Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Gojek Pulih Total: Error Teratasi, Layanan Kembali Normal

2026-01-14 | 08:49 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-14T01:49:41Z
Ruang Iklan

Gojek Pulih Total: Error Teratasi, Layanan Kembali Normal

Aplikasi Gojek mengalami gangguan layanan signifikan pada Selasa, 13 Januari 2026, menyebabkan jutaan pengguna di Indonesia dan Singapura kesulitan mengakses fitur-fitur penting seperti pemesanan transportasi dan pengiriman makanan selama jam sibuk, sebelum akhirnya berangsur normal kembali pada sore hari. Insiden ini memicu gelombang keluhan di media sosial, menyoroti ketergantungan masyarakat terhadap platform digital dan tantangan infrastruktur teknologi dalam menghadapi lonjakan permintaan.

Gangguan yang dimulai sejak pagi hari dan memuncak pada sore hari tersebut mencakup berbagai masalah teknis. Pengguna melaporkan ketidakmampuan aplikasi dalam mendeteksi lokasi penjemputan, gagal memproses pesanan GoRide dan GoCar, kesulitan dalam melakukan transaksi melalui GoPay, serta aplikasi yang lambat atau bahkan tidak dapat dibuka. Sejumlah warganet melampiaskan frustrasinya di platform X (sebelumnya Twitter), dengan keluhan seperti "Eh Gojek error kah? kok gabisa detect location?" dan "Ini Gopay merchant error ya, mau refresh gabisa, logout & login ulang juga stuck".

Menanggapi kendala ini, SVP Corporate Affairs Gojek, Rubi W. Purnomo, menjelaskan bahwa gangguan pada layanan GoRide dan GoCar diakibatkan oleh lonjakan permintaan yang tidak biasa, melebihi kapasitas normal sistem mereka. Pernyataan tersebut mengindikasikan tekanan ekstrem pada infrastruktur server Gojek. Gojek kemudian menyatakan bahwa gangguan bersifat sementara dan telah berhasil ditangani dalam waktu relatif singkat, sehingga pelanggan dapat kembali memesan layanan seperti biasa, meskipun proses pemulihan berjalan bertahap dan masih ada sebagian pengguna yang mengalami kendala intermiten.

Insiden serupa, yang juga dikaitkan dengan tingkat permintaan tinggi, pernah terjadi pada tanggal yang sama, yaitu 13 Januari 2023, menunjukkan adanya pola kerentanan sistem Gojek pada kondisi beban puncak. Pada saat itu, keluhan serupa meliputi saldo GoPay terpotong tanpa layanan, kesulitan melihat posisi pengemudi, hingga pengemudi tidak dapat menerima pesanan.

Sebagai salah satu "super app" terbesar di Asia Tenggara, Gojek memegang posisi dominan di pasar transportasi dan layanan sesuai permintaan di Indonesia. Survei Indef tahun 2022 menunjukkan 82% responden menggunakan Gojek sebagai layanan ojek daring favorit mereka, di tengah persaingan ketat dengan Grab dan pemain lainnya. Perusahaan ini melayani jutaan pengguna setiap hari dengan lebih dari 3,1 juta mitra pengemudi aktif pada tahun 2023. Gangguan layanan dalam skala masif seperti ini tidak hanya merugikan pengguna yang sangat bergantung pada aplikasi untuk mobilitas dan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga berpotensi memengaruhi pendapatan mitra pengemudi yang kehilangan order.

Implikasi jangka panjang dari insiden berulang ini mencakup potensi erosi kepercayaan pengguna dan tantangan reputasi di tengah lanskap kompetitif yang ketat. Ketergantungan masyarakat pada aplikasi digital untuk aktivitas harian menuntut keandalan sistem yang tinggi. Gojek perlu berinvestasi lebih lanjut dalam skalabilitas dan ketahanan infrastruktur teknologinya, serta memperkuat protokol komunikasi krisis untuk memberikan informasi yang cepat dan transparan kepada publik dan mitranya. Kegagalan untuk secara konsisten memastikan stabilitas layanan dapat mendorong pengguna mencari alternatif, berpotensi mengubah dinamika pasar ride-hailing di masa depan.