:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/5450828/original/005092900_1766197128-Galaxy_Z_Trifold_018.jpeg)
Samsung Electronics Co. Ltd. resmi meluncurkan perangkat lipat tiga pertamanya, Galaxy Z TriFold, di Korea Selatan pada 12 Desember 2025, sebuah langkah ambisius yang memperluas batas inovasi ponsel pintar lipat dan menempatkan perusahaan di garis depan kategori perangkat seluler masa depan. Perangkat ini dijadwalkan akan tersedia di Amerika Serikat pada kuartal pertama tahun 2026, menyusul peluncuran di pasar lain seperti Tiongkok, Taiwan, Singapura, dan Uni Emirat Arab. Peluncuran ini menggarisbawahi strategi Samsung untuk mempertahankan dominasinya di segmen perangkat lipat, meskipun dihadapkan pada tantangan teknis yang kompleks dan kondisi pasar yang berkembang pesat.
Sejak memperkenalkan Galaxy Fold pertama pada tahun 2019, Samsung telah memimpin pasar ponsel lipat dengan terus mengembangkan desain dan teknologi. Galaxy Z TriFold menandai evolusi signifikan dari model lipat ganda sebelumnya, Galaxy Z Fold, dengan memperkenalkan mekanisme lipat ganda ke dalam yang menghasilkan tiga panel layar. Ketika dibuka penuh, perangkat ini menampilkan layar utama Dynamic AMOLED 2X berukuran 10 inci, yang mampu menghadirkan pengalaman layaknya tablet, sekaligus dapat dilipat menjadi format ponsel saku dengan layar sampul 6,5 inci beresolusi FHD+ dan kecepatan refresh adaptif 120Hz.
Perangkat ini ditenagai oleh platform seluler khusus Snapdragon 8 Elite Mobile Platform for Galaxy dan dilengkapi dengan RAM 16GB, serta sistem tiga baterai berkapasitas total 5.600 mAh untuk daya tahan sepanjang hari. Kamera utama 200 MP menjadi salah satu fitur unggulan, menjanjikan kemampuan fotografi tingkat tinggi. Dengan ketebalan hanya 3,9 mm pada titik tertipisnya, Galaxy Z TriFold dirancang untuk portabilitas maksimal, didukung oleh engsel Armor FlexHinge yang diperbarui, penutup engsel titanium, dan rangka Advanced Armor Aluminum untuk ketahanan. Menurut TM Roh, Chief Executive Officer, President, dan Head of Device eXperience (DX) Division di Samsung Electronics, Galaxy Z TriFold "memecahkan salah satu tantangan industri seluler yang paling lama bertahan — memberikan keseimbangan sempurna antara portabilitas, kinerja premium, dan produktivitas dalam satu perangkat".
Meskipun canggih, Galaxy Z TriFold menghadapi harga yang tinggi, diperkirakan sekitar 3,59 juta won di Korea Selatan, atau setara dengan sekitar $2.430 hingga $2.500 di Amerika Serikat. Harga ini lebih tinggi signifikan dibandingkan model Galaxy Z Fold 7 yang sekitar $1.999,99. Tingginya biaya produksi, yang dilaporkan membuat Samsung hanya mendapatkan sedikit atau bahkan tanpa margin keuntungan per unit, menjadi alasan di balik ketersediaan yang terbatas dan fokus perangkat ini sebagai etalase teknologi dibandingkan produk massal. Meski demikian, perangkat ini laris manis dalam hitungan menit di Korea Selatan dan Uni Emirat Arab pada hari peluncurannya, menunjukkan minat konsumen yang kuat terhadap inovasi form factor.
Namun, terlepas dari inovasi desain dan fitur premium, Galaxy Z TriFold tidak luput dari kritik, terutama terkait masalah durabilitas. Pengujian independen menunjukkan beberapa kelemahan, termasuk kegagalan engsel dan kerusakan layar di bawah tekanan tertentu, meskipun Samsung mengklaim daya tahan hingga 200.000 lipatan. Kertas layar perangkat terbukti rentan terhadap goresan pada level 6 skala Mohs, dengan goresan yang lebih dalam pada level 7. Selain itu, dua lipatan pada layar utama tetap terlihat dan terasa, menjadi tantangan desain yang belum sepenuhnya teratasi. Kompleksitas dua engsel menggandakan titik kegagalan potensial dan mempersulit upaya pembersihan dari debu.
Secara makro, Galaxy Z TriFold hadir di tengah periode krusial bagi pasar ponsel lipat. International Data Corporation (IDC) memproyeksikan pertumbuhan tahunan ponsel lipat mencapai 30% pada tahun 2026, meningkat dari 10% pada tahun 2025. Inovasi seperti Galaxy Z TriFold, bersama dengan antisipasi masuknya Apple ke segmen lipat, diharapkan menjadi pendorong utama pertumbuhan ini. Nabila Popal, direktur riset senior dengan Worldwide Quarterly Mobile Phone Tracker IDC, menyatakan bahwa Samsung akan "memulai tahun 2026 dengan Galaxy Z TriFold, memperkenalkan inovasi tri-lipat kepada konsumen global mainstream," yang akan membangun momentum dari kesuksesan Galaxy Z Fold 7 di tahun 2025. Samsung secara strategis menempatkan TriFold untuk mempertahankan kepemimpinan teknologinya di depan ponsel lipat Apple yang diperkirakan akan diluncurkan pada paruh kedua tahun 2026. Hal ini menunjukkan bahwa persaingan yang semakin ketat akan mendorong inovasi lebih lanjut di kategori ini, bahkan jika itu berarti mengorbankan margin keuntungan jangka pendek demi penguasaan teknologi dan pangsa pasar jangka panjang.