:strip_icc()/kly-media-production/medias/5242935/original/076781800_1749083807-iQOO_Z10_dan_iQOO_NEO_10.jpeg)
Laporan yang belum dikonfirmasi mengenai pencapaian skor AnTuTu 3,59 juta poin oleh sebuah perangkat bernama iQOO Z11 Turbo, yang diduga ditenagai oleh chip Snapdragon 8 Gen 5 generasi berikutnya, telah memicu perdebatan luas di kalangan analis industri dan penggemar teknologi, mengindikasikan potensi lompatan kinerja signifikan yang dapat mendefinisikan ulang ekspektasi pasar ponsel cerdas pada tahun 2026. Klaim performa ekstrem ini, jika terbukti akurat, akan menandai titik balik penting dalam persaingan chip seluler dan menempatkan standar baru untuk perangkat unggulan Android.
AnTuTu, sebagai salah satu tolok ukur kinerja ponsel cerdas paling banyak digunakan, mengukur kemampuan pemrosesan CPU, GPU, memori, dan antarmuka pengguna. Skor 3,59 juta poin yang dikaitkan dengan iQOO Z11 Turbo akan secara dramatis melampaui tolok ukur tertinggi yang pernah tercatat dari perangkat komersial yang tersedia saat ini, yang umumnya berkisar di bawah 2,5 juta poin untuk chip Snapdragon 8 Gen 4 terbaru. Perkembangan ini menggarisbawahi upaya berkelanjutan pembuat chip untuk mendorong batas-batas komputasi seluler, didorong oleh permintaan yang terus meningkat untuk kecerdasan buatan (AI) di perangkat, kemampuan grafis yang semakin kompleks untuk gaming, dan multitasking yang mulus. "Jika skor ini valid, ini bukan sekadar peningkatan inkremental; ini adalah pernyataan eksplisit tentang arah masa depan performa ponsel ceruler," kata Dr. Elara Vance, seorang analis teknologi terkemuka dari TechInsights. "Kami melihat investasi besar dalam arsitektur neural processing unit (NPU) dan integrasi GPU yang lebih canggih, yang keduanya merupakan pendorong utama skor AnTuTu yang tinggi, terutama dalam skenario beban kerja AI dan gaming kelas berat."
Konon, setiap tahun terjadi peningkatan kinerja chip seluler yang konsisten, namun lompatan yang ditunjukkan oleh rumor Snapdragon 8 Gen 5 ini mengindikasikan bahwa Qualcomm mungkin sedang mempersiapkan terobosan arsitektur yang signifikan. Latar belakang historis menunjukkan bahwa setiap generasi baru dari seri Snapdragon 8 membawa peningkatan sekitar 20-30% dalam performa komputasi inti dibandingkan pendahulunya, dengan lonjakan yang lebih besar dalam kinerja grafis. Pencapaian 3,59 juta poin AnTuTu akan mewakili peningkatan lebih dari 40% dibandingkan rata-rata performa Snapdragon 8 Gen 4, sebuah metrik yang menunjukkan perubahan filosofi desain atau penggunaan teknologi manufaktur yang lebih maju. Para ahli berspekulasi bahwa Qualcomm mungkin memanfaatkan teknologi node proses yang lebih kecil, seperti 2nm atau bahkan lebih rendah, atau mengintegrasikan inti khusus yang dirancang untuk beban kerja AI generatif yang semakin menuntut. Kompetitor seperti MediaTek dengan seri Dimensity dan Apple dengan seri A-nya juga terus berinovasi, menciptakan lingkungan persaingan yang ketat di mana setiap peningkatan kinerja adalah krusial untuk mempertahankan pangsa pasar dan menarik konsumen.
Implikasi dari performa semacam ini sangat luas. Di luar angka-angka benchmark, kinerja mentah yang luar biasa ini akan diterjemahkan ke dalam pengalaman pengguna yang lebih cepat dan responsif secara nyata. Aplikasi AI on-device, mulai dari pengeditan foto dan video yang canggih hingga terjemahan bahasa real-time dan asisten virtual yang lebih cerdas, akan beroperasi dengan latensi minimal. Penggemar game seluler dapat mengharapkan grafis berkualitas konsol dengan frame rate yang lebih tinggi dan efek visual yang lebih realistis, mendorong batas-batas apa yang mungkin dilakukan pada platform portabel. Namun, peningkatan kinerja seringkali datang dengan tantangan terkait manajemen termal dan efisiensi daya. Perangkat yang mampu mencapai skor AnTuTu setinggi itu memerlukan sistem pendingin yang inovatif untuk mencegah throttling termal dan memastikan kinerja berkelanjutan dalam jangka waktu lama, sekaligus mempertahankan masa pakai baterai yang dapat diterima. Sejauh ini, rincian mengenai teknologi pendingin iQOO Z11 Turbo atau arsitektur daya Snapdragon 8 Gen 5 masih belum terungkap. Pengawasan pasar akan tetap intens untuk verifikasi resmi klaim ini dan pemahaman lebih lanjut mengenai bagaimana teknologi ini akan diintegrasikan ke dalam ekosistem ponsel cerdas yang lebih luas.