:strip_icc()/kly-media-production/medias/5108025/original/095547100_1737705898-20250122_100644.jpg)
Promosi agresif Samsung Electronics di pasar ponsel pintar Indonesia pada Januari 2026 menghadirkan diskon signifikan hingga jutaan rupiah pada jajaran Galaxy S, A, dan Z Series, menandai strategi perusahaan untuk mendominasi awal tahun di tengah proyeksi pasar yang dinamis. Konsumen dapat menemukan penawaran menarik, termasuk potongan harga sebesar Rp 4.500.000 untuk Galaxy S25 Edge yang kini dibanderol Rp 12.999.000 dari harga awal Rp 17.499.000. Seri premium lainnya seperti Galaxy Z Fold7 juga mendapatkan diskon Rp 2.500.000, menjadikannya seharga Rp 25.999.000. Bahkan, model Galaxy S24 Ultra tercatat mengalami penurunan harga hingga Rp 3.500.000.
Diskon awal tahun ini mencerminkan upaya Samsung dalam merespons tekanan pasar global yang diprediksi menyusut sebesar 2,1% pada 2026. Lembaga riset Counterpoint Research merevisi proyeksi pengiriman smartphone global karena melonjaknya biaya komponen, terutama memori, yang dapat meningkat hingga 40% pada kuartal II 2026. Kenaikan ini berpotensi mendongkrak biaya produksi atau Bill of Materials (BoM) sebesar 8% hingga 15%. MS Hwang, Direktur Riset Counterpoint Research, menyoroti segmen ponsel di bawah USD200 atau sekitar Rp 3 jutaan sebagai yang paling terdampak, dengan BoM meningkat 20% hingga 30% sejak awal 2025. Namun, Samsung, bersama Apple, dinilai lebih siap menghadapi gejolak biaya karena skala besar dan integrasi vertikalnya.
Penawaran harga spesial ini juga menjadi bagian dari strategi berkelanjutan Samsung untuk mempertahankan pangsa pasar di Indonesia. Pada kuartal ketiga 2025, Samsung berhasil memimpin pasar smartphone nasional dengan pangsa lebih dari 30%, didukung pertumbuhan penjualan sekitar 5–7% secara tahunan. Ridwan Kusuma, Research Associate Counterpoint Research, mengungkapkan bahwa pasar smartphone Indonesia tumbuh 12% secara tahunan pada Q3 2025, didorong adopsi kecerdasan buatan generatif (Gen AI) dan ketersediaan smartphone 5G yang lebih terjangkau. Antonio Villas, pengamat gadget dari Businessinsider.com, menggarisbawahi segmentasi produk Samsung, dengan seri Galaxy S menargetkan performa tinggi, seri Galaxy A menawarkan harga terjangkau, dan seri Galaxy Z mewakili inovasi ponsel lipat.
Memasuki 2026, Samsung tampak memperkuat posisinya di semua segmen. Selain diskon pada model yang sudah ada, perusahaan juga bersiap meluncurkan jajaran baru seperti Galaxy S26 Series pada Februari 2026, serta Galaxy A57 dan Galaxy A37 yang dijadwalkan rilis awal 2026 untuk mengincar pasar menengah. Nabila Popal, Direktur Riset Senior IDC, memproyeksikan segmen ponsel lipat akan tumbuh signifikan hingga hampir 30% pada 2026, dengan Samsung memulai tahun ini melalui Galaxy Z TriFold yang memperkenalkan konsep lipat tiga ke pasar global. Strategi ini menjadi krusial di tengah prediksi kenaikan harga jual rata-rata (ASP) smartphone secara global sebesar 6,9% pada 2026, yang berpotensi memaksa konsumen merogoh kocek lebih dalam. Dengan demikian, promo awal tahun yang ditawarkan Samsung memberikan kesempatan strategis bagi konsumen untuk mendapatkan perangkat berkualitas sebelum potensi kenaikan harga menjadi lebih meluas.