
Telkomsel meluncurkan rangkaian paket internet Simpati terbaru, "Nonton Pasti Simpati," pada Desember 2025 untuk memenuhi lonjakan permintaan akan hiburan digital menjelang periode Natal dan Tahun Baru. Penawaran ini mengintegrasikan kuota data besar dengan akses langganan ke berbagai platform streaming populer, menandai upaya operator telekomunikasi terbesar di Indonesia ini dalam memperkuat posisi di segmen gaya hidup digital.
Program "Nonton Pasti Simpati" menghadirkan paket seperti "Surprise Deal 12.12" yang, selama periode 12-19 Desember 2025, menawarkan kuota 70 GB dengan harga Rp150.000 untuk masa aktif 30 hari. Paket ini mencakup langganan gratis ke layanan streaming seperti Netflix, ShortMax, WeTV, Prime Video, dan Vision+, serta pilihan akses tambahan ke Vidio, Viu, IQIYI, Disney+, atau YouTube Premium. Telkomsel juga memperkenalkan "Paket Seru Nonton" seharga Rp105.000 yang menyediakan total 40 GB (terdiri dari 10 GB kuota internet umum dan 30 GB kuota nonton) untuk 30 hari, dengan opsi akses ke Viu, IQIYI, Catchplay, Vidio, WeTV, Noice, Prime Video, Vision+, atau ShortMax. Varian lain dari paket ini tersedia mulai dari Rp25.000, menawarkan kuota hingga 70 GB (20 GB internet dan 50 GB kuota nonton).
Derrick Heng, Direktur Marketing Telkomsel, menyatakan bahwa program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan hiburan digital pelanggan yang terus meningkat, khususnya saat momen kebersamaan. "Melalui program 'Nonton Pasti Simpati', kami menghadirkan paket dengan kuota besar dan pilihan akses langganan aplikasi nonton favorit pelanggan. Harapannya, Simpati bisa memberikan pengalaman nonton yang lebih hemat, nyaman, dan praktis," ujar Derrick pada Desember 2025. Strategi ini bertujuan menghilangkan kebutuhan pelanggan untuk membeli paket internet dan langganan aplikasi secara terpisah.
Langkah Telkomsel ini bukan tanpa alasan. Pasar layanan streaming di Indonesia telah menjadi yang terbesar di Asia Tenggara pada Februari 2025, dengan pertumbuhan signifikan yang didorong oleh perubahan perilaku menonton, adopsi digital yang meluas, dan daya tarik konten lokal yang kuat. Data internal Vidio menunjukkan akselerasi signifikan pada tahun 2025, dengan total durasi tontonan layanan streaming meningkat 34% dibandingkan tahun sebelumnya, dan durasi per penonton naik 22%. Generasi muda, khususnya Gen Z, diidentifikasi sebagai pendorong utama pertumbuhan streaming ini. Selain itu, konten lokal sangat digemari, dengan 59% pengguna platform streaming pada tahun 2023 mengonsumsi konten domestik.
Telkomsel, yang hingga akhir tahun 2024 masih mendominasi pasar telekomunikasi Indonesia dengan pangsa pasar pendapatan sekitar 51,8%, berupaya mempertahankan kepemimpinannya di tengah persaingan ketat. Agung Harsoyo, pakar telekomunikasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), mengaitkan dominasi ini dengan pembangunan jaringan yang ekstensif dan komitmen kuat Telkomsel. Namun, laporan lain dari April 2025 menunjukkan adanya penurunan pangsa pasar Telkomsel dari 56,2% pada 2021 menjadi 48,9% pada 2023, di tengah strategi harga yang lebih agresif dan inovasi layanan digital dari pesaing seperti Indosat Ooredoo Hutchison dan XL Axiata. Meskipun Telkomsel unggul dalam kecepatan upload dan browsing, XL Axiata dilaporkan sedikit melampaui Telkomsel dalam aspek streaming YouTube dan rasio keberhasilan.
Paket-paket baru Simpati ini mencerminkan adaptasi Telkomsel terhadap pergeseran konsumsi media menuju platform digital dan streaming video. Dengan menyediakan kuota khusus dan bundel langganan, Telkomsel tidak hanya berusaha menarik pengguna baru tetapi juga mempertahankan basis pelanggan loyalnya dengan menawarkan nilai tambah yang relevan dengan gaya hidup digital saat ini. Implikasi jangka panjang dari strategi ini dapat mencakup peningkatan monetisasi layanan data, di mana sebelumnya laporan pada April 2025 menyoroti stagnasi pendapatan rata-rata per pengguna (ARPU) Telkomsel sejak 2020. Inisiatif ini juga berpotensi mengintensifkan persaingan di pasar telekomunikasi, mendorong operator lain untuk meluncurkan penawaran serupa guna menarik segmen pengguna streaming yang terus berkembang.