:strip_icc()/kly-media-production/medias/5368736/original/070018100_1759389007-1._OPPO_A6_Pro.jpeg)
OPPO Indonesia secara resmi meluncurkan seri A6 Pro, terdiri dari model 4G dan 5G, pada 2 Oktober 2025, menargetkan segmen menengah di pasar Indonesia dengan harga mulai Rp3.699.000. Peluncuran ini, yang diikuti dengan periode pre-order hingga 9 Oktober 2025, menandai upaya OPPO untuk memperkuat posisinya di pasar yang kompetitif dengan menawarkan kombinasi desain premium, performa tangguh, dan daya tahan jangka panjang, sebagaimana disampaikan Vice President OPPO Indonesia, Patrick Owen.
Seri OPPO A6 Pro hadir dengan dua varian utama: OPPO A6 Pro 4G dan OPPO A6 Pro 5G. Varian 4G dibanderol mulai Rp3.699.000 untuk konfigurasi 8GB RAM/128GB penyimpanan, dan Rp3.999.000 untuk 8GB RAM/256GB penyimpanan. Sementara itu, OPPO A6 Pro 5G ditawarkan seharga Rp4.699.000. Perbedaan krusial terletak pada chipset yang digunakan; A6 Pro 4G ditenagai MediaTek Helio G100 (6nm), sementara A6 Pro 5G mengandalkan MediaTek Dimensity 6300 (6nm) yang mendukung konektivitas 5G. Kedua chipset ini dirancang untuk memberikan pengalaman digital yang mulus dan responsif di kelasnya.
Secara spesifikasi, kedua model memiliki banyak kesamaan inti. Keduanya dilengkapi layar AMOLED 6,57 inci FHD+ dengan refresh rate 120Hz dan tingkat kecerahan puncak hingga 1.400 nits, menjamin tampilan visual yang tajam dan mulus bahkan di bawah sinar matahari terang. Sektor fotografi diperkuat dengan kamera belakang ganda 50 MP (utama) dan 2 MP (kedalaman), serta kamera depan 16 MP. Daya tahan menjadi salah satu fitur unggulan dengan baterai masif 7.000 mAh yang mendukung pengisian cepat 80W SUPERVOOC, diklaim mampu mengisi daya hingga 100% dalam 60 menit. Fitur lain yang menonjol adalah ketahanan tingkat militer dengan sertifikasi IP68/IP69 untuk ketahanan air dan debu, serta MIL-STD-810H untuk ketahanan banting, menjadikannya pilihan yang kokoh untuk penggunaan sehari-hari. OPPO juga menjamin performa mulus hingga lima tahun berkat teknologi Trinity Engine dan Luminous Rendering Engine pada ColorOS 15.
Dalam konteks pasar smartphone Indonesia, segmen menengah (harga $200-$600) menunjukkan pertumbuhan signifikan, didorong oleh merek seperti OPPO. Laporan dari Omdia pada Q3 2025 menempatkan OPPO di posisi ketiga dengan pangsa pasar 18%, menunjukkan pergeseran strategis menuju prioritas nilai dibandingkan volume. Meskipun OPPO menghadapi persaingan ketat dari Transsion dan Xiaomi di segmen harga yang lebih terjangkau, fokus pada inovasi produk dan pengalaman pengguna, seperti janji "5 Years Fluency Protection" pada A6 Pro, dapat menjadi pembeda. Tren pasar menunjukkan permintaan kuat untuk smartphone kelas menengah yang terjangkau, terutama yang menawarkan konektivitas 5G.
Menentukan varian yang "paling worth it" sangat bergantung pada kebutuhan pengguna. Bagi konsumen yang mengutamakan kecepatan internet dan performa komputasi yang sedikit lebih baik untuk bermain game atau multitasking berat, OPPO A6 Pro 5G dengan chipset Dimensity 6300 menawarkan keunggulan jaringan 5G dan skor AnTuTu v11 di kisaran 550 ribuan. Chipset Dimensity 6300 dari MediaTek dikenal mampu mendukung sensor kamera besar, pengambilan video yang jelas, pengalaman bermain game yang menyenangkan, dan tampilan 120Hz yang sangat mulus, mengangkat standar untuk smartphone dengan nilai terbaik. Sementara itu, OPPO A6 Pro 4G, dengan harga yang lebih rendah, tetap menyajikan pengalaman mulus berkat Helio G100 dan optimasi perangkat lunak OPPO, serta mempertahankan semua fitur premium lainnya seperti baterai jumbo, layar AMOLED 120Hz, dan ketahanan fisik.
Patrick Owen menekankan bahwa OPPO A6 Pro dirancang sebagai "investasi jangka panjang yang anti lemot sampai 5 tahun ke depan," sebuah klaim yang resonan di pasar di mana konsumen semakin mencari nilai dan durabilitas. Dengan mempertimbangkan selisih harga sekitar Rp700.000 hingga Rp1.000.000 antara varian 4G dan 5G, serta fakta bahwa infrastruktur 5G masih terus berkembang di banyak wilayah Indonesia, varian OPPO A6 Pro 4G (8GB/256GB) seharga Rp3.999.000 mungkin menawarkan nilai terbaik. Ia menyediakan kapasitas penyimpanan lebih besar yang relevan untuk kebutuhan jangka panjang, dengan performa yang sudah sangat mumpuni untuk penggunaan harian dan hiburan, tanpa membebankan biaya tambahan untuk konektivitas 5G yang mungkin belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh sebagian besar pengguna. Namun, bagi mereka yang memprioritaskan kesiapan masa depan dan kecepatan koneksi optimal, investasi pada A6 Pro 5G tetap valid.