan belanja konsumen untuk barang-barang elektronik non-esensial. Samsung sendiri belum merilis angka penjualan spesifik, namun laporan dari beberapa pengecer resmi dan platform e-commerce menunjukkan stok habis dalam waktu kurang dari 24 jam setelah pre-order dibuka. Perangkat ini disebut-sebut menawarkan pengalaman layar yang belum pernah ada sebelumnya, memungkinkan transformasi dari ponsel ringkas menjadi tablet berukuran penuh dengan mekanisme lipat ganda.

Sejarah pasar ponsel lipat, yang dipelopori oleh Samsung dengan seri Galaxy Fold dan Flip, menunjukkan adanya segmen konsumen yang rela membayar mahal untuk teknologi mutakhir. Misalnya, seri Galaxy Z Fold sebelumnya, yang juga dibanderol dengan harga premium di atas Rp 20 juta, secara konsisten menunjukkan permintaan yang stabil, bahkan meningkat, terutama di pasar Asia dan Amerika Utara. Perangkat seperti Galaxy Z Fold5 dilaporkan telah mencapai penjualan yang signifikan, dengan Samsung memproyeksikan pengiriman ponsel lipat mencapai 20 juta unit pada tahun 2025. Analis dari Counterpoint Research, seperti dikutip dalam beberapa laporan, sering kali menekankan bahwa inovasi radikal adalah pendorong utama bagi konsumen kelas atas. "Ada subset konsumen yang tidak hanya mencari fungsionalitas, tetapi juga pengalaman dan status yang diberikan oleh teknologi terdepan," kata seorang analis senior industri teknologi yang tidak berwenang untuk dikutip namanya.

Implikasi jangka panjang dari penjualan Z Trifold yang ludes ini jauh melampaui sekadar keberhasilan produk tunggal. Ini memperkuat narasi bahwa pasar ponsel pintar premium masih memiliki ruang untuk pertumbuhan signifikan, terutama jika produsen berani bereksperimen dengan faktor bentuk dan fungsionalitas baru. Harga Rp 40 jutaan untuk sebuah ponsel menempatkan Z Trifold di kategori kemewahan, bersaing langsung dengan jam tangan mewah atau aksesori desainer. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa bagi sebagian konsumen, teknologi inovatif kini dianggap sebagai investasi gaya hidup dan pernyataan status yang setara.

Lebih jauh, fenomena ini dapat mempercepat persaingan dalam pengembangan perangkat lipat yang lebih kompleks. Paten dan prototipe ponsel lipat tiga atau perangkat dengan layar yang dapat digulir telah menjadi topik diskusi di kalangan produsen teknologi selama beberapa tahun terakhir. Keberhasilan komersial Z Trifold dapat mendorong perusahaan lain seperti Huawei, Xiaomi, atau bahkan Apple, untuk mempercepat penelitian dan pengembangan mereka di segmen ini, memicu gelombang inovasi baru yang berpotensi mengubah lanskap pasar ponsel pintar secara fundamental. Namun, tantangan teknis, termasuk durabilitas layar dan mekanisme engsel yang kompleks, tetap menjadi penghalang utama bagi adopsi massal. Kemampuan Samsung untuk mengatasi tantangan ini pada Z Trifold, sambil tetap mempertahankan daya tarik pasar, akan menjadi pelajaran penting bagi seluruh industri.