Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Jurus Ampuh Merawat Motor: Dijamin Tahan Banting Hadapi Musim Hujan

2026-01-01 | 07:59 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-01T00:59:58Z
Ruang Iklan

Jurus Ampuh Merawat Motor: Dijamin Tahan Banting Hadapi Musim Hujan

Para pengendara sepeda motor di Indonesia menghadapi tantangan rutin dalam menjaga performa kendaraan mereka di tengah musim hujan yang intens, dengan data menunjukkan peningkatan kerusakan komponen vital dan risiko kecelakaan. Kerusakan akibat korosi, gangguan kelistrikan, dan penurunan performa pengereman menjadi masalah umum yang berpotensi meningkatkan pengeluaran perbaikan dan membahayakan keselamatan.

Data dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) pada akhir tahun 2024 menunjukkan bahwa penjualan suku cadang terkait sistem pengereman dan kelistrikan mengalami lonjakan signifikan sebesar 15% di wilayah dengan curah hujan tinggi, mengindikasikan tingginya tingkat penggantian komponen akibat paparan air secara terus-menerus. "Air hujan mengandung asam yang dapat mempercepat proses oksidasi pada logam dan merusak isolasi kabel," jelas Dr. Ir. Budi Santoso, seorang pakar teknik otomotif dari Universitas Indonesia, dalam sebuah seminar teknis bulan lalu. "Kerusakan ini seringkali tidak terlihat sampai terjadi malfungsi serius, seperti korsleting atau rem blong."

Paparan air secara berlebihan, terutama genangan air kotor, dapat menyusup ke dalam sistem kelistrikan motor, menyebabkan korosi pada konektor dan terminal. Hal ini seringkali berujung pada lampu mati, klakson tidak berfungsi, atau bahkan mesin mogok. Data dari Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menunjukkan bahwa pada periode musim hujan 2023-2024, 8% dari total kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor disebabkan oleh masalah teknis kendaraan, di mana 30% di antaranya terkait langsung dengan kegagalan sistem pengereman atau kelistrikan.

Sistem pengereman, khususnya, sangat rentan. Kampas rem yang basah cenderung memiliki daya cengkeram yang berkurang, sementara cakram rem yang terpapar air kotor secara terus-menerus dapat mengalami karat dan mengurangi efektivitas pengereman. Direktur Keselamatan Transportasi Darat Kementerian Perhubungan, Ahmad Fauzi, menekankan perlunya pemeriksaan berkala. "Kami mengimbau pengendara untuk memastikan kondisi rem dan ban dalam keadaan prima. Ban dengan kedalaman alur yang memadai sangat krusial untuk mencegah aquaplaning," ujarnya dalam konferensi pers yang diselenggarakan awal tahun ini. Kedalaman alur ban yang kurang dari 1,5 mm secara signifikan meningkatkan risiko tergelincir di jalan basah.

Perawatan preventif meliputi beberapa aspek krusial. Pertama, membersihkan motor secara teratur setelah melewati genangan air untuk menghilangkan kotoran dan endapan yang dapat menyebabkan korosi. Kedua, penggunaan cairan pelindung anti-karat pada bagian-bagian logam yang rentan, seperti rantai, velg, dan baut. Ketiga, pemeriksaan sistem kelistrikan secara berkala, memastikan tidak ada kabel yang terkelupas atau konektor yang berkarat. Teknisi dari bengkel resmi Astra Motor, Joko Susilo, menyarankan penggunaan semprotan khusus pelindung kelistrikan. "Produk ini membantu mencegah kelembaban masuk ke dalam komponen sensitif dan menjaga konduktivitas listrik tetap optimal," jelasnya.

Selain itu, penggantian oli mesin dan filter udara juga menjadi perhatian. Air yang masuk ke dalam mesin dapat mencemari oli, mengurangi daya lumas, dan mempercepat keausan komponen internal. Filter udara yang basah atau kotor dapat menghambat aliran udara, menyebabkan pembakaran tidak sempurna dan penurunan performa mesin. Implikasi jangka panjang dari kelalaian perawatan ini tidak hanya pada peningkatan biaya perbaikan yang bisa mencapai jutaan rupiah per tahun, tetapi juga pada risiko keselamatan diri dan pengguna jalan lain, yang berpotensi menimbulkan kerugian jiwa dan materi. Oleh karena itu, investasi pada perawatan berkala dianggap sebagai langkah mitigasi risiko yang esensial.