:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/2917791/original/093982300_1569040742-IMG_20190920_180127.jpg)
Apple Inc. secara resmi telah mengklasifikasikan iPhone 11 Pro dan model MacBook Air Intel 13 inci (2020) terakhir ke dalam daftar produk vintage, menandakan pergeseran kebijakan dukungan perangkat keras yang signifikan bagi jutaan pengguna di seluruh dunia. Keputusan ini, yang mulai berlaku sekitar akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026, menempatkan perangkat-perangkat tersebut pada fase dukungan terbatas, di mana perbaikan dan ketersediaan suku cadang tidak lagi dijamin secara penuh.
Menurut definisi Apple, sebuah produk menjadi vintage setelah lima tahun tetapi kurang dari tujuh tahun sejak perusahaan terakhir mendistribusikannya untuk dijual. Dalam kategori ini, layanan perbaikan dari Apple atau penyedia layanan resmi masih mungkin didapatkan, namun sangat bergantung pada ketersediaan suku cadang. Setelah tujuh tahun, produk akan digolongkan sebagai "usang" (obsolete), di mana seluruh layanan perangkat keras dihentikan dan suku cadang tidak lagi dapat dipesan.
iPhone 11 Pro, yang diluncurkan pada September 2019 sebagai model "Pro" pertama dari Apple dengan sistem tiga kamera, dihentikan penjualannya pada Oktober 2020. Meskipun kini berstatus vintage, perangkat ini masih kompatibel dengan pembaruan perangkat lunak iOS terbaru, termasuk iOS 26, dan tetap berfungsi penuh untuk penggunaan sehari-hari. Klasifikasi vintage tidak memengaruhi pembaruan iOS, akses iCloud, atau aktivasi perangkat.
Sementara itu, MacBook Air 13 inci (2020) dengan prosesor Intel mengalami masa edar yang relatif singkat. Diperkenalkan pada Maret 2020, model ini hanya bertahan di pasaran selama delapan bulan sebelum dihentikan pada November 2020, digantikan oleh MacBook Air berbasis chip M1 yang menandai transisi signifikan Apple ke silikon kustom. Peralihan ini secara efektif menyingkirkan notebook x86 Intel dengan cepat dari lini produk konsumen Apple. macOS Sequoia menjadi sistem operasi terakhir yang mendukung MacBook Air Intel ini.
Selain iPhone 11 Pro dan MacBook Air Intel, daftar vintage Apple juga mencakup semua varian Apple Watch Series 5, iPad Air 3 versi seluler, dan iPhone 8 Plus model 128GB. Pergeseran status ini memberikan tenggat waktu dua tahun bagi pemilik perangkat vintage sebelum perangkat mereka masuk kategori usang, di mana dukungan perbaikan resmi akan sepenuhnya berakhir. Pengecualian terbatas berlaku untuk laptop Mac, yang mungkin masih memenuhi syarat untuk perbaikan khusus baterai hingga 10 tahun sejak tanggal dihentikan penjualannya, tergantung ketersediaan suku cadang.
Implikasi dari kebijakan ini tidak hanya terbatas pada kemampuan perbaikan perangkat. Bagi konsumen, hal ini menandakan semakin sempitnya jendela layanan jangka panjang dan mendorong pertimbangan untuk meningkatkan perangkat. Dalam konteks yang lebih luas, langkah Apple ini menyoroti model bisnis yang secara inheren mendorong siklus pembaruan produk, meskipun perusahaan menyatakan bahwa produk mereka dirancang untuk tahan lama dan penggunaan jangka panjang bermanfaat bagi lingkungan. Namun, pada akhirnya, ketersediaan suku cadang yang menipis secara efektif dapat memaksa pengguna untuk beralih ke perangkat yang lebih baru. Para ahli industri mencatat bahwa sementara toko perbaikan independen mungkin terus melayani perangkat ini, biaya perbaikan cenderung meningkat seiring waktu.
Pengklasifikasian ini berfungsi sebagai sinyal yang jelas bagi pengguna perangkat Apple yang lebih lama untuk mengevaluasi kembali strategi penggunaan perangkat mereka, baik dengan mencari perbaikan saat suku cadang masih tersedia atau merencanakan peningkatan ke model yang lebih baru untuk memastikan dukungan penuh dan akses ke fitur terkini.