:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475304/original/095087700_1768564600-Numofest.jpeg)
Nusantara Modest Fashion Festival (NumoFest) 2026 resmi dibuka serentak di sembilan kota besar Indonesia pada 16 Januari 2026, mendorong akselerasi digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui implementasi inovasi pembayaran nirsentuh QRIS Tap. Inisiatif yang digagas oleh PT Netzme ini bertujuan mengintegrasikan 300 pelaku UMKM ke dalam ekosistem pembayaran digital yang lebih efisien dan aman, sekaligus membekali mereka dengan literasi keuangan yang krusial.
Gelaran NumoFest 2026, yang berlangsung hingga 1 Februari di Makassar, Bandung, Tangerang, Jakarta, Solo, Palembang, Banjarmasin, Bekasi, dan Surabaya, bukan sekadar pameran mode dan kuliner, melainkan sebuah platform strategis untuk sosialisasi dan adopsi massal QRIS Tap. Fokusnya mencerminkan komitmen pemerintah dan Bank Indonesia untuk mendorong transformasi digital UMKM, sebuah sektor yang menyumbang sekitar 55-60 persen Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menyerap hingga 95 persen tenaga kerja. Vicky, perwakilan dari Netzme, menyatakan harapannya agar NumoFest dapat memberdayakan mitra UMKM, khususnya pengusaha perempuan Muslim, dan meningkatkan nilai usaha mereka secara berkelanjutan.
QRIS Tap, inovasi terbaru dari Bank Indonesia yang diluncurkan pada 14 Maret 2025, memanfaatkan teknologi Near Field Communication (NFC) untuk memfasilitasi transaksi tanpa perlu memindai kode QR secara manual. Pengguna cukup mendekatkan ponsel pintar mereka ke terminal pembayaran, memungkinkan penyelesaian transaksi dalam waktu sekitar 0,3 detik, jauh lebih cepat dibandingkan pembayaran berbasis chip yang memakan waktu empat hingga lima detik. Bank Indonesia (BI) menargetkan QRIS Tap untuk transaksi bervolume tinggi, termasuk layanan transportasi publik, ritel, rumah sakit, parkir, dan tentu saja, UMKM.
Bank Indonesia memproyeksikan target 35 juta UMKM terdigitalisasi pada tahun 2026, atau setara dengan 55 persen dari total pelaku usaha. Capaian adopsi QRIS secara keseluruhan menunjukkan kemajuan signifikan, dengan 38,1 juta UMKM telah menggunakannya hingga kuartal I 2025. Angka ini meningkat menjadi 40 juta merchant per Agustus 2025, melampaui 113 persen dari target, dengan 93 persen di antaranya adalah UMKM. Jumlah pengguna QRIS juga mencapai 58 juta konsumen dan 41 juta merchant hingga Semester I 2025, dengan volume transaksi mencapai 6,05 miliar senilai Rp579 triliun.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta sebelumnya telah menekankan bahwa QRIS menjadi "entry point" penting dalam mempercepat transformasi digital UMKM. Digitalisasi pembayaran digital menawarkan berbagai manfaat bagi UMKM, termasuk meningkatkan kepuasan pelanggan melalui transaksi yang lebih cepat, mengamankan bisnis dari risiko uang palsu, mempermudah rekapitulasi keuangan secara otomatis, berpotensi meningkatkan omzet, serta memperluas jangkauan pasar. Catatan transaksi digital ini juga menciptakan "jejak digital" yang kredibel, yang dapat meningkatkan peluang UMKM untuk mengakses pembiayaan dari lembaga keuangan.
Namun, perjalanan menuju digitalisasi menyeluruh bagi UMKM tidak luput dari tantangan. Rendahnya literasi digital di kalangan pelaku usaha, keterbatasan infrastruktur digital terutama di daerah pedesaan, serta kekhawatiran akan keamanan transaksi masih menjadi hambatan. Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Maman Abdurrahman juga menyoroti belum terintegrasinya data UMKM antar instansi yang menyebabkan kebijakan kurang optimal. Dalam merespons ini, pemerintah sedang membangun sistem data terpadu Sapa UMKM yang diharapkan beroperasi penuh pada Desember mendatang.
NumoFest 2026, dengan fokusnya pada sosialisasi QRIS Tap dan literasi keuangan, berusaha mengatasi beberapa tantangan ini secara langsung. Teknologi NFC yang diusung QRIS Tap juga didukung oleh 15 bank dan lembaga keuangan terkemuka, termasuk BRI yang telah mengintegrasikan fitur ini dalam aplikasi mobile banking BRImo. Kebijakan Bank Indonesia yang menetapkan Merchant Discount Rate (MDR) 0 persen untuk layanan publik seperti transportasi, rumah sakit, parkir, dan pendidikan yang menggunakan QRIS Tap juga menunjukkan komitmen untuk meringankan beban biaya bagi sebagian merchant, termasuk UMKM yang bergerak di sektor-sektor tersebut.
Ke depan, perluasan implementasi QRIS Tap akan berlanjut, tidak hanya di sektor transportasi tetapi juga di berbagai merchant lainnya. Adaptasi teknologi pembayaran nirsentuh ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem pembayaran digital yang inklusif, aman, dan murah, sejalan dengan visi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030 Bank Indonesia. Dengan upaya kolaboratif dari berbagai pihak, termasuk festival seperti NumoFest 2026, digitalisasi UMKM melalui inovasi QRIS Tap diposisikan sebagai pilar strategis untuk mengukuhkan ketahanan ekonomi nasional dan mendorong pertumbuhan yang lebih merata.