Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Menderek Mobil Antiribet: Tips Jitu agar Aman dan Kendaraan Tetap Prima

2026-01-03 | 19:01 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-03T12:01:41Z
Ruang Iklan

Menderek Mobil Antiribet: Tips Jitu agar Aman dan Kendaraan Tetap Prima

Risiko kerusakan fatal pada kendaraan dan bahaya di jalan raya mengintai setiap pengemudi yang melakukan atau meminta bantuan derek mobil tanpa memahami prosedur yang benar. Pemilihan metode derek yang tidak sesuai dapat memicu kerusakan transmisi hingga puluhan juta rupiah dan berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

Pentingnya pemahaman mendalam tentang teknik derek yang aman semakin krusial seiring meningkatnya kepemilikan kendaraan dan kompleksitas teknologi otomotif modern. Kesalahan fundamental seperti mengaitkan tali derek pada bumper atau suspensi, misalnya, dapat langsung merusak komponen tersebut karena tidak dirancang menahan beban berat mobil, sebagaimana diungkapkan oleh Aris Triyono, Service Advisor Daihatsu, pada 12 Januari 2022. Padahal, setiap kendaraan memiliki titik pengait derek khusus yang terbuat dari baja di bagian depan atau belakang, yang semestinya digunakan.

Untuk kendaraan bertransmisi otomatis (matik), kesalahan derek adalah masalah paling sering yang terjadi. Banyak pemilik mobil belum mengetahui bahwa menderek mobil matik memiliki aturan tersendiri karena sistem girboks matik bekerja dengan sirkulasi oli dan komponen hidrolik yang bergantung pada putaran mesin. Saat mesin mobil mati, sistem pelumasan otomatis tidak berfungsi. Jika roda penggerak dipaksa berputar, ini dapat menyebabkan keausan dan kerusakan parah pada komponen internal transmisi seperti plat kopling, torque converter, gigi rasio, pulley, dan CVT belt. Johan, pemilik bengkel JJ Mobil Bekasi, menegaskan bahwa roda penggerak mobil matik harus diangkat jika diderek secara tarik. Biaya perbaikan transmisi otomatis akibat salah derek dapat mencapai Rp 15 juta hingga Rp 50 juta, bahkan setengah harga mobil untuk transmisi Dual Clutch Transmission (DCT). Ahmad Syakiri, pemilik bengkel Auto Raya, sangat menyarankan penggunaan derek gendong untuk mobil matik karena dianggap paling aman.

Bagi mobil berpenggerak roda depan (FWD), roda depan harus terangkat saat diderek secara tarik. Sebaliknya, untuk mobil berpenggerak roda belakang (RWD), roda belakang yang harus diangkat. Jika roda penggerak tetap menyentuh aspal, transmisi akan berputar tanpa pelumasan yang memadai, menyebabkan kerusakan serius.

Jenis kendaraan berpenggerak empat roda (4WD) dan All-Wheel Drive (AWD), termasuk banyak mobil listrik, memerlukan perlakuan khusus. Dealer Technical Support Dept. Head PT Toyota Astra Motor (TAM), Didi Ahadi, menyatakan bahwa menderek mobil AWD sembarangan dengan dua roda menyentuh tanah dapat merusak sistem penggerak, poros gardan, dan transmisi. Oleh karena itu, mobil 4WD dan AWD sangat disarankan untuk diderek menggunakan metode gendong (flatbed) di mana seluruh roda tidak menyentuh permukaan jalan.

Mobil listrik (EV) memiliki sensitivitas yang lebih tinggi. Herry Bertus Windyarto, Deputy Head of Customer Service Division PT Sokonindo Automobile, merekomendasikan derek flatbed untuk mobil listrik yang mogok guna mengurangi kerusakan pada motor penggerak. Putaran roda pada mobil listrik saat diderek dapat mengaktifkan sistem pengereman regeneratif meskipun mobil tidak siap menyimpan energi, berpotensi merusak sistem kelistrikan dan baterai yang mahal. Selain itu, banyak mobil listrik tidak memiliki mode netral yang sepenuhnya bebas, dan fitur rem elektrik otomatis dapat terkunci saat daya habis, sehingga memaksakan derek dapat merusak sistem rem. Reva Kurniawan, Product and Corporate Strategy Department PT Hyundai Motors Indonesia (HMID), menekankan bahwa komponen elektronik terkait roda dapat terbakar dan sistem shift-by-wire tidak bisa dipaksa.

Selain jenis kendaraan, beberapa tips universal menderek mobil perlu diperhatikan. Tali penarik harus kuat (baja atau nilon), memiliki panjang ideal sekitar 4 meter, dan mampu menahan setidaknya 1,5 kali berat mobil yang diderek. Mobil penderek harus lebih berat dari mobil yang diderek untuk menjaga stabilitas. Kecepatan ideal saat menderek adalah antara 30-40 km/jam untuk menghindari entakan dan putusnya tali. Pengemudi mobil penderek juga harus mengerem lebih awal dan mengambil belokan lebih lebar untuk memberi ruang bagi mobil yang diderek. Komunikasi yang jelas antar pengemudi dan menyalakan lampu utama serta lampu hazard adalah langkah keselamatan vital.

Terdapat berbagai jenis layanan derek: derek gendong (flatbed) yang mengangkat seluruh mobil ke atas bak truk, derek roda depan diangkat (wheel-lift) yang mengangkat sebagian roda, serta derek kait dan tarik (hook and chain) yang kurang disarankan karena risiko kerusakan tinggi. Untuk kasus darurat seperti kendaraan terjebak parit atau kecelakaan parah, derek boom atau crane dengan lengan hidrolik digunakan. Di jalan tol, PT Jasa Marga Tbk menyediakan layanan derek resmi dengan tarif tertentu, yang bisa gratis untuk tujuan ke gerbang tol terdekat. Namun, praktik derek liar yang mematok tarif tidak wajar masih menjadi perhatian di lapangan.

Masa depan praktik derek akan terus beradaptasi dengan inovasi otomotif. Dengan semakin banyaknya kendaraan listrik dan sistem Advanced Driver-Assistance Systems (ADAS) di jalan, produsen perlu menyediakan panduan derek yang lebih spesifik, dan penyedia jasa derek wajib memperbarui peralatan serta pelatihan teknisi mereka. Memahami panduan ini bukan sekadar tips, melainkan investasi dalam keselamatan dan perlindungan aset kendaraan.