:strip_icc()/kly-media-production/medias/5351729/original/047342300_1758083270-image_2025-09-17_112741125.jpg)
Google Gemini telah melampaui pencapaian signifikan dengan model pencitraan cerdasnya, Nano Banana Pro, yang berhasil memproduksi satu miliar gambar hanya dalam waktu kurang dari dua bulan sejak peluncurannya pada 20 November lalu. Pengumuman ini, yang dibagikan oleh Josh Woodward, Wakil Presiden Gemini dan Google Labs, melalui platform X pada 12 Januari, menandai lonjakan adopsi dan kemampuan yang pesat dalam lanskap kecerdasan buatan generatif. Angka tersebut mengindikasikan rata-rata sekitar 218 gambar yang dihasilkan setiap detik oleh pengguna aplikasi Gemini secara global.
Model Nano Banana Pro, yang secara resmi dikenal sebagai Gemini 3 Pro Image, mewakili peningkatan substansial dalam teknologi pembuatan dan pengeditan gambar AI. Dibangun di atas arsitektur Gemini 3 Pro, model ini menawarkan kontrol kualitas studio, output resolusi tinggi hingga 4K, rendering teks yang tajam dan mudah dibaca dalam berbagai bahasa, serta konsistensi karakter yang lebih baik. Fitur-fitur canggih seperti pengeditan terlokalisasi, penyesuaian sudut kamera, perubahan fokus, dan transformasi pencahayaan adegan memberikan tingkat kontrol kreatif yang sebelumnya terbatas pada perangkat lunak pengeditan profesional. Keunggulan ini membuka berbagai kasus penggunaan baru, termasuk pembuatan infografis, penjelasan visual, dan diagram yang akurat, menjadikannya alat yang sangat berharga bagi profesional dan pengguna umum.
Sejak diperkenalkan pada November 2025, akses ke Nano Banana Pro telah diberikan kepada semua pengguna aplikasi Gemini. Pengguna gratis dapat menghasilkan atau mengedit tiga gambar Pro per hari, dengan opsi beralih ke Nano Banana (Gemini 2.5 Flash Image) untuk 100 gambar tambahan per hari. Sementara itu, pelanggan Google AI Pro dan Google AI Ultra mendapatkan kuota yang jauh lebih besar, masing-masing hingga 100 dan 1.000 gambar per hari dengan Nano Banana Pro. Kemudahan akses ini, ditambah dengan kemampuan model untuk menghasilkan gambar berkualitas tinggi dengan cepat, menjadi faktor kunci di balik tingkat adopsi yang eksplosif. Google juga telah mengintegrasikan fitur keamanan penting, yaitu penambahan watermark SynthID pada gambar yang dihasilkan oleh Nano Banana dan Nano Banana Pro, memungkinkan pengguna untuk memverifikasi apakah suatu gambar dibuat dengan AI Google.
Pencapaian satu miliar gambar ini menempatkan Google sebagai pemain dominan dalam ruang generasi gambar AI, bersaing ketat dengan model-model seperti DALL-E 2 dari OpenAI dan Adobe Firefly. Pada Oktober 2025, penelitian dari Artificial Analysis menunjukkan bahwa Google Gemini telah menjadi alat generasi gambar AI paling populer, menarik 74% pengguna yang disurvei, jauh melampaui GPT Image milik OpenAI. Momentum ini melanjutkan tren yang terlihat pada September 2025, ketika popularitas model Nano Banana awal secara viral mendorong adopsi Gemini secara signifikan, dengan aplikasi tersebut sempat menduduki peringkat teratas di toko aplikasi utama. Keberhasilan Nano Banana Pro menegaskan strategi Google untuk mengintegrasikan kemampuan AI ke dalam ekosistem produknya, mulai dari Google Slides hingga NotebookLM, memperluas jangkauan dan utilitasnya. Implikasi jangka panjang dari adopsi masif ini diperkirakan akan mempercepat inovasi dalam desain grafis, pemasaran digital, dan penciptaan konten visual, menetapkan standar baru untuk apa yang dapat dicapai oleh AI generatif.