:strip_icc()/kly-media-production/medias/5411166/original/030477500_1763004316-Oppo_Reno_15_Pro__Gizmochina_.jpg)
Peluncuran enam seri telepon pintar baru di bulan Januari 2026, termasuk jajaran Oppo Reno 15 dan Poco M8, menandai dimulainya persaingan ketat di pasar gadget global dan Indonesia, dengan produsen berlomba menawarkan inovasi performa dan fitur di berbagai segmen harga. Oppo, yang baru saja merestrukturisasi operasionalnya dengan mengintegrasikan Realme dan OnePlus sebagai sub-merek, meluncurkan seri Reno 15 di India pada 8 Januari 2026, sementara Poco meluncurkan seri M8 di tanggal yang sama, dengan fokus pada segmen menengah yang mengutamakan performa dan harga kompetitif.
Restrukturisasi internal Oppo menjadi merek utama dengan Realme dan OnePlus sebagai sub-merek ini dirancang untuk memperkuat kolaborasi, menyederhanakan penggunaan sumber daya, dan memangkas biaya operasional di tengah tekanan pasar global yang semakin ketat. Vice President Oppo Indonesia, Patrick Owen, sebelumnya menyatakan bahwa strategi Oppo untuk mendominasi pasar ponsel adalah melalui kekuatan produk dan teknologi, bukan hanya angka penjualan, dengan fokus pada inovasi kamera, kapasitas baterai, dan kualitas produk di semua lini, dari flagship hingga entry-level.
Seri Oppo Reno 15, yang mencakup model Reno 15, Reno 15 Pro, dan Reno 15 Pro Mini, diluncurkan dengan bingkai Aluminium Aerospace-Grade dan teknologi HoloFusion Oppo yang menawarkan efek visual 3D pada bagian belakang kaca. Model Reno 15 Pro dibekali layar AMOLED 6,78 inci dengan perlindungan Gorilla Glass Victus 2, sementara Reno 15 standar memiliki layar AMOLED 6,59 inci dan Reno 15 Pro Mini 6,32 inci, keduanya dengan Gorilla Glass 7i. Ketiga model ini juga memiliki peringkat IP66, IP68, dan IP69 untuk ketahanan terhadap debu dan air. Reno 15 Pro dan Pro Mini ditenagai chipset MediaTek Dimensity 8450, sedangkan Reno 15 standar menggunakan Qualcomm Snapdragon 7 Gen 4. Dari sisi fotografi, Reno 15 Pro dan Pro Mini mengusung kamera utama 200MP, lensa telefoto 50MP dengan 3.5x optical zoom, dan kamera ultra-wide 50MP. Baterai berkisar antara 6200mAh hingga 6500mAh dengan pengisian cepat 80W. Di India, harga seri Reno 15 dimulai dari sekitar 39.990 Rupee hingga di atas 50.000 Rupee, dan mulai tersedia pada 13 Januari.
Sementara itu, Poco M8 5G dan Poco M8 Pro 5G diluncurkan di India pada 8 Januari, dengan penjualan dimulai 13 Januari. Poco M8 5G menampilkan layar AMOLED lengkung 6,77 inci dengan refresh rate 120Hz dan tingkat kecerahan puncak 3200 nits, ditenagai chipset Snapdragon 6 Gen 3 dan RAM hingga 8GB. Perangkat ini memiliki kamera utama 50MP, kamera depan 20MP, baterai 5520mAh dengan pengisian cepat 45W, serta sistem operasi Android 15 berbasis HyperOS 2.0. Poco menjamin empat tahun pembaruan OS dan enam tahun pembaruan keamanan untuk M8 standar, sebuah komitmen yang signifikan di segmen harganya. Poco M8 Pro, di sisi lain, dilaporkan menggunakan chipset Snapdragon 7s Gen 2 atau Gen 4, kamera belakang ganda 50MP + 8MP, kamera selfie 32MP, dan baterai 6500mAh dengan pengisian cepat 100W. Strategi Poco, yang diistilahkan sebagai "Cheat Sheet", berupaya menawarkan "Extreme Performance, Extreme Price" bagi gamer dan anak muda, dengan membawa layar OLED ke segmen menengah. Harga Poco M8 5G di India dimulai dari 18.999 Rupee untuk varian 6GB RAM/128GB, dengan penawaran perkenalan sebesar 15.999 Rupee untuk 12 jam pertama penjualan.
Selain Oppo dan Poco, beberapa merek lain juga meramaikan pasar di bulan Januari 2026. Realme meluncurkan seri Realme 16 Pro pada 6 Januari di India, termasuk model Realme 16 Pro 5G dan 16 Pro+ 5G. Realme 16 Pro+ ditenagai chipset Snapdragon 7 Gen 4, sementara 16 Pro menggunakan Dimensity 7300 Max, keduanya menawarkan baterai 7000mAh dengan pengisian 80W. Realme 16 Pro+ juga memiliki kamera utama 200MP dengan kamera telefoto periskop 50MP. Xiaomi juga memperkenalkan Redmi Note 15 5G pada tanggal yang sama, menyasar segmen menengah atas dengan kamera 108MP dan chipset Snapdragon 6 Gen 3. Honor turut meluncurkan Honor Power 2 di China pada 5 Januari, menonjolkan baterai besar 10.080mAh dan pengisian 80W. Sementara itu, iQOO Neo 10 juga masuk pasar dengan chipset Snapdragon 8s Gen 4, RAM hingga 16GB, dan baterai 7000mAh dengan pengisian 120W, ditawarkan mulai dari Rp5,4 jutaan di Indonesia.
Fenomena ini menunjukkan tren berlanjut di mana produsen ponsel berinvestasi besar pada performa, kamera, dan daya tahan baterai di segmen menengah. Pasar Indonesia, sebagai salah satu pasar smartphone paling dinamis di Asia Tenggara, dipastikan akan semakin kompetitif pada kuartal pertama 2026, dengan banyak model telah lolos sertifikasi TKDN dan Postel. Data StatCounter Global Stats menunjukkan Samsung memimpin pasar Indonesia pada akhir 2025, diikuti Oppo dan Xiaomi. Para pemain utama ini berusaha merebut pangsa pasar melalui inovasi teknologi dan strategi harga yang agresif, memberikan lebih banyak pilihan bagi konsumen yang mencari perangkat dengan spesifikasi tinggi tanpa harus mengeluarkan biaya premium.