:strip_icc()/kly-media-production/medias/5468271/original/067109200_1767945856-Huawei_FreeClip_2_resmi_meluncur_di_Indonesia_.jpeg)
Huawei Device Indonesia meluncurkan True Wireless Stereo (TWS) generasi terbaru, Huawei FreeClip 2, pada Jumat, 9 Januari 2026, di Jakarta, yang siap tersedia di pasar mulai 15 Januari 2026 dengan harga Rp2.899.000. Perangkat audio nirkabel ini mengedepankan desain ergonomis ultra-ringan dan ketahanan air, menandai upaya Huawei memperkuat posisinya di segmen TWS terbuka yang semakin kompetitif, menyasar konsumen yang memprioritaskan kenyamanan penggunaan jangka panjang tanpa mengorbankan kualitas audio atau kesadaran lingkungan sekitar.
Peluncuran FreeClip 2 merupakan evolusi dari desain TWS terbuka perdana Huawei, dengan setiap earbud memiliki bobot hanya 5,1 gram, menjadikannya 9% lebih ringan dibandingkan pendahulunya. Adinda Agustina, Audio Campaign Manager of Huawei Device Indonesia, menegaskan bahwa pengurangan bobot ini, ditambah dengan ukuran casing yang 17% lebih kecil dan earbud yang 11% lebih ringkas, bertujuan memberikan kenyamanan maksimal bagi pengguna. "Jadi kalau ditenteng, dibawa kemana-mana, itu aman banget sampai tidak berasa karena enteng banget," kata Adinda Agustina di Jakarta. Desain C-bridge yang fleksibel, terbuat dari silikon cair yang 25% lebih lembut, memastikan earbud pas di telinga tanpa tekanan berlebihan, sebuah inovasi yang dipelopori oleh Huawei dan kini diikuti oleh beberapa produsen lainnya di pasar global.
Fitur ketahanan air menjadi salah satu nilai jual utama, dengan earbuds FreeClip 2 mengantongi rating IP57 untuk ketahanan terhadap cipratan air dan debu, sementara casing pengisian daya memiliki rating IP54. Standar ini memastikan perangkat dapat bertahan dalam berbagai kondisi penggunaan, termasuk aktivitas olahraga atau saat terkena hujan ringan, meningkatkan durabilitas dan fungsionalitas bagi pengguna aktif. Di sektor audio, FreeClip 2 dibekali teknologi dual-diaphragm driver 10,8mm yang diklaim mampu menghasilkan volume suara 100% lebih kuat, dengan peningkatan bass yang signifikan berkat struktur internal yang didesain ulang. Integrasi prosesor NPU AI merupakan langkah strategis untuk meningkatkan pengalaman pengguna, memungkinkan deteksi kebisingan sekitar, pembatalan bising panggilan yang lebih cerdas menggunakan tiga mikrofon canggih dan algoritma DNN multi-saluran, serta fitur Volume Adaptif yang secara otomatis menyesuaikan volume audio sesuai kondisi lingkungan. Fitur ini menunjukkan komitmen Huawei pada kecerdasan buatan dalam perangkat konsumennya.
Huawei menawarkan daya tahan baterai hingga 9 jam untuk pemutaran musik penuh dan total 38 jam dengan bantuan casing pengisian daya. Casing FreeClip 2 juga mengusung desain New Denim Texture yang terinspirasi dari jeans denim, tersedia dalam tiga pilihan warna: biru, putih, dan hitam. Selama periode promosi dari 15 Januari hingga 15 Februari 2026, pembelian FreeClip 2 akan disertai bonus Huawei Band 10 dan garansi kehilangan selama satu tahun, sebuah strategi untuk menarik minat konsumen dan memberikan nilai tambah.
Peluncuran FreeClip 2 di Indonesia memperkuat strategi Huawei dalam pasar TWS global. Pada kuartal ketiga 2025, Huawei berhasil mendominasi pasar earphone global dengan pengiriman 0,9 juta unit, menguasai 8% pangsa pasar, menunjukkan pertumbuhan tahunan sebesar 118% berkat inovasi AI dan kenyamanan produknya. Meskipun pasar TWS global menunjukkan pertumbuhan 18% pada Q1 2025, didorong oleh strategi ekspansi vendor di pasar negara berkembang, persaingan tetap ketat dengan pemain besar seperti Apple dan Xiaomi. Di Indonesia, Huawei memiliki rekam jejak panjang dalam infrastruktur telekomunikasi sejak tahun 2000, dan kini memperluas jangkauannya ke ekosistem AI dan perangkat konsumen. Perluasan lini TWS seperti FreeClip 2, dengan fokus pada kenyamanan, durabilitas, dan fitur cerdas berbasis AI, merefleksikan upaya Huawei untuk membedakan diri dan menarik segmen konsumen yang mencari alternatif dari TWS in-ear tradisional. Kehadiran FreeClip 2 berpotensi memengaruhi preferensi konsumen terhadap desain TWS terbuka di Indonesia, mendorong inovasi lebih lanjut dari para pesaing, dan mengukuhkan posisi Huawei sebagai pemain kunci di segmen audio nirkabel premium.