Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Microsoft Hentikan Windows 11 SE 2026: Panduan Transisi ke Versi Utama

2026-01-06 | 17:53 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-06T10:53:13Z
Ruang Iklan

Microsoft Hentikan Windows 11 SE 2026: Panduan Transisi ke Versi Utama

Microsoft akan menghentikan dukungan untuk Windows 11 SE pada Oktober 2026, sebuah langkah yang secara efektif mengakhiri upaya terbaru perusahaan untuk bersaing langsung dengan Google ChromeOS di pasar pendidikan K-8. Keputusan ini, yang dikonfirmasi melalui pembaruan pada dokumentasi dukungan resmi Microsoft, menandai berakhirnya siklus hidup singkat sistem operasi yang diluncurkan pada akhir tahun 2021 dan dirancang untuk perangkat berbiaya rendah di lingkungan kelas.

Windows 11 SE diperkenalkan sebagai respons strategis terhadap dominasi ChromeOS di segmen pendidikan, menawarkan pengalaman "cloud-first" yang disederhanakan dengan fokus pada aplikasi esensial dan pengelolaan jarak jauh oleh administrator IT sekolah melalui Microsoft Intune for Education. Perangkat yang menjalankan Windows 11 SE, termasuk Surface Laptop SE seharga $249, dirancang untuk menjadi solusi yang aman, minim gangguan, dan terjangkau bagi siswa dan lembaga pendidikan. Namun, sistem operasi ini tidak akan menerima pembaruan fitur setelah versi 24H2, dengan versi 25H2 yang akan datang tidak tersedia untuknya. Setelah Oktober 2026, perangkat yang masih menjalankan Windows 11 SE tidak akan lagi menerima pembaruan keamanan, bantuan teknis, atau perbaikan perangkat lunak, sehingga rentan terhadap risiko keamanan.

Kegagalan Windows 11 SE untuk mendapatkan daya tarik pasar yang signifikan sebagian besar disebabkan oleh tantangan fundamental dalam arsitekturnya. Meskipun dirancang sebagai versi Windows yang lebih ringan, Windows 11 SE pada dasarnya dibangun di atas kerangka kerja Windows 11 penuh. Hal ini mengakibatkan masalah kinerja pada perangkat berbiaya rendah yang seringkali hanya dilengkapi dengan RAM 4GB, di mana ChromeOS, yang dirancang dari awal sebagai sistem operasi berbasis cloud yang ringan, justru unggul. Pembatasan aplikasi yang ketat, yang bertujuan untuk mengurangi gangguan dan meningkatkan keamanan, juga dianggap terlalu membatasi bagi beberapa lingkungan belajar yang membutuhkan aplikasi warisan tertentu.

Keputusan Microsoft untuk menghentikan Windows 11 SE menggarisbawahi kesulitan perusahaan dalam menawarkan pengalaman Windows yang benar-benar ringan dan kompetitif di segmen perangkat keras berbiaya rendah. Analis industri telah lama menyoroti dominasi Google ChromeOS di pasar pendidikan K-8 global, sebuah pangsa pasar yang tumbuh pesat terutama selama pandemi COVID-19. Dengan dihentikannya Windows 11 SE, Microsoft secara efektif menarik pesaing langsungnya dari pengembangan aktif.

Implikasi bagi institusi pendidikan yang telah mengadopsi Windows 11 SE sangat signifikan. Mereka harus merencanakan transisi sebelum batas waktu Oktober 2026 untuk memastikan perangkat siswa tetap aman dan fungsional. Microsoft merekomendasikan sekolah dan pengguna untuk beralih ke perangkat yang mendukung edisi standar Windows 11 (misalnya, Pro Education atau Education). Transisi ini mungkin memerlukan pembelian perangkat baru, karena banyak perangkat Windows 11 SE dengan spesifikasi rendah mungkin tidak memenuhi persyaratan dasar Windows 11 penuh (seperti Secure Boot, TPM 2.0, dan kinerja penyimpanan yang memadai), sehingga membatasi opsi peningkatan. Selain itu, proses migrasi dapat menimbulkan tantangan terkait kompatibilitas aplikasi, pengelolaan profil, dan perilaku perangkat dengan memori rendah.

Keputusan ini juga bertepatan dengan berakhirnya dukungan untuk beberapa produk Microsoft lainnya pada tahun 2026, termasuk Windows 11 24H2 dan Office 2021, yang dapat semakin membebani sumber daya IT di sektor pendidikan. Ke depan, Microsoft tampaknya akan mengalihkan fokusnya untuk menyempurnakan Windows 11 standar dengan fitur-fitur khusus pendidikan, berpotensi mengintegrasikan solusi hybrid dan kemampuan bertenaga AI melalui perangkat Copilot+ yang baru. Langkah ini mencerminkan adaptasi pasar dan pengakuan akan perlunya platform Windows yang lebih serbaguna yang dapat melayani berbagai sektor, termasuk pendidikan, tanpa mengorbankan fungsionalitas inti atau keamanan.