:strip_icc()/kly-media-production/medias/4459191/original/069164100_1686277517-Komentar_Mark_Zuckerberg_Soal_Apple_Vision_Pro_01.jpg)
Raksasa teknologi global Meta Platforms resmi mengakuisisi Manus, startup kecerdasan buatan (AI) yang didirikan di Tiongkok namun bermarkas di Singapura, dalam kesepakatan senilai lebih dari 2 miliar dolar AS atau sekitar Rp 33,5 triliun, yang diumumkan pada akhir Desember 2025. Akuisisi ini menandai langkah strategis Meta untuk mempercepat pengembangan agen AI otonom di tengah persaingan ketat di sektor AI global dan ambisi Mark Zuckerberg untuk mengintegrasikan kemampuan AI tingkat lanjut ke seluruh lini produk Meta.
Manus, yang didirikan oleh Xiao Hong di Wuhan, Tiongkok, pada tahun 2022, dikenal karena mengembangkan "agen AI serbaguna" yang mampu melaksanakan tugas kompleks secara mandiri, seperti riset pasar, pengkodean, dan analisis portofolio, dengan intervensi manusia minimal. Startup ini menarik perhatian Silicon Valley setelah video demo agen AI-nya menjadi viral dan mengklaim telah mencapai pendapatan berulang tahunan (ARR) lebih dari 100 juta dolar AS hanya dalam delapan bulan sejak peluncuran produknya pada Maret 2025.
Sebelum diakuisisi, Manus memindahkan kantor pusatnya dari Tiongkok ke Singapura pada pertengahan 2025, sebuah langkah yang disebut para pengamat industri sebagai upaya untuk mengatasi sensitivitas geopolitik dan memfasilitasi ekspansi global. Relokasi ini memungkinkan Manus untuk mengakses modal dan pasar luar negeri serta menghindari potensi pembatasan akses chip AI dari Amerika Serikat. Juru bicara Meta mengonfirmasi bahwa setelah transaksi, tidak akan ada lagi kepemilikan Tiongkok di Manus AI dan perusahaan akan menghentikan layanan serta operasinya di Tiongkok.
Bagi Meta, akuisisi ini menjadi yang terbesar ketiga dalam sejarah perusahaan, setelah WhatsApp dan Scale AI, menunjukkan komitmen besar terhadap strategi AI-nya. Meta berencana mengintegrasikan teknologi Manus ke dalam produk konsumen dan bisnisnya, termasuk Meta AI, Facebook, Instagram, dan WhatsApp, untuk meningkatkan kemampuan agen otonom. Tujuan utamanya adalah memberikan "transplantasi otak" pada platform Meta, memungkinkan AI untuk bertindak lebih dari sekadar chatbot dan menyelesaikan tugas yang lebih kompleks, menjaga pengguna tetap terlibat lebih lama.
CEO Manus, Xiao Hong, akan bergabung dengan Meta sebagai Wakil Presiden, memimpin tim Manus yang berjumlah sekitar 100 orang di bawah struktur pimpinan Meta. Xiao Hong menyatakan bahwa bergabung dengan Meta akan memungkinkan Manus membangun fondasi yang lebih kuat dan berkelanjutan, tanpa mengubah cara kerja atau pengambilan keputusan Manus. Analis teknologi Carmi Levy menyebutkan bahwa akuisisi Manus adalah pembelian yang relatif tidak mahal dibandingkan dengan dividen yang dapat dibayarkan kepada pemilik barunya, yang telah melakukan serangkaian akuisisi AI tahun ini untuk bersaing dengan pemain besar seperti OpenAI dan Google.
Meskipun kesepakatan ini dipandang sebagai kemenangan bagi Meta dalam perlombaan AI, akuisisi ini memicu kekhawatiran geopolitik. Senator Republik AS, John Cornyn, sebelumnya mengkritik investasi perusahaan ventura AS di Manus, mempertanyakan kelayakan mendukung pesaing strategis AS di bidang AI. Di Tiongkok, akuisisi ini memicu perdebatan mengenai potensi "brain drain" atau eksodus talenta AI. Profesor hukum Henry Gao dari Singapore Management University menyebut kesepakatan itu sebagai "pukulan telak" bagi ambisi AI Tiongkok, mengisyaratkan bahwa perusahaan Tiongkok yang ingin mengakses modal dan pasar global mungkin harus "mencabut akar mereka sepenuhnya." Namun, Zhou Hongyi, Ketua dan CEO perusahaan keamanan internet Tiongkok Qihoo 360, menyebut akuisisi ini sebagai "kemenangan bagi peta jalan AI Tiongkok", menandai pertama kalinya AI yang dikembangkan di Tiongkok meraih posisi di "meja teratas" raksasa teknologi global di tingkat aplikasi dan agen.
Langkah Meta ini juga mencerminkan strategi yang lebih luas di mana perusahaan teknologi AS semakin memanfaatkan model AI Tiongkok. Meta dilaporkan telah menggunakan model AI Qwen dari Alibaba untuk melatih model AI-nya sendiri, menandakan semakin terjalinnya ekosistem AI meskipun ada rivalitas geopolitik. Integrasi teknologi agen AI Manus ke dalam produk Meta yang mencapai miliaran pengguna berpotensi membuka sumber pendapatan baru, terutama untuk layanan bisnis dan kreator, sekaligus memperkuat posisi Meta dalam membentuk masa depan AI yang tidak hanya berbicara, tetapi juga bertindak dan berkreasi. Namun, keberlanjutan model bisnis berbasis langganan Manus di pasar AI yang kompetitif serta pengawasan regulasi lintas negara akan menjadi tantangan signifikan bagi Meta.