:strip_icc()/kly-media-production/medias/5465931/original/078832900_1767780435-_main__LG_CLOiD.jpg)
LG Electronics telah memperkenalkan robot rumah tangga bertenaga kecerdasan buatan (AI) terbarunya, CLOiD, di Consumer Electronics Show (CES) 2026 di Las Vegas, menandai langkah signifikan menuju visi perusahaan "Zero Labor Home" yang berupaya membebaskan manusia dari pekerjaan rumah tangga rutin. Robot berdesain humanoid ini didemonstrasikan mampu menjalankan berbagai tugas domestik, termasuk menginisiasi siklus pencucian dan melipat pakaian, serta mengorganisir piring.
Pengungkapan CLOiD pada Januari 2026 ini menunjukkan ambisi LG untuk mentransformasi otomatisasi rumah dari sekadar perangkat pintar menjadi agen otonom. Dengan dibekali sepasang lengan artikulasi yang memiliki tujuh derajat kebebasan dan tangan berlima jari yang dapat digerakkan secara independen, CLOiD menunjukkan kemampuannya mengambil, menyortir, dan melipat cucian, termasuk item yang rumit seperti kaus berkerudung dan seprai, serta menumpuknya di lokasi yang telah ditentukan. Robot ini juga dapat memuat cucian ke mesin cuci dan mengambilnya dari pengering.
Teknologi di balik CLOiD berpusat pada "Physical AI" milik LG, yang mengintegrasikan Vision Language Model (VLM) untuk memahami visual dan Vision Language Action (VLA) untuk menerjemahkan masukan verbal dan visual ke dalam tindakan fisik. Otak CLOiD, yang ditenagai oleh platform Qualcomm Robotics RB5, terletak di unit kepala yang dilengkapi cip, layar, pengeras suara, kamera, sensor, dan AI generatif berbasis suara. Elemen-elemen ini memungkinkan robot berkomunikasi, belajar pola gaya hidup pengguna, dan mengendalikan peralatan rumah tangga yang terhubung. CLOiD dapat menyesuaikan tingginya antara 105 cm hingga 143 cm dan memiliki lengan sepanjang sekitar 87 cm.
Steve Baek, Presiden LG Home Appliance Solution Company, menyatakan bahwa robot rumah tangga LG CLOiD dirancang untuk berinteraksi dan memahami manusia yang dilayaninya secara alami, memberikan tingkat bantuan rumah tangga yang optimal. Ia menambahkan bahwa LG akan melanjutkan upaya tanpa henti untuk mencapai visi "Zero Labor Home", menjadikan pekerjaan rumah tangga sebagai sesuatu dari masa lalu sehingga pelanggan dapat meluangkan lebih banyak waktu untuk hal-hal yang benar-benar penting. CEO LG Electronics Lyu Jae-cheol juga menegaskan, "Visi kami untuk rumah ber-AI jelas: mengembalikan waktu kepada pelanggan kami."
Integrasi mendalam CLOiD dengan ekosistem rumah pintar LG ThinQ dan hub ThinQ ON memungkinkannya mengoordinasikan berbagai peralatan LG, seperti mesin cuci dan pengering, secara mulus. Hal ini menjadikan CLOiD bukan sekadar perangkat mandiri, melainkan agen yang mampu mengorkestrasi rutinitas yang kompleks dan bertahap sesuai preferensi pengguna.
Meskipun demonstrasi awal di CES 2026 menunjukkan kemampuan yang mengesankan, seperti kemampuan CLOiD melipat cucian atau memuat piring ke mesin pencuci piring, laporan juga menyoroti bahwa prosesnya terkadang lambat dan beberapa tugas belum diselesaikan sepenuhnya. Misalnya, robot membutuhkan sekitar 30 detik untuk meletakkan satu handuk ke mesin cuci. Pihak LG menyatakan bahwa CLOiD saat ini diposisikan sebagai "prototipe konseptual" atau "produk visi," bukan produk pasar massal yang tersedia untuk pembelian langsung, dan perusahaan akan terus mengembangkan robot rumah tangga dengan fungsi dan bentuk praktis. Brandt Varner, Wakil Presiden Penjualan Solusi Peralatan Rumah Tangga LG Electronics, menyebutkan bahwa CLOiD masih dalam tahap penyempurnaan, namun diharapkan dapat merevolusi utilitas rumah.
Pengenalan CLOiD menandai pergeseran yang lebih luas dalam industri teknologi menuju "Physical AI", di mana agen cerdas tidak hanya merespons dalam perangkat lunak tetapi juga bertindak secara fisik di dunia nyata. Namun, tantangan besar yang dihadapi pengembang AI adalah kemampuan untuk memahami nuansa perilaku manusia di lingkungan rumah yang beragam, yang menurut Lyu Jae-cheol merupakan salah satu ruang tersulit untuk dipahami oleh AI. Kehadiran robot seperti CLOiD diharapkan dapat meningkatkan ekspektasi konsumen terhadap teknologi rumah tangga dan membuka jalan bagi era baru "pekerja non-manusia" dalam kehidupan sehari-hari.