Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Lampu Hijau InfraNexia: Telkom Mantapkan Dominasi Infrastruktur

2026-01-03 | 18:55 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-03T11:55:11Z
Ruang Iklan

Lampu Hijau InfraNexia: Telkom Mantapkan Dominasi Infrastruktur

Persetujuan resmi spin-off PT Daya Menara Telekomunikasi, yang kini beroperasi dengan nama PT Telkom Infrastruktur (TelkomInfra), dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menandai langkah strategis penting bagi perusahaan telekomunikasi milik negara tersebut, dengan fokus untuk memperkuat posisi di sektor infrastruktur pasif. Keputusan ini, yang sebagian besar diresmikan melalui restrukturisasi dan konsolidasi aset-aset menara telekomunikasi dan serat optik, bertujuan untuk mengoptimalkan valuasi dan efisiensi operasional segmen infrastruktur, sekaligus memungkinkan Telkom untuk lebih fokus pada bisnis layanan digital inti. Langkah korporasi ini diharapkan membuka peluang pendanaan baru dan kemitraan strategis, mengukuhkan posisi Telkom di lanskap infrastruktur digital Indonesia yang berkembang pesat.

Restrukturisasi ini merupakan kulminasi dari strategi jangka panjang Telkom untuk memisahkan dan memonetisasi aset infrastruktur telekomunikasi pasifnya. Sebelumnya, Telkom telah melakukan berbagai upaya konsolidasi aset menara telekomunikasi melalui anak perusahaan seperti PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel), yang mana langkah spin-off ini memperjelas dan mengkhususkan entitas untuk mengelola portofolio infrastruktur pasif secara lebih terintegrasi. Analis pasar melihat langkah ini sebagai upaya Telkom untuk mengikuti tren global di mana perusahaan telekomunikasi memisahkan unit infrastruktur mereka untuk menarik investasi dan meningkatkan nilai pemegang saham. Pada awal periode 2020-an, sejumlah operator global telah mengambil langkah serupa, menunjukkan adanya preseden pasar yang kuat untuk model bisnis terpisah ini.

Implikasi finansial dari spin-off ini diproyeksikan signifikan. Dengan InfraNexia yang beroperasi sebagai entitas independen di bawah payung Telkom Group, entitas ini dapat secara langsung mencari pendanaan dari pasar modal atau investor strategis tanpa terikat langsung pada neraca Telkom secara keseluruhan. Hal ini berpotensi membuka akses terhadap modal yang lebih besar untuk ekspansi jaringan serat optik dan menara telekomunikasi, sebuah investasi krusial mengingat kebutuhan infrastruktur digital yang terus meningkat di Indonesia. Perusahaan telekomunikasi saat ini sedang berupaya meningkatkan cakupan 5G dan memperluas konektivitas serat optik hingga ke pelosok daerah, yang membutuhkan investasi triliunan rupiah. Valuasi aset infrastruktur pasif yang terpisah seringkali lebih tinggi dibandingkan jika aset tersebut tetap menjadi bagian dari perusahaan telekomunikasi yang lebih besar, karena mereka menawarkan aliran pendapatan yang stabil dan jangka panjang.

Di sisi operasional, pemisahan ini memungkinkan InfraNexia untuk fokus sepenuhnya pada manajemen dan pengembangan infrastruktur, melayani tidak hanya Telkom Group tetapi juga operator telekomunikasi lainnya secara netral. Model bisnis seperti ini, yang lazim di pasar global, mendorong efisiensi dan inovasi dalam penyediaan infrastruktur bersama, mengurangi duplikasi investasi dan mempercepat pemerataan akses telekomunikasi. CEO Telkom Group, dalam beberapa kesempatan, telah menegaskan komitmen perusahaan untuk menjadi pemain utama dalam ekosistem digital Indonesia, dan spin-off ini adalah bagian integral dari visi tersebut, memungkinkan Telkom untuk mengalokasikan sumber daya lebih efektif pada pengembangan produk dan layanan digital yang inovatif. Pasar telekomunikasi Indonesia yang kompetitif menuntut agilitas dan spesialisasi, dan pembentukan InfraNexia merefleksikan adaptasi strategis Telkom terhadap dinamika tersebut. Para ahli memperkirakan bahwa langkah ini akan meningkatkan daya saing Telkom di segmen layanan digital, sambil memastikan bahwa aset infrastruktur esensial dikelola dan dikembangkan secara optimal untuk mendukung pertumbuhan industri secara keseluruhan.