Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

OpenAI Luncurkan Fitur Thinking di ChatGPT Mobile: Ungkap Potensi Kecerdasan AI Terbarunya

2026-01-01 | 00:23 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-31T17:23:36Z
Ruang Iklan

OpenAI Luncurkan Fitur Thinking di ChatGPT Mobile: Ungkap Potensi Kecerdasan AI Terbarunya

OpenAI telah secara resmi meluncurkan fitur "Thinking Time Toggle" atau tombol waktu berpikir untuk aplikasi ChatGPT versi seluler pada akhir Desember 2025, memungkinkan pengguna untuk secara langsung menyesuaikan kedalaman penalaran model kecerdasan buatan sesuai kebutuhan mereka. Pembaruan ini, yang pertama kali digulirkan untuk pengguna Android dan kemudian secara bertahap ke iOS, bertujuan menyetarakan pengalaman pengguna seluler dengan kemampuan yang sebelumnya hanya tersedia di platform desktop.

Fitur "Thinking Time Toggle" memperkenalkan dua opsi utama: Standard Thinking dan Extended Thinking. Mode Standard Thinking dirancang untuk respons cepat dan efisien dengan konsumsi daya komputasi yang lebih ringan, cocok untuk pertanyaan sederhana atau informasi instan. Sebaliknya, Extended Thinking memberikan AI waktu pemrosesan yang lebih lama dan kapasitas berpikir yang lebih besar, memungkinkannya melakukan analisis mendalam, menghasilkan jawaban yang lebih komprehensif, dan mengurangi kesalahan faktual secara signifikan. Menurut OpenAI, model GPT-5.2 Thinking yang mendasari fitur ini menghasilkan respons dengan kesalahan 38 persen lebih jarang dibandingkan pendahulunya, GPT-5.1 Thinking, khususnya dalam tugas-tugas riset, penulisan, analisis, dan dukungan keputusan profesional.

Akses terhadap fitur penyesuaian kapasitas berpikir ini terbatas bagi pelanggan ChatGPT Plus, sementara pengguna dengan paket ChatGPT Go belum dapat menikmati fungsionalitas ini. Integrasi "Thinking Time Toggle" ke aplikasi seluler merupakan bagian dari strategi OpenAI untuk terus meningkatkan kapabilitas asisten AI-nya, menyusul peluncuran model GPT-5.1 pada November 2025 dan GPT-5.2 pada 11 Desember 2025. GPT-5.2 sendiri diposisikan sebagai model canggih untuk pekerjaan pengetahuan profesional, menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman konteks panjang, pemanggilan alat, dan pemahaman visual.

Latar belakang pembaruan ini tidak lepas dari ekspektasi pengguna yang tinggi dan persaingan ketat di industri AI. Setelah rilis GPT-5 pada awal 2025, OpenAI menghadapi kritik terkait respons model yang dianggap "kurang cerdas" dan karakter yang terasa "datar", bahkan memicu seruan untuk mengembalikan GPT-4o. Dengan GPT-5.2 dan fitur Thinking Time Toggle, OpenAI berupaya memulihkan kepercayaan pengguna sekaligus menegaskan posisinya dalam menghadapi kompetitor seperti Google dengan asisten Gemini. Lebih dari 800 juta orang menggunakan ChatGPT setiap minggu, dengan sekitar 2,5 miliar perintah diproses setiap hari, menyoroti skala dampak setiap pembaruan terhadap cara orang bekerja dan berinteraksi dengan AI.

Implikasi jangka panjang dari fitur ini mencakup peningkatan produktivitas bagi para profesional yang mengandalkan ChatGPT untuk tugas-tugas kompleks. Kemampuan untuk memilih mode penalaran yang lebih dalam berarti AI dapat digunakan dengan lebih andal untuk analisis multi-langkah, perencanaan terstruktur, atau penulisan kode, di mana akurasi dan detail sangat krusial. Namun, penggunaan mode Extended Thinking juga memiliki konsekuensi berupa peningkatan latensi dan konsumsi sumber daya komputasi. Hal ini mendorong pengguna untuk menimbang antara kecepatan respons dan kedalaman analisis sesuai dengan prioritas tugas mereka. Para ahli teknologi mencatat bahwa evolusi kemampuan AI semacam ini menggarisbawahi pergeseran paradigma menuju asisten digital yang lebih adaptif dan kontekstual, meski juga memunculkan diskusi tentang dampak potensial ketergantungan pada AI terhadap kemampuan kognitif manusia.

Selain pembaruan seluler, OpenAI juga memperkenalkan "formatting blocks" untuk pengguna desktop, yang secara otomatis menyesuaikan antarmuka ChatGPT menjadi editor teks kaya dengan bilah alat mini saat mengerjakan tugas seperti penyusunan email atau dokumen. Integrasi fitur "Thinking Time Toggle" ke versi seluler merupakan langkah signifikan dalam menjadikan ChatGPT sebagai alat yang lebih fleksibel dan canggih, menawarkan kontrol yang lebih besar kepada pengguna atas cara AI memproses informasi di berbagai perangkat.